Kisah Sukses Menhub Budi Karya Melawan Virus Corona

Setelah dinyataka sembuh, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap optimistis melawan virus Corona.

JEDA.ID – Setelah dinyatakan positif virus corona pada pertengahan Maret lalu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tetap optimis menjalani hari-harinya selama masa karantina.

Sebelum didiagnosis terjangkit Covid-19, ia bahkan tidak tahu kalau dirinya terinfeksi virus tersebut. Hal ini karena hasil laboraturium yang keluar menyatakan ia terkena sakit tifoid atau tifus dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Namun di tengah perawatan, akhirnya ia dinyatakan terinfeksi virus corona dan harus menjalani perawatan intensif. Setelah dinyatakan sembuh, ia membagikan pesan-pesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap optimistis melawan virus mematikan ini.

Menjabat sebagai Menhub membuat Budi Karya jarang mengambil jatah libur, termasuk saat akhir pekan. Melansir dari Detik.com, Sabtu (9/5/2020) bahkan sebelum dinyatakan positif Covid-19 ia masih menjalani sederet aktivitas agenda rapat dan kunjungan kerja.

Saat dirawat, dirinya sempat tidak sadarkan diri selama dua pekan. Setelah dinyatakan sembuh, ia membagikan pesan kepada masyarakat Indonesia khususnya yang mengalami hal serupa untuk terus bersama melawan virus corona. Berikut beberapa kiat Budi Karya Sumadi yang dilakukan untuk melawan virus corona seperti melansir beberapa sumber:

Risiko Penyakit dan Empat Cara Kurangi Ketagihan Junk Food

Fokus pada pengobatan

Setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat dan sempat tidak sadarkan diri, pada hari keempat Budi Karya akhirnya siuman. Tentu setelah sadar, dirinya belum terlalu fokus pada urusan kepemerintahan.

Karena yang diutamakan adalah kesehatan dirinya sendiri. Selain itu tugasnya juga sudah diambil alih oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Kepada rekan medis yang menanganinya, Budi Karya meminta dirinya untuk dipulangkan ke rumah dengan alasan ruangan yang ia tempati dapat bermanfaat bagi orang yang lebih membutuhkan.

Permintaan tersebut akhirnya disetujui oleh tim medis, lalu Menhub diizinkan untuk pulang dan menjalani perawatan di rumah dibantu dengan istri dan anaknya. Tak hanya itu, Budi Karya juga meminta agar dikunjungi satu dokter dalam satu hari.

Setelah disetejui oleh dr Budi dan dr Miyoto, Menhub akhirnya pulang pada 31 maret. Saat menjalani pemulihan di rumah, Menhub mengaku dokter melakukan kunjungan ke rumahnya dengan pakaian robot.

Namun, ia tidak dikunjungi satu dokter saja. Dalam satu hari Budi Karya bisa dikunjungi dua hingga tiga dokter untuk melakukan pemeriksaan. “Ada yang setiap hari, ada yang tiga kali sehari, sehingga terjadi [kesehatan] yang memadai,” ucapnya seperti mengutip dari Okezone.

Melatih diri sendiri untuk optimis dan mandiri

Walaupun dirawat oleh tim medis yang ahli dan berpengalaman tidak lekas membuat Budi Karya berpangku tangan dan mengandalkan mereka. Ia tetap membantu dengan selalu bersemangat dan melakukan beberapa kegiatan ringan atas usahanya sendiri.

“Di sana dokter suster baik-baik, tapi saya harus mandiri, harus punya semangat. Bagaimana mesti duduk, ke belakang, harus doyan makan. Itu improve, itu tidak serta-merta terjadi karena dokter dan suster yang melakukannya,” terangnya.

Kadang Mengganggu, Ini Tips Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Menekankan doa merupakan cara yang paling mujarab

Menurut Budi, doa dan dukungan yang dikirimkan oleh semua rekan-rekannya merupakan obat yang paling mujarab agar dirinya segera pulih dari penyakit yang dideritanya selama menjalani perawatan.

Hal ini ia ucapkan dalam wawancara eksklusif Budi Karya dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi, pada Selasa (5/5/2020). Menhub menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua yang telah mendokan dirinya seperti teman Sekolah Menengah-nya, para alumnus Universitas Gadjah Mada, hingga teman-teman wartawan.

Budi Karya juga mengucapkan rasa terimakasihn kepada Presiden Jokowi. Ia merekam sendiri kondisinya saat dirawat yang tampak memakai selang sebagai alat bantu yang masih melekat di hidungnya.

“Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulilah irabbil Alamin, Bapak Presiden, terima kasih atas dukungannya,” katanya berdasarkan sebuah rekaman video yang dilansir dari Liputan6.

Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tim medis yang telah berada di garis depan untuk menangani dan merawat pasien khususnya yang terinfeksi Covid-19. Budi Karya mengaku merasakan upaya perawatan yang maksimal dari dokter RSPAD Gatot Subroto.

Pesan untuk masyarakat Indonesia

Budi karya mengatakan bahwa penyakit Covid-19 yang dideritanya ini merupakan sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi dalam hidupnya. Untuk itu ia berpesan kepada siapa pun yang sedang mengalami seperti apa yang ia rasakan untuk selalu semangat.

Ia juga mengajarkan bahwa lewat kejadian ini, masyarakat Indonesia harus menanamkan nilai solidaritas dan kebersamaan dalam melawan sebuah penyakit.

“Maka, saya katakan bahwa pemerintah ingin ini dengan segera [selesai]. Presiden selalu mengatakan, Yuk kita lakukan [bersama-sama]. Sebagian mendorong, sebagian mem-bully, jangan dong. Kita harus kompak, kalau enggak kompak, enggak bisa,” ujarnya.

Ditulis oleh : Ria Sari Febrianti

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.