Pengakuan Orang-Orang yang Kerap Dianggap Anak Indigo

Kemampuan anak indigo tak serta merta tentang hal mistis. Kemampuan mereka berasal dari daya otak yang mampu bekerja lebih dari manusia pada umumnya.

JEDA.ID–Inilah kisah tentang mereka yang kerap dianggap sebagai anak indigo. Gara-garanya, mereka mengaku bisa melihat makhluk halus.

”Saya anggap kemampuan saya ini sebagai kekurangan. Karena saya kadang merasa takut. Terganggu juga karena kadang mereka usil. Selain itu, juga merusak pikiran saya. Jadi kalau saya enggak bisa lawan rasa takut, bakal jadi masalah untuk psikologi saya.”

Itulah pengakuan Wildan, 20, warga Bandung, Jawa Barat. Selama ini anak indigo selalu identik dengan kelebihannya yang bisa melihat makhluk halus atau membaca masa depan. Wildan pun kerap dianggap sebagai anak indigo karena mengaku bisa melihat makhluk halus sejak kelas VII SMP.

Dia mengaku lingkungannya tidak masalah dengan kemampuannya. Karena ia adalah sosok yang sedikit tertutup. Wildan berkisah menyukai berbagai hal yang berwarna gelap, termasuk kucing anggora warna hitam hingga bangunan tua.

Namun, Wildan mengaku tidak menyukai permakaman, apalagi mencium wewangian seperti dupa. Ia mengaku selalu membayangkan seperti kerajaan-kerajaan dan bangunan aneh.

Ia mengaku awal mula memiliki kemampuan tersebut lantaran demam 14 hari yang tak kunjung sembuh. Demam yang dialaminya bukan karena demam berdarah atau penyakit lainnya. Saat diperikasakan ternyata hanya demam biasa. Setelah itu, tiba saat malam kelahirannya ia melihat makhluk halus untuk kali pertama.

Dia menyebut kemampuan yang ia miliki bukan karena ia anak indigo. Melainkan kemampuan biasa karena ia tidak dapat melihat masa depan. Meskipun ia pernah bermimpi dan mimpi itu menjadi kenyataan.

”Makanya aku anggap kekurangan karena takut mengganggu kesehatan,” ujar Wildan kepada jeda.id, Kamis (15/8/2019).

Lupa Nama

Cerita serupa datang dari Iskandari 23, warga Boyolali, Jawa Tengah. Dia mengaku pada 2013 lalu awalnya sering bermain di permakaman hingga seperti orang linglung yang tidak nyambung saat diajak berkomunikasi. Puncaknya dia semakin lupa dengan nama-nama orang yang dikenalnya. Hanya keluarga inti saja yang namanya diingat.

Iskandar mengalami hal itu selama 1 bulan. Tiba-tiba saja sembuh dan baru dia mulai bisa merasakan adan melihat makhluk halus. ”Saya anggap kemampuan saya ini adalah kekurangan. Karena tidak semua hal-hal yang dapat saya lihat itu enak untuk dilihat,” tambah Iskandar.

Dia mengaku saat ini tidak terlalu gamblang bisa melihat makhluk halus. Menurutnya, dia hanya memiliki kelebihan indra, bukan anak indigo.

”Kalau indigo sudah pasti punya indera lebih. Punya kelebihan indera belum tentu indigo. Kalau anak indigo punya kepekaan yang tinggi. Seperti merasakan firasat tertentu di waktu yang akan datang. Saya tidak bisa melakukan itu. Biasanya yang bisa seperti itu sudah bawaan dari lahir,” ujar dia.

Rima, 20, mahasiswi di Kota Solo mengakui kemampuan melihat makhluk halus kerap dianggap sebagai kelebihan. Namun, juga kadang menjadi kekurangan karena menjadi jarang fokus. Rima mengaku bisa melihat makhluk halus sejak SD.

”Dari segala macam bentuk. Awal-awal saya terganggu. Tapi lama kelamaan sudah bisa mengatur dan sudah mending. Tidak terlalu takut seperti dulu,” kata dia.

Selama ini anak indigo kerap menjadi sorotan karena kemampuan yang mereka miliki. Asal mula istilah indigo muncul pada 1970 yang dikemukakan oleh seorang konselor Nancy Ann Tape.

Tak Selalu Hal Mistis

Dia meneliti bahwa setiap manusia memiliki aura yang berbeda. dan aura itu terhubung dengan kepribadian seseorang. Bagi mereka yang memiliki warna aura nila atau campuran warna biru dan ungu disebut-sebut memilki kelebihan khusus atau indera keenam.

Kemampuan indigo tak serta merta tentang hal mistis. Kemampuan mereka berasal dari daya otak yang mampu bekerja lebih dari manusia pada umumnya. Hingga akhirnya mereka memiliki kemampuan telepati, mendapat vision atau pandangan.

”Kalau memiliki kecerdasan yang tinggi, anak itu dikatakan gifted. Kalau hanya memiliki kemampuan spiritual, maka ia disebut cenayang. Anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi dan kemampuan spiritual, oleh karena itu ia disebut talented atau berbakat istimewa,” jelas dr Erwin yang pernah menjadi penasihat Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indigo (YPPAI) sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Menurut Suzy Yusnadewi, psikiater anak dari Klinik Talenta Center, pada umumnya tidak ada yang salah dengan anak indigo, karena anak-anak ini juga terbilang normal hanya saja ia berbeda.

Perbedaan ini terletak pada kemampuan lebih yang dimiliki oleh anak-anak indigo. “Anak indigo adalah anak berkebutuhan khusus dan berkarakteristik khusus dengan perilaku berbeda.”

Suzy menuturkan anak-anak indigo cenderung memiliki sifat yang menyendiri, berhalusinasi dan sulit bersosialisasi. Ada yang mengkategorikan anak indigo mirip dengan schizofrenia, tapi secara kognitif atau daya pikir kecerdasan dia normal.

”Karena dia punya perilaku berbeda atau biasa orang sebut indera keenam, anak indigo biasanya bisa melihat makhluk halus atau peristiwa yang akan datang, tapi secara medis itu masih kontroversi,” ujar Suzy. Dia menuturkan ada beberapa ciri yang biasa dimiliki oleh anak indigo.

  1. Memiliki kemampuan di luar akal sehat
  2. Punya pemikiran sendiri
  3. Sering tidak bisa atau sulit untuk konsentrasi
  4. Suka mengkhayal
  5. Sering diam
  6. Bisa menceritakan suatu hal secara detail meski dia tidak mengalaminya, misalnya ia bisa menceritakan temannya secara detail tapi saat bertemu secara nyata dengan temannya itu ia tidak bisa akrab.

Jadi anak indigo itu tidak selalu identik dengan bisa melihat makhluk halus saja, namun banyak hal seperti memiliki kemampuan tajam untuk mengamati dengan daya ingat yang sangat baik.

Ditulis oleh : Ardea Ningtias Yuliawati/Danang Nur Ihsan

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.