Bupati Supendi Ditangkap KPK, Ini Potret Kabupaten Indramayu

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Indramayu Supendi bersama tujuh orang lain yang diduga terkait dengan sebuah proyek.

JEDA.ID--KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Indramayu Supendi. Ada delapan orang yang diamankan. “8 orang [diamankan],” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, seperti dilansir detikcom, Selasa (15/10/2019).

Supendi ditangkap KPK bersama tujuh orang lainnya dalam OTT dinihari tadi. Ada duit ratusan juta yang disita KPK.
KPK menduga Supendi menerima duit terkait proyek di Dinas PU Indramayu. Hingga saat ini, Supendi dan pihak lain yang terjaring OTT masih diperiksa intensif di gedung KPK.

Kedelapan orang tersebut masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Supendi tercatat punya harta Rp 8,5 miliar. Dilihat dari situs e-LHKPN KPK, Selasa (15/10/2019), Supendi terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 30 Maret 2019.

Harta Supendi tersebut terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 8,45 miliar. Tanah dan bangunannya tersebar di Indramayu hingga Bandung. Selain itu, Supendi memiliki harta berupa 3 unit mobil senilai Rp1,1 miliar. Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp682 juta serta kas senilai Rp164 juta.

Sebenarnya, Supendi punya harta berjumlah Rp10,4 miliar. Namun dia tercatat memiliki utang Rp 1,8 miliar sehingga total hartanya Rp8,5 miliar.

Pesisir Laut

Kabupaten Indramayu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yang berpusat di Indramayu yang berada di pesisir Laut Jawa. Seperti dilansir indramayukab.go.id, pusat keramaian yang ada di Indramayu terletak di Jatibarang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, serta Kabupaten Subang di barat.

Kabupaten Indramayu terdiri atas 31 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 313 desa dan kelurahan.  Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu berbahasa Jawa khas Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Dermayon, yakni dialek Bahasa Jawa yang hampir serupa dengan dialek Cirebon.

Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini menggunakan bahasa Sunda, mengingat kabupaten Indramayu itu sendiri berada di Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan budaya Sunda.

Potret Ekonomi

Pusat perekonomian kabupaten ini berada di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Haurgeulis karena kedua kecamatan ini memiliki akses transportasi yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api. Beberapa kecamatan penting di wilayah Kabupaten Indramayu diantaranya adalah Kecamatan Patrol, Kecamatan Karangampel, dan Kecamatan Terisi.

Indramayu dilalui oleh jalur utama pantura, sehingga menjadi tempat persinggahan dan perantauan dari daerah di timur Pulau Jawa. Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.

Kabupaten Indramayu memiliki luas daerah sekitar 2.000,99 km persegi. Dengan Jumlah penduduk di daerah ini adalah sekitar hampir 1,8 juta Jiwa, dengan kepadatan Penduduk 805.44 orang/km persegi.  Hasil Bumi yang ada di kabupaten Indramayu adalah Padi, walaupun bukan penghasil padi yang terbesar, namun masyarakat Indramayu umumnya memiliki mata pencarian sebagai petani dan nelayan.

Selain padi, produk yang terkenal dari Indramayu adalah mangga. Banyak penduduk Indramayu yang menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau TKW (Tenaga Kerja Wanita). Di Kabupaten Indramayu yang terdaftar pada  2010 ada 480 Perusahaan dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 11.580 orang.

Memilih Jadi TKI

Menjadi TKI ke luar negeri masih menjadi pilihan bagi banyak warga di Kabupaten Indramayu. Mayoritas dari mereka adalah kaum perempuan yang bekerja di sektor informal sebagai asisten rumah tangga. Berdasarkan data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Indramayu, jumlah TKI asal Kabupaten Indramayu pada 2017 mencapai 17.658 orang. Dari jumlah tersebut, 14.667 orang di antaranya adalah perempuan. Sedangkan pada 2016, jumlah TKI mencapai sekitar 16.000 orang.

Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih menuturkan, setiap tahunnya jumlah TKI asal Kabupaten Indramayu memang meningkat. Bahkan, Kabupaten Indramayu dan Lombok kerap saling susul-menyusul menduduki posisi pertama pengirim TKI terbanyak dibanding daerah lainnya di Indonesia.

Wulan mengakui, jumlah perempuan yang bekerja ke luar negeri lebih banyak dibandingkan laki-laki. Itu berarti, mayoritas TKI asal Indramayu bekerja pada sektor informal seperti asisten rumah tangga. Sedangkan laki-laki yang menjadi TKI, rata-rata bekerja pada sektor formal dan memiliki keahlian khusus.

Sri mengungkapkan, selama ini pemerintah daerah terus berupaya menggeser pekerja sektor informal ke sektor formal. Namun, dia mengakui, upaya tersebut masih terbentur sejumlah kendala. Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, Juwarih mengungkapkan, banyaknya jumlah warga Indramayu yang bekerja menjadi TKI ke luar negeri disebabkan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.

Untuk itu, Juwarih berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi. Salah satunya dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. “Jadi warga tak perlu pergi jauh dari keluarganya untuk mencari nafkah,” kata Juwarih seperti dilansir Antaranews, beluma lama ini.

Juwarih menjelaskan SBMI Indramayu Jawa Barat, menerima 34 aduan penipuan dengan modus penawaran kerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). “Korban yang mengadu ke SBMI Indramayu sejumlah 34 orang, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta,” kata Juwarih.

Dari 34 orang calon PMI tersebut yang mengadu ke SBMI, kata Juwarih, rata-rata diiming-imingi oleh pelaku dengan informasi lowongan kerja ke negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan sebagai PMI formal.

Mereka dijanjikan pekerjaan sedang tersedia, proses cepat dan gaji besar, akan tetapi setelah mengikuti arahan para pelaku, ternyata mereka ditipu. “Dengan perekrut yang berbeda-beda, dari 34 orang CPMI tersebut yang menjadi korban penipuan dengan modus perekrutan ke Taiwan sebanyak 24 orang, Korea Selatan tujuh orang, sisanya ke Jepang,” ujarnya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.