Bayi dalam Kandungan Meninggal, Kenali Tanda-Tanda dan Penyebabnya

Alangkah sedihnya orang tua terutama ibu hamil bila bayi dalam kandungannya meninggal dunia sebelum melihat dunia.

JEDA.ID— Alangkah sedihnya orang tua terutama ibu hamil bila bayi dalam kandungannya meninggal dunia sebelum melihat dunia. Itu juga yang tampaknya dirasakan pasangan artis, Ammar Zoni dan Irish Bella. Bayi kembar yang tengah dikandung artis cantik Irish Bella meninggal dunia, Minggu (6/10/2019).

Dilaporkan Liputan6.com, jenazah bayi kembar Ammar Zoni dan Irish Bella dimakamkan di TPU Kalimulya 1, Depok, Jawa Barat (Jabar), Minggu (6/10/2019) malam. Pemakaman jenazah bayi kembar itu terekam lensa kamera Insertlive seperti dilansir solopos.com, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan video Insertlive, tampak Ammar Zoni keluar dari mobil sembari menggendong jenazah anaknya. Dengan menahan tangis, Ammar turun ke liang lahad, mengantar anaknya ke peristirahatan terakhir. Pemakaman ini juga dihadiri keluarga dan warga sekitar. Namun, sosok Irish Bella tak terlihat karena  perempuan 23 tahun itu masih dirawat untuk proses pemulihan.

Sebelum kehilangan bayi kembarnya, Irish Bella sempat mengalami kontraksi dan pendarahan pada pertengahan September 2019 lalu. Namun saat itu, bayi kembar di kandungan Irish Bella masih selamat. Beruntung kala itu gangguan kehamilannya bisa diatasi. Namun rupanya takdir kini berkata lain, bayi kembar yang yang berusia 7 bulan dalam kandungan tersebut harus kembali kepada Sang Pencipta.

Naik Turun

Setiap ibu pasti menginginkan kehamilannya berjalan dengan sehat dan lancar hingga hari kelahiran tiba. Namun sayangnya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan janin meninggal di dalam kandungan. Kondisi janin dinyatakan meninggal di dalam kandungan pada kehamilan di atas 20 pekan dalam ilmu medis disebut stillbirth.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan dari tahun ke tahun AKB menurun signifikan. Dari 68 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 1991, hingga 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 2017.

Seperti dilansir dari Beritagar, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengatakan adanya penurunan AKI dan AKB disebabkan beberapa faktor. Hampir seluruh Puskesmas atau 9.456 unit puskesmas telah melaksanakan kelas ibu hamil, 96,1 persen ibu hamil pernah mendapatkan pelayanan antenatal sekali selama kehamilan, 86 persen ibu hamil periksa sekali sewaktu trimester I, dan 74,1 persen ibu hamil periksa sesuai standar, serta persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan telah mencapai 86 persen.

Namun, perkembangan terbaru dari beberapa daerah di Tanah Air menunjukkan AKB naik turun. Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur mencatat sejak Januari hingga Maret 2019 ada 41 AKB. Sementara sepanjang 2018 jumlahnya mencapai 135.Kabupaten Tangerang lain cerita. AKB justru meningkat seiap tahun. Pada 2016, 102 kasus, pada 2017 144 kasus, dan pada 2018 terdapat 247 kasus.

AKB maupun Angka Kematian Ibu (AKI) pun nyaris merata di 29 kecamatan Tangerang.  Tren AKB naik juga terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada 2017, AKB sebesar 1,61. Namun pada 2018 menjadi 2,08 per 1.000 kelahiran hidup.

Tanda-Tanda

Pada kebanyakan kasus, stillbirth terjadi saat janin masih di dalam kandungan dan sebagian kecil diantaranya terjadi saat proses persalinan atau bahkan sesaat setelah bayi dilahirkan.  Sebelum mengetahui diagnosa dokter, seorang ibu sendiri dapat mendeteksi kondisi janin melalui gerakannya. Jika dalam 6 jam janin tidak menunjukkan gerakan sama sekali, maka segera periksakan ke dokter.

Langkah pertama yang akan dokter lakukan adalah mengecek detak jantung janin menggunakan alat khusus bernama Doppler. Jika detak jantung janin tidak terdengar, maka tindakan selanjutnya adalah memantau kondisi janin melalui USG guna mendapatkan diagnosa yang valid mengenai kondisi janin.

Selain tidak bergerak, ibu yang mengandung juga perlu mewaspadai jika tiba-tiba mengalami kram atau sakit perut yang sangat hebat atau bahkan disertai dengan pendarahan.

Penyebab

Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti penyebab janin meninggal di dalam kandungan. Namun, ada beberapa penyebab umum yang memungkinkan terjadinya stillbirth, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Janin tidak berkembang

Lambatnya pertumbuhan janin merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stillbirth. Ada banyak faktor yang menghambat pertumbuhan janin, seperti adanya kista ovarium, kista rahim dan masih banyak lagi.

2. Masalah plasenta

Kebanyakan kasus stillbirth terjadi akibat adanya masalah pada plasenta, yakni organ yang menghubungkan oksigen, asupan nutrisi yang dikonsumsi oleh Mama dan aliran darah ke janin. Akibatnya, janin kekurangan oksigen dan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang.

3. Masalah tali pusar

Ada beberapa kondisi tali pusar yang menyebabkan kematian pada janin, di antaranya panjang tali pusar yang tidak normal sehingga menyebabkan tali pusar terlilit atau bahkan mencekik leher bayi. Kondisi ini beresiko menghambat pasokan oksigen untuk janin, sehingga terjadi kematian.

4. Riwayat penyakit yang diderita ibu hamil

Bagi seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, lupus, penyakit ginjal atau pembekuan darah, sebaiknya terus memantau kondisi janin selama kehamilan. Penyakit yang diderita ibu berpengaruh terhadap kesehatan janin. Hipertensi misalnya, jika ibu tidak mengontrol tekanan darah dan mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter, akan menimbulkan risiko terjadinya preeklampsia yang berbahaya bagi janin.

5. Adanya infeksi bakteri

Infeksi bakteri yang terjadi pada kehamilan di bawah 28 pekan berisiko menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan. Jenis infeksi yang dapat menyebabkan kematian diantaranya cytomegalovirus, listeriosis dan syphilis.

6. Faktor usia

Kehamilan yang terjadi di atas usia 35 tahun memiliki macam-macam risiko, di antaranya keselamatan janin dalam kandungan.

7. Gaya Hidup

Gaya hidup dan pola makan ibu yang tidak sehat, terjadi insiden yang menyebabkan trauma pada janin atau adanya riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya.

Upaya Pencegahan

Untuk memperkecil risiko bayi dalam kandungan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil.

1. Hidup sehat

Agar janin dalam kandungan sehat, seorang ibu juga harus menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terbebas dari asap rokok dan minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang.
Pastikan ibu hamil memiliki berat badan ideal sebelum merencanakan kehamilan.

2. Perhatikan pergerakan bayi dalam kandungan

Seorang ibu hamil diharapkan terus memantau pergerakan bayi dalam kandungan yang biasanya mulai dirasakan pada pekan ke-26 hingga ke-28 masa kehamilan. Catat seberapa sering bayi bergerak setiap hari. Mengetahui ritme pergerakan bayi bisa membantu mendeteksi jika tiba-tiba bayi dalam kandungan tidak bergerak aktif seperti biasanya.

3. Rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan

Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi bayi dalam kandungan ibu hamil sebaiknya secara rutin periksa ke dokter kandungan. Beri tahu dokter segala keluhan yang Bumil alami, agar dokter bisa membantu dan memberikan penanganan maupun pengobatan yang aman dan tepat.

Berbagai penyebab bayi meninggal dalam kandungan di atas perlu dideteksi sejak awal kehamilan, atau bahkan saat merencanakan kehamilan, agar kematian janin dapat dicegah. Oleh karena itu, lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi kehamilan dan janin.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.