Identitas Asli Azura Luna, Sosialita Gadungan Kediri Buron Interpol

Sebelum jadi sosialita, Azura Luna pindah ke Hong Kong pada 2003.

JEDA.ID – Sosialita Hong Kong asal Indonesia, Azura Mangunhardjono alias Azura Luna, menjadi buronan Interpol lantaran kasus penipuan. Sosok ini dengan cepat mengisi daftar pencarian di mesin pencari Internet di sejumlah negara.

Dilansir South China Morning Post, 5 Desember 2019, Azura dikenal juga sebagai sosialita cantik yang hidupnya bergelimang harta. Ia juga diketahui sebagai kolektor tas mewah dan memiliki akses masuk ke kalangan borjuis Hong Kong. Tapi belakangan diketahui, semua hal itu adalah cerita bohong.

Status Sosial hingga Gaya Hidup di Balik Barang Fashion Bernilai Miliaran Rupiah

Buron Interpol

Kasus Azura pertama kali terungkap oleh media lokal Hong Kong. Kasusnya kian ramai setelah South China Morning Post merilis laporan mengenai perempuan asal Kediri, Jawa Timur itu, dengan judul The Rise and Fall of Hong Kong Socialite Azura.

Dalam tulisan itu, Azura disebut melakukan serangkaian penipuan selama beberapa tahun terakhir dengan berpura-pura menjadi sosialita Hong Kong yang lahir dari keluarga amat kaya di Indonesia.

Sebuah situs muncul untuk memberikan informasi tentang aksi-aksi kebohongan Azura agar kejadian yang sama tak menimpa orang lain.

Dalam laman Azuramangunhardjono.com, tertulis semua rekam jejaknya. Situs ini sekaligus menjadi wadah berkumpulnya para korban Azura.

Dari ulasan lain di laman Scamion, diketahui jika nama asli wanita Indonesia ini adalah Enjang Widhi Palupi dan lahir di Kediri tahun 1978. Hingga kini keberadaan Azura belum diketahui dan semua media sosial yang berkaitan dengannya tak bisa diakses.

Habis Jilboobs, Terbitlah Solehot

Sosialita Gadungan

Salah satu korbannya, seorang ahli teknologi asal New York, Jason, Azura mengaku sebagai salah satu korban, Kepada Jason Azura mengaku putri Kraton dan kedua orang tuanya masuk di antara 10 orang terkaya di Indonesia.

Melansir Vice.com, ia mengaku sosialita yang sering bepergian ke luar negeri dengan jet pribadi. Keluarganya masuk dalam 10 orang paling kaya di Indonesia. Untuk menopang gaya hidupnya yang mewah, ia punya penghasilan mencapai US$150 ribu sebulan ditambah oleh warisan ayahnya sebesar US$30 juta.

Azura menambahkan kalau ibunya adalah pengacara jet set yang pernah membantu pemenangan Bill Clinton sebagai presiden. Selain itu, Azura memiliki sebuah apartemen yang sangat mewah di Robinson Road, lengkap dengan rangkaian bunga dan baby grand piano.

Azura memang penipu ulung kelas dunia. Dengan hanya bermodal mulut manisnya, ia bisa membuat siapapun takluk dan menuruti apa yang ia mau. Azura menjerat korbannya dengan menjadikan mereka sosok yang dekat dengannya.

Dilansir Post Magazine, menurut pengakuan teman-temannya, Azura memiliki kepribadian yang menyenangkan. Ia supel, sangat komunikatif dan selalu cepat akrab dengan orang lain.

Melihat wanita cantik dengan kepribadian seperti itu, pria mana yang tak melirik? Termasuk Jason, yang belakangan justru menyadari jika ia jatuh cinta pada wanita yang salah.

Jason mengaku terpukau dengan gaya hidup wanita ini. Ia pernah diundang ke apartemen mewah Azura yang terletak di kawasan mewah dengan biaya sewa mencapai ratusan juta.

“Ada seorang asisten rumah tangga di sana, bernama Sunita. Azura mengatakan kalau Sunita telah bersama keluarganya selama 40 tahun,” kata Jason.

Namun, yang dikatakan Azura adalah sebuah kebohongan. Sunita sendiri yang mengaku bahwa ia belum lama kenal dengan Azura. Sunita baru mengenal Azura selama beberapa minggu. Sebelumnya, Sunita bekerja menjadi perawat lelaki tua.

Raline Shah yang Makin Memikat

Asisten Rumah Tangga

Perkara asisten rumah tangga, rupanya bukan sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, Azura pernah menipu asisten lamanya. Dia pernah absen, tidak membayar gaji asisten rumah tangganya.

Salah satu ART Azura yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa uang gajinya tidak dibayar sebesar 76 ribu dolar Hong Kong atau setara Rp136 juta. ART ini sudah bekerja dengan Azura selama 8 tahun. Ia telah mengajukan ini ke pengadilan buruh.

Selain Jason, ada pria bernama Robert. Azura menjadikan Robert sebagai pacarnya lalu melakukan penipuan.

Saat pacaran dengan Robert, Azura meminta sang pacar untuk membantu pemakaman ayahnya sebesar US$150 ribu (sekitar 2 Miliar lebih). Selain itu, ia juga meminta tambahan donasi US$30 ribu demi sebuah kegiatan amal.

Sayang, saat Robert memastikan hal itu kepada yayasan amal, tak ada penyumbang atas nama Azura atau Robert. Kejadian yang sama menimpa Diane, sahabat lama Azura. Ia meminjam lukisan mahal Diane untuk sebuah acara, namun lukisan itu tak pernah kembali lagi pada sang pemilik.

Sampai saat ini, para korban bersatu dan ramai-ramai melaporkan Azura pada pihak berwajib. Perempuan 41 tahun itu kini menjadi DPO dan orang paling diburu di Hong Kong.

Tak hanya itu, banyak orang yang tertipu oleh Azura terkait hal-hal kecil, dari pembantunya yang belum dibayar selama 8 tahun, utang kepada pembersih karpet dan perawat bunga apartemennya, hingga kabur dari salah satu hotel Italia tanpa membayar.

Fakta Idham Azis, Calon Tunggal Kapolri Berpengalaman Berantas Terorisme

Sosok Asli

Sebelum jadi sosialita, Azura Luna pindah ke Hong Kong pada 2003. Kepindahannya ke sana karena menikah dengan pengusaha hotel, Brad Kirk. Pernikahannya kandas, Azura berpisah dengan Kirk sekitar sembilan tahun lalu.

Sejak itu, ia terus-menerus bepergian ke luar negeri. Ia datang dari acara satu ke acara lain, kemudian melebarkan lingkaran pertemanannya.

Hingga kini belum ada yang bertemu langsung dengan orang tua Azura. Dalam sebuah unggahan Facebook, Azura menulis bahwa ibunya tinggal di San Sebastián de Los Reyes, Madrid, Spanyol.

Dalam wawancara dengan Post Magazine, Azura Luna mengaku berada di Luanda, di Angola, tempat dia bekerja dengan organisasi amal. Saat ditanya asal-usulnya, mata Azura mendadak berkaca-kaca, suaranya bergetar.

“Saya kehilangan orang tua ketika saya berusia 11 tahun. Mereka adalah humanitarian internasional dan tewas di Timor Timur, terperangkap dalam baku tembak, melindungi saya dari peluru,” katanya. “Ibu saya berasal dari Gujarat, di India, ayah saya adalah orang China-Belanda-Indonesia,” sambungnya.

Ia menambahkan, orang tuanya telah bertemu di Madrid. Saat ibu Azura bekerja di museum Prado dan ayahnya sedang berkunjung dalam perjalanan backpacking jauh dari studinya di Jerman.

“Itulah alasan aku seorang hopeless romantic dan terlibat dalam semua masalah ini sepanjang waktu,” ujarnya. “Saya lahir di Jerman. Saya tidak pernah tinggal di Indonesia, kecuali di Bali ketika saya bersama calon suami saya,” lanjut Azura.

Dia bertemu mantan suaminya, Brad Kirk di Grand Hyatt Jakarta. Ia mengaku kala itu dia membantu para tunawisma yang tinggal di dekat sungai yang sering banjir.

Di balik pemaparannya tentang asal-usulnya yang sangat meyakinkan, seseorang yang disamarkan namanya memberi tahu fakta lain. Nama asli sosialita itu bukan Azura Luna Mangunhardjono melainkan Enjang Widhi Palupi. Ia lahir di Kediri, 27 Oktober 1978.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.