Gojek Vs Grab, Adu Kuat Bakar Uang

Gojek menggunakan dana investasi untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia. Sedangkan Grab berencana menginvestasikan sebagian besar dana investasinya di Indonesia.

JEDA.ID–Adu kuat Gojek vs Grab kian sengit. Dua aplikasi penyedia jasa transportasi online ini sama-sama “membakar uang” demi menguasai pasar.

Perang tarif yang dilakukan dua decacorn Asia Tenggara ini diyakini terus berlanjut. Diprediksi Gojek dan Grab baru “membakar uang” sebanyak 10% sebagaimana disebutkan dalam situs TechCrunch, awal April 2019.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika menilai persaingan Gojek dan Grab sudah memasuki kondisi yang tidak sehat.
“Mereka menggunakan predatory promotion dan deep discounting untuk menarik perhatian masyarakat,” kata dia di Jakarta, Jumat (21/6/2019), sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (22/6/2019).

Strategi Gojek dan Grab yang melakukan predatory promotion sangat berbahaya bagi kelangsungan industri transportasi online. Sebab hal tersebut dilakukan untuk mematikan pesaing dan mengarah ke persaingan tidak sehat.

Dia melihat promosi oleh Gojek dan Grab cenderung membakar modal untuk penguasaan pangsa pasar. Mereka melakukan promosi berupa diskon hingga mencapai harga yang tidak wajar. Selain itu, promosi dilakukan dalam jangka waktu lama yang melebihi kelaziman dan terindikasi mematikan pelaku usaha lainnya.

Bila kondisi ini terus terjadi bisa menciptakan monopoli saat salah satu aplikator itu tumbang. Kondisi ini akan langsung memperlemah posisi tawar para mitra dan konsumen.

“Saya memberi contoh di Singapura. Pasca-akuisisi Uber oleh Grab, tarif dinaikkan hingga 10%-15% dari Maret-Juli 2018 dan diprediksi meningkat drastis 20-30 persen hingga 2021,” ujar dia.

Di saat bersamaan, besaran insentif bagi mitra pengemudi juga ditemukan menurun secara signifikan pasca akuisisi.

Gojek dan Grab merupakan aplikasi transportasi online yang sama-sama menyandang status decacorn.  Mereka adalah startup yang memiliki valuasi atau nilai sedikitnya US$10 miliar.

Pendanaan Gojek

gojek vs grab

Salah satu acara yang digelar Gojek (Gojek)

Gojek pada Februari 2019 mengumumkan tentang rampungnya fase pertama dari putaran pendanaan Seri F yang dipimpin Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.

Dana investasi yang terkumpul digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia serta memperkuat ekspansi Gojek di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran Gojek di Singapura, Go-Viet di Vietnam, dan Get di Thailand.

CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan Gojek sukses memelopori Super App di mana jutaan pengguna dapat mengakses berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, para pelaku wirausaha dan mitra dapat mengakses pelanggan dan meningkatkan pendapatan.

“Gojek berawal dari ride-hailing. Dalam waktu singkat kami telah menjadi pemimpin industri di berbagai layanan utama, seperti transportasi, layanan pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, dan layanan mitra usaha. Go-Food telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara. Sementara Go-Pay melejit menjadi platform pembayaran digital terdepan di Indonesia yang memfasilitasi tiga perempat dari pengguna mobile payment di Indonesia,” sebut Nadiem sebagaimana dikutip jeda.id dari laman Gojek, go-jek.com.

Grab Fokus ke Indonesia

Sedangkan Grab pada Maret 2019 mengumumkan telah menerima pendanaan dari Softbank Vision Fund (SVF) senilai US$1,46 miliar. Dengan putaran pendanaan Seri H kali ini, Grab telah menerima total pendanaan lebih dari US$4,5 miliar. Investor lain yang termasuk dalam putaran pendanaan Seri H adalah Toyota Motor Corporation dan Oppenheimer Funds. Kemudian Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Grab berencana menginvestasikan sebagian besar dari dana investasinya di Indonesia. Anthony Tan, Grab’s Co-Founder and CEO, mengatakan investasi ini merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab sebagai Super App nomor satu di Asia Tenggara.

“Ke depannya, kami bertujuan untuk terus meningkatkan taraf kehidupan jutaan masyarakat di Asia Tenggara. Kami menyediakan peluang yang dapat meningkatkan penghasilan mereka melalui platform kami. Kami memberikan berbagai pilihan serta kenyamanan untuk para pengguna,” kata dia sebagaimana dikutip dari laman Grab, grab.com.

gojek vs grab

Salah satu acara Grab (Grab)

Gojek vs Grab bersaing ketat untuk menguasai pasar layanan pesan-antar makanan. Nadiem mengklaim layanan Go-Food minimal empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya di Indonesia.

Go-Food di Vietnam telah menjadi pemain utama di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi. Dia mengklaim Go-Food merupakan layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

Grab lewat layanan Grab Food menyebut telah tersedia di 178 kota di Indonesia. Volume pengiriman  tumbuh hampir 10 kali lipat dalam periode Desember 2017 hingga Desember 2018. Grab mengklaim Grab Food memiliki jangkauan terluas di Asia Tenggara dan menjadi satu-satunya perusahaan layanan pesan-antar makanan  di enam negara di Asia Tenggara.

“Seiring dengan pertumbuhan bisnis pesan-antar makanan yang kami miliki, mitra kami juga terus mengalami perkembangan bersama Grab Food,” sebut President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Pengawasan KPPU

Harryadin mengatakan melihat kondisi yang ada persaingan Gojek vs Grab kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan besarnya pendanaan yang diterima dua decacorn itu.

Dia pun merekomendasikan pada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memberikan pengawasan bagi persaingan di industri transportasi perkotaan, terutama transportasi online.

“Khususnya untuk menemukan indikasi-indikasi praktek predatory pricing yang mengarah ke persaingan usaha tidak sehat. KPPU juga perlu mendukung upaya-upaya positif pemerintah untuk menjaga keberlanjutan industri transportasi online,” kata dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.