Bisa Bikin Mati Mendadak, Apa Sebenarnya Angin Duduk?

Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan.

JEDA.ID – Dunia hiburan tanah air berduka setelah kepergian mendadak Mochamad Syariful Zanna alias Cecep Reza yang meninggal Selasa (19/11/2019). Kematian mendadak seperti yang terjadi pada Cecep bisa karena banyak hal, termasuk yang sering dibicarakan seperti istilah angin duduk.

Menurut cerita dari adik, Rizky, Cecep yang tak bisa dibangunkan oleh putrinya ternyata sudah meninggal dunia. Diketahui, baru satu minggu yang lalu Cecep melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya. Keluarga meyakini, Cecep meninggal karena sakit jantung.

Vanessa Angel melalui unggahan foto dan instastory di akun Instagram mengunggkap rasa duka atas meninggalnya Cecep.

“Ya Allah Cep, baru semalam ketemu kita, ngobrol ketawa-tawa sambil makan enak. Sekarang kamu sudah dipanggil duluan aja sama Tuhan. Semoga amal ibadahmu diterima di sisi-NYA, Cep. Yang tenang ya di sana,” tulis Vanessa dalam unggahan itu.

Menurut Vanessa, Cecep Reza masih dalam keadaan sehat dan ceria ketika bertemu dengannya bersama teman-teman mereka. Mereka pun terlihat berpose bersama dalam foto tersebut.

Sementara di akun Instagram Cecep Reza, dia mengunggah keseruannya bersama Vanessa dan teman-teman itu. Dalam unggahan terakhir instastory-nya, Cecep membagikan potongan video dari salah satu adegan film “Joker”.

Kematian Mendadak

Kematian mendadak seperti yang terjadi pada Cecep Reza bisa terjadi karena banyak penyebab. Salah satu yang sering dibicarakan adalah istilah angin duduk.

Namun jika dilihat dari gejalanya, angin duduk atau angina tak sesuai dengan kronologi meninggalnya Cecep Reza.

Gejala angin duduk berupa nyeri dada seperti ditindih atau ditekan. Gejala ini lebih sering muncul ketika penderitanya sedang beraktivitas, yaitu ketika jantung memompa darah lebih cepat.

Dilansir laman Alodokter, Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik.

Ketika pembuluh koroner ini mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner.

Penyebab penyakit jantung koroner adalah pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut dapat makin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Selain akibat penyakit jantung koroner, angin duduk juga dapat muncul akibat pembuluh darah koroner menyempit sesaat karena otot pembuluh darah yang menegang (angin duduk varian). Angin duduk ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat.

Jenis-Jenis Angina

Berikut adalah beberapa jenis angin duduk yang dapat terjadi;

Angina stabil. Umumnya, kondisi ini dipicu oleh aktivitas fisik, misalnya olahraga. Saat seseorang berolahraga, jantungnya akan membutuhkan lebih banyak oksigen dari aliran darah.

Kebutuhan tersebut tidak akan tercukupi jika terjadi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh koroner. Serangan angin duduk stabil juga dapat dipicu oleh hal lain, seperti merokok, stres, makan berlebihan, dan udara dingin.

Angina tidak stabil. Keadaan ini dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah menuju jantung.

Meskipun pengidap sudah mengonsumsi obat dan istirahat, tetapi nyeri dada akibat angin duduk tidak stabil akan tetap ada. Jika tidak ditangani dengan baik, serangan angin duduk tidak stabil bisa berkembang menjadi serangan jantung.

Angina varian (angina duduk Prinzmetal). Pada keadaan ini, arteri jantung menyempit sementara akibat spasme atau kekakuan pembuluh darah. Orang yang sedang beristirahat pun bisa terkena angin duduk varian. Hal ini dikarenakan angin duduk varian dapat terjadi kapan saja.

Penyempitan sementara pada pembuluh darah ini menyebabkan pasokan oksigen dari aliran darah ke jantung menurun dan timbulah nyeri dada. Gejala pada angin duduk varian ini dapat diredakan dengan obat-obatan.

Faktor dan Gejala

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang menimbulkan angin duduk pada penderitanya. Faktor tersebut di antaranya:

  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Stres
  • Obesitas
  • Merokok
  • Kurang berolahraga
  • Memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk
  • Laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas
  • Mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak

Pengidap angin duduk biasanya akan mengalami berbagai gejala, antara lain:

  • Nyeri dada yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
  • Dada seperti terhimpit atau tertekan benda berat.
  • Sesak napas.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Gelisah.
  • Mengeluarkan keringat berlebihan.
  • Pingsan.

Untuk mengetahui penyebab munculnya angin duduk, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan:

Elektrokardiografi (EKG)

EKG bertujuan untuk mengamati irama aliran listrik jantung, yang dapat bermasalah saat penderita mengalami penyakit jantung koroner. Tes ini dapat dilakukan pasien saat tidak beraktivitas atau sambil melakukan aktivitas fisik, biasanya berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis.

Ekokardiografi

Tes ini bertujuan untuk mengamati struktur jantung, menggunakan gelombang suara. Ekokardiografi dapat memperlihatkan adanya kelainan pada struktur jantung, misalnya kerusakan otot jantung.

Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung dilakukan untuk melihat pembuluh darah koroner jantung, menggunakan sinar Rontgen yang dibantu oleh zat pewarna yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

CT scan

CT scan dapat memperlihatkan gambaran struktur dan kelainan pada jantung.

Angin duduk paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner, sehingga dokter akan meresepkan obat-obatan untuk penyakit jantung koroner, di antaranya:

Obat nitrat

Obat ini berfungsi melemaskan pembuluh darah yang kaku agar darah dapat mengalir dengan lancar menuju otot jantung. Salah satu contoh obat jenis ini adalah nitrogliserin.

Obat pengencer darah

Obat ini berfungsi mencegah sel darah menggumpal. Beberapa contoh obat dari golongan ini adalah aspirin, clopidogrel, dan ticagrelor.

Obat antagonis kalsium

Obat antagonis kalsium dapat melancarkan aliran darah jantung dan mencegah angin duduk. Obat ini juga mampu melemaskan sel-sel otot di dalam dinding pembuluh darah. Beberapa contoh obat dari golongan ini adalah amlodipine dan diltiazem.

Obat penghambat beta

Obat penghambat beta berfungsi menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, sehingga beban kerja jantung berkurang.

Obat ACE inhibitor

Obat ACE inhibitor berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Statin. Obat ini akan menurunkan kolesterol di dalam darah, sehingga kerusakan pembuluh darah dapat dicegah.

Kadang penyempitan pembuluh darah jantung yang menyebabkan angin duduk tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan. Pada kondisi ini, diperlukan tindakan khusus oleh dokter jantung untuk mencegah serangan jantung, yaitu:

Pemasangan ring jantung

Prosedur ini bertujuan untuk melancarkan aliran darah. Caranya adalah dengan melebarkan bagian pembuluh darah yang mengalami penyempitan, kemudian memasang alat menyerupai cincin di bagian tersebut agar tidak menyempit kembali.

Operasi bypass jantung

Operasi bypass jantung bertujuan untuk mengalihkan rute aliran darah yang menyempit, dengan membuat pembuluh darah alternatif. Pembuluh darah ini bisa diambil dari bagian tubuh lainnya.

Hidup Sehat

Pola hidup sehat yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian.

Membatasi konsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh. Tidak makan melebihi porsi atau kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari.
Mengelola stres dengan baik.

Selain itu, perlu untuk menjaga berat badan ideal, tidak merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.