420.000 Ibu Hamil saat Isolasi, Program KB Gagal?

Tercatat setidaknya 420.000 kehamilan baru di tengah pembatasan sosial dan imbauan untuk melakukan isolasi diri di Indonesia.

JEDA.ID--Tercatat setidaknya 420.000 kehamilan baru di tengah pembatasan sosial dan imbauan untuk melakukan isolasi diri di Indonesia.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan ada ratusan ribu lebih kehamilan bari selama masa pembatasan sosial pencegahan Corona diberlakukan. Angka kehamilan baru ini disebut-sebut kehamilan di luar program alias tidak direncanakan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, memprediksi, setidaknya pada awal tahun depan, bisa mencatat adanya 420.000 bayi yang lahir.

Angka ini didapat berdasarkan 10 persen dari 28 juta anggota keluarga berencana yang mengalami kesulitan dalam mengontrol kelahiran. Catatan BKKBN, sekitar 4,8 juta bayi dilahirkan setiap tahun di Indonesia.

“Jika Anda berencana untuk hamil, sekarang bukan waktu yang tepat dan tolong jangan hentikan penggunaan alat kontrasepsi Anda,” kata Hasto, seperti dilansir AFP, Selasa (19/5/2020).

Selama pandemi ini, klinik kesehatan kecil banyak yang tutup sementara. Dokter dan bidan juga membatasi jumlah pasien semenjak Indonesia menerapkan pembatasan sosial.

Hal inilah yang dianggap membuat sebagian orang di Indonesia untuk mengakses kontrasepsi. Sebab, orang banyak yang mematuhi anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah, kecuali jika ada keadaan darurat.

“Saya kira banyak orang tidak melihat kontrasepsi sebagai keadaan darurat,” ujar Hasto.

Untuk itu, BKKBN, telah mengirim staf ke rumah-rumah warga untuk membantu penyediaan alat kontrasepsi (IUD) dan alak kontrasepsi lainnya.

Hasto mencatat, kurang lebih 95 persen pengguna kontrasepsi di Indonesia adalah wanita. Sementara pria, lebih sedikit yang menggunakan kondom saat berhubungan.

Potensi 400.000 lebih kehamilan tidak direncanakan di Indonesia selama work from home tengah jadi perbincangan. Prediksi ini banyak diberitakan oleh media asing.

Waspada, Ini 7 Penyakit yang Mengancam Setelah Lebaran

Rentan

Selain lanjut usia dan orang sakit, ibu hamil menjadi golongan yang mengalami kekhawatiran besar menyusul pandemi virus Corona. Mereka harus menjalani pemeriksaan rutin menjelang persalinan. Belum lagi kecemasan lain jika harus melahirkan di tengah ancaman Covid-19.

Namun, ibu hamil tidak perlu terlalu waswas. Ahli kesehatan di New York memiliki trik untuk mengatasi kecemasan persalinan di tengah pandemi virus Corona.

Direktur layanan perinatal di NYC Health + Hospitals/Lincoln Kecia Gaither meminta ibu hamil mendiskusikan keperluan dan situasi kepada dokter kandungan sebelum tiba di rumah sakit.

Dengan begitu, ibu hamil sudah tahu hal apa yang diperlukan ketika tiba di rumah sakit. Selain itu, dia juga tahu langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi diri ketika berada di rumah sakit.

Bila ibu hamil mengalami gejala Covid-19, maka perlu membicarakan kondisinya lebih dulu. Jadi, dokter dan tim medis rumah sakit akan mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk ibu hamil.

“Jika positif virus Corona, dia harus ditempatkan di ruang isolasi. Begitu pula sang bayi saat lahir juga akan diisolasi untuk diuji positif atau negatif Covid-19,” ungkap Gaither dilansir Fox News.

Lebih Fleksibel

Gaither mengungkapkan, dokter kandungan atau dokter anak pasti memberikan bimbingan terhadap langkah-langkah yang perlu diambil sembari menunggu situasi klinis. Di samping itu, Gaither juga menyarankan semua ibu hamil agar lebih fleksibel dalam melakukan persalinan.

Ibu hamil yang melahirkan di rumah sakit disarankan untuk tidak menerima tamu sampai bayinya diperbolehkan pulang. Langkah itu disebut bisa mengurangi angka penyebaran Covid-19 semakin meluas.

“Kita bisa menjangkau keluarga dan teman melalui media sosial dan obrolan video,” ujar Gaither.

Dia juga menyarankan agar ibu hamil yang mengalami tanda-tanda depresi harus menghubungi penyedia layanan kesehatan dan meminta bantuan kesehatan tambahan. Selain itu, semua ibu hamil juga perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menghindari jalanan dan orang sakit.

Bisa Sebabkan Kanker Hingga Mandul, Jangan Taruh Handphone di 6 Tempat Ini

Vitamin D

Gaither juga menyarankan ibu hamil melakukan tes kadar vitamin D dalam tubuh. “Vitamin D sangat penting bagi orang yang sedang mengisolasi diri di dalam rumah selama wabah virus corona Covid-19. Karena kondisi ini berpotensi membuat seseorang tidak mendapatkan sinar matahari,” jelasnya.

“Sebuah penelitian juga menunjukkan risiko kelahiran prematur berkurang sebanyak 60 persen ketika wanita hamil memiliki kadar vitamin D dalan darah sebanyak 40 mg/ml atau lebih tinggi.”

Jelang persalinan, ibu hamil harus tetap tenang dan santai agar tetap fokus pada perawatan prenatal. Pastikan pula perawatan konsultasi dengan dokter lebih dulu untuk mengevaluasi langkah selama pandemi virus Corona.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.