Sebar Foto-Foto Cantik Sang Selir, Ini Kontroversi Raja Vajiralongkorn dari Thailand

Kerajaan Thailand secara langka merilis foto-foto dan biografi Sineenat Wongvajirapakdi yang dikenal sebagai selir Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn.

JEDA.ID—Kerajaan Thailand secara langka merilis foto-foto dan biografi Sineenat Wongvajirapakdi yang dikenal sebagai selir Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. Selama ini sosok Sineenat jarang muncul di depan umum.

Seperti dilansir detikcom dari AFP, Selasa (27/8/2019), dalam foto-foto itu, Sineenat tampak sedang berlatih menembak, menerbangkan pesawat dan bersiap untuk terjun payung.

Sineenat yang baru berusia 34 tahun ini merupakan bekas perawat militer. Saat Raja Vajiralongkorn berulang tahun ke 67 pada Juli lalu, Sineenat dianugerahi gelar ‘Chao Khun Phra’ atau Selir Kerajaan Thailand.  Dia menjadi wanita pertama yang meraih gelar kehormatan dalam Kerajaan Thailand selama nyaris satu abad terakhir. Kumpulan foto-foto langka yang dirilis Kerajaan Thailand terdiri daris 60 foto Sineenat, baik yang diambil secara candid maupun yang menunjukkan Sineenat sedang beraksi.

Sedangkan biografinya terdiri atas 46 halaman. Foto-foto dan biografi itu tertanggal pekan lalu, namun baru mulai beredar online pada Senin (26/8/2019).

Sejarah Thailand

Asal mula Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Thailand dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India.

Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat. Thailand tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa. Sebuah revolusi tak berdarah pada 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional sekaligus mengawali munculnya kerajaan Thailand modern.

Nasionalisme

Perubahan nama dari Siam menjadi Thailand sendiri baru diumumkan Perdana Menteri Plaek Pibulsonggram (Phibun) pada 1939. Pemerintahan Perdana Menteri Phibun ini ditandai dengan bangkitnya nasionalisme Thai.

Pada Januari 1941, Thailand menginvasi Indochina Prancis, dan memulai perang Thai-Prancis. Thailand berhasil merebut Laos, sedangkan Prancis memenangkan pertempuran laut Koh-Chang. Perang tersebut berakhir lewat mediasi Jepang. Prancis dipaksa Jepang untuk melepaskan wilayah sengketa kepada Thailand.

Dalam perang dunia II Thailand memberi hak kepada Jepang untuk menggerakkan pasukannya dalam wilayah Thailand menuju Malaya, yang pada saat itu dikuasai Inggris.

Pada bulan Desember 1941 Thailand dan Jepang menyetujui persekutuan militer yang berisi persetujuan Jepang untuk membantu Thailand untuk merebut kembali wilayah yang diambil Britania dan Prancis (Shan, Malaya, Singapura, sebagian Yunnan, Laos dan Kamboja). Sebagai imbalannya, Thailand akan membantu Jepang menghadapi Sekutu.

Setelah kekalahan Jepang,Thailand diperlakukan sebagai negara yang kalah oleh Britania dan Prancis. Thailand kemudian menjadi sekutu Amerika Serikat menghadapi ancaman komunisme. Pada 1967, bersama-sama dengan Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina, Thailand mendirikan ASEAN dan aktif sebagai anggota di dalamnya.

Monarki Konstitusional

Thailand dipimpin dengan sistem pemerintahan monarki konstitusional, namun keluarga kerajaan sangat dihormati oleh warga Thailand dan memiliki pengaruh yang besar. Foto-foto dan informasi detail tentang selir Raja yang dirilis oleh Kerajaan Thailand memberikan gambaran tidak biasa soal kehidupan pribadi anggota kerajaan. Namun tampaknya warga Thailand tak bisa berkomentar banyak.

Mengingat, Thailand juga memiliki undang-undang yang ketat, disebut lese majeste, yang melarang kritik terhadap kerajaan. Hukum telah melindungi keluarga kerajaan dari pandangan dan pengawasan publik. Berdasarkan Undang-undang Anti-penghinaan Kerajaan, mereka yang mengkritik keluarga Kerjaan akan terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara.

Saat ini Kerjaan Thailand dipimpin oleh Raja Maha Vajiralongkorn. Raja Vajiralongkorn mewarisi takhta ketika ayahnya yang telah lama memerintah, Bhumibol Adulyadej wafat. Setelah diangkat sebagai Raja, Maha Vajiralongkorn Vajiralongkorn menikahi pengawal pribadi dan menjadikannya ratu.

Upacara penobatan yang dilakukan pada Sabtu (4/5/2019) lalu itu dilakukan di saat-saat ketidakpastian politik.
Pemilihan umum diselenggarakan pada 24 Maret lalu, merupakan kali pertama sejak tentara mengambil alih pemerintahan dalam kudeta pada 2014.

Kontroversi Raja Vajiralongkorn

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (straitstimes)

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (straitstimes)

Raja Vajiralongkorn, 67, adalah anak kedua, dan putra pertama, dari Ratu Sirikit dan Bhumibol Adulyadej. Ia pernah sekolah di Inggris dan Australia dan dilatih di Royal Military College di Canberra. Ia kemudian menjadi seorang perwira di angkatan bersenjata Thailand dan mengantungi kualifikasi sebagai pilot pesawat sipil dan pesawat tempur.

Ia menjadi putra mahkota dan penerus resmi takhta kerajaan pada 1972. Ratu Suthida, yang merupakan istri keempatnya, adalah wakil komandan unit keamanan pribadinya. Ia diangkat menjadi jenderal penuh di ketentaraan pada Desember 2016. Berikut adalah fakta dan kontroversi Raja Maha Vajiralongkorn, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Sering di Luar Negeri

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn lebih sering menghabiskan waktunya di luar negeri. Ia memiliki rumah sangat mewah di Munich. Sang raja juga terkenal menjalani kehidupan yang sangat pribadi dan jarang tampil di muka publik.

2. Tato

Pada 2016, ia diketahui berjalan melalui pusat perbelanjaan Jerman mengenakan crop top dan memperlihatkan tatonya. Hal itu diketahui dari sebuah video yang muncul di Facebook. Rekaman itu diketahui telah diambil oleh seorang warga Thailand. Namun kemudian, pihak Facebook didesak untuk memblokir video agar tidak dilihat oleh warga Negeri Gajah Putih.

3. Anjingnya Bergelar Marsekal

Sang raja baru sepertinya sosok penyayang binatang. Ia memiliki anjing bernama Foo-Foo. Sang anjing kemudian diberi gelar sebagai Marsekal Angkatan Udara. Ketika anjing pudel itu mati, dilakukan upacara pemakaman

hingga empat hari.

4. Dikenal Playboy

Vajiralongkorn diklaim sebagai playboy. Ia telah menikah sebanyak tiga kali, pernikahan dengan istri kedua dan ketiga berujung kontroversial. Dia mempunyai tujuh anak dari pernikahannya tersebut

Pada 2014, beberapa anggota keluarga dari mantan istrinya yang terakhir, Srirasmi Suwadee, dipenjara karena tuduhan penghinaan terhadap kerajaan, penyalahgunaan hubungan dengan kerajaan, pencurian serta penyuapan.

5. Angkat Permaisuri dan Selir

Awal pekan ini, lembaran resmi kerajaan memberitahukan bahwa Vajiralongkorn sekarang menikah secara resmi dengan mantan pramugari Thai Airways. Suthida Vajiralongkorn Na Ayudhya, sang istri,diketahui bertemu dengan raja pada penerbangan beberapa tahun yang lalu. Vajiralongkorn kemudian menunjuknya sebagai wakil pengawal kerajaan.

Pada Desember 2016, Suthida dipromosikan menjadi jenderal di pasukan Kerajaan Thailand. Ia juga mendapatkan sejumlah penghargaan kerajaan. Menurut laporan media, wanita berusia 40 tahun itu pernah mengenyam pendidikan di sebuah universitas swasta di Bangkok. Saat itu, ia belajar ilmu komunikasi

Tak lama berselang, Raja Vajiralongkorn kemudian mengangkat kekasihnya Sineenat Wongvajirapakdi sebagai selir resmi. Upacara pengangkatan selir ini dilakukan di hadapan permaisurinya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.