Disegel 50 Tahun, Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian Elvis Presley

Beragam spekulasi mengenai penyebab kematian Elvis Presley sempat mencuat dan simpang siur.

JEDA.ID-Fakta kematian Elvis Presley akhirnya terungkap setelah pihak keluarga merilis hasil autopsi yang disegel selama 50 tahun. Kematian Elvis Presley di usia 43 tahun dilaporkan saat badannya ditemukan tengkurap di lantai kamar mandi rumahnya, di Graceland, Amerika Serikat.

King of Rock n Roll kala itu diduga meninggal dunia karena jatuh di toilet. Sebelum kejadian itu, Elvis Presley mengalami gangguan kesehatan yang menurun drastis selama bertahun-tahun, bahkan ia disebut kecanduan obat-obatan.

Berat badan dirinya pun melonjak drastis karena berbulan-bulan hanya terbaring di tempat tidur dan terus mengonsumsi makanan berlemak.

Bagaimana hasil autopsi Elvis Presley?

Hasil autopsi Elvis Presley menunjukkan sejumlah luka di seluruh tubuh. Hal ini sesuai dengan masalah kesehatannya di tahun 1975 kala membutuhkan perawatan penuh selama 24 jam.

Terlebih dirinya pun diketahui enggan mandi sepanjang tahun 1975. Akibat pola makan serta hidup yang berantakan dan tak sehat, hasil autopsi menunjukkan dirinya mengalami sembelit kronis selama berbulan-bulan sebelum akhirnya meninggal.

Selain itu, hasil autopsi memperlihatkan adanya gangguan feses yang memadat dalam empat bulan di usus Elvis Presley. Ditemukan pula bukti dirinya mengonsumsi banyak obat resep dan obat bebas semasa hidupnya.

Baca Juga: Pergi Belanja Aman Saat Pandemi, Bagaimana Supaya Tidak Tertular Corona?

Fakta kematian Elvis Presley lain yang terungkap, tujuh bulan sebelum tewas, Elvis rupanya meminum 9.000 pil dan melakukan berbagai suntikan ke dalam tubuhnya.

Penuturan sang kekasih

Di hari kematiannya, kekasih Elvis Presley, Ginger Alden menyebut menemukan sang kekasih hanya mengenakan piyama dan bagian celana berada di daerah pergelangan kaki. “Lengannya tergeletak di tanah, dekat ke samping, telapak tangan menghadap ke atas,” sebut Ginger.

“Aku dengan lembut memalingkan wajahnya ke arahku. Sedikit udara keluar dari hidungnya. Ujung lidahnya terkatup di antara giginya dan wajahnya penuh bercak,” katanya seperti dikutip dari detikcom, Rabu (3/2/2021).

“Aku mengangkat satu kelopak mata. Matanya menatap lurus ke depan dan darah merah,” lanjutnya.

Beragam spekulasi mengenai penyebab kematian Elvis Presley sempat mencuat dan simpang siur. Hal ini dikarenakan pihak keluarga meminta untuk merahasiakan hasil tersebut sebelum akhirnya kini diungkap ke publik.

Baca Juga: Negara-Negara Ini Ubah Kebijakan Pemberian Vaksin AstraZeneca Kepada Manula, Mengapa Ya?

Dan Warlick, Kepala Penyelidik untuk Kepala Pemeriksa Medis Kantor Negara Bagian Tennessee, menghadiri autopsi. Dia meyakini teori populer bahwa Elvis meninggal saat berusaha buang air di toilet.

“Sembelit kronis Presley akibat penyalahgunaan obat resep selama bertahun-tahun, makanan tinggi lemak, alkohol, dan kolestrol tinggi sehingga terjadi apa yang dikenal dengan kondisi Valsalva. Sederhananya, daya tekanan tubuh saat buang air membebani aorta perut Elvis dan itu membuat livernya mati,” papar Dan.

Prediksi populer mengenai kematian Elvis adalah penyalahgunaan obat selama bertahun-tahun, tetapi pada tahun 1994, seorang petugas koroner Joseph Davis tidak setuju.

Kini, autopsi yang akhirnya dibuka setelah tersimpan selama 50 tahun menjelaskan bahwa Elvis meninggal akibat sembelit kronis karena gaya hidup yang tidak sehat.

 

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.