7 Fakta Mengerikan Aokigahara, Hutan untuk Bunuh Diri di Jepang

Hutan Aokigahara dikenal sebagai tempat bunuh diri terpopuler di Jepang. Karena banyak yang bunuh diri di Hutan Aokigahara maka banyak kisah mistis beredar.

JEDA.ID—Hutan Aokigahara dikenal sebagai tempat bunuh diri terpopuler di Jepang. Menurut adat setempat, hutan Aokigahara yang berada di kaki gunung Fuji ini adalah tempat yang sakral dan tak diizinkan untuk mendokumentasikan apapun, kecuali di beberapa area.

Tempat ini bisa dikatakan terisolasi dari kawasan pemukiman dan yang pasti sangat menyeramkan.

Sampai saat ini sudah terdapat ribuan kasus bunuh diri yang terjadi di hutan tersebut. Hutan ini adalah tempat sunyi di mana seorang kekasih yang patah hati, orang yang depresi, atau pengusaha yang putus asa akan bisnisnya pergi ke hutan ini dan memilih menyelesaikan segala masalahnya dengan bunuh diri.

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis (27/8/2020), berikut ini adalah fakta mengerikan tentang hutan Aokigahara.

1. Hutan yang Sunyi

Hutan Aokigahara mempunyai pepohonan yang rata-rata memiliki tinggi sepuluh kaki. Pepohonan tersebut juga mempunyai daun-daun yang rimbun dan padat sehingga seperti membentuk kanopi pada hutan.

Oleh karena itu, cahaya matahari tak sepenuhnya dapat menyinari area hutan. Alhasil hutan Aokigahara selalu erat dengan nuansa yang kelam dan damai. Kemudian jarang sekali ditemukan hewan liar  berkeliaran di dalam hutan.

Mungkin karena tak banyak sumber makanan di sana, para hewan menjauhi hutan tersebut. Dibalik itu, hutan Aokigahara juga dianggap sebagai hutan yang sangat sunyi.

Tips Aman Berwisata di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Bahkan bagi para pejalan kaki, munculnya suara burung merupakan pemandangan yang jarang ditemui, sehingga dapat membuat mereka terkejut ketika mendengarnya. Karena kesunyian dari hutan tersebut, dikabarkan suara-suara hantu yang merintih dan menangis bisa terdengar dari jarak yang jauh.

2. Bisa Membuatmu Tersesat

Dari jauh kamu bisa melihat pemandangan Gunung Fuji yang menenangkan bersama dengan hutan Aokigahara di bawah kakinya. Hanya saja pemandangan indah itu sebenarnya tak seindah dengan kenyataanya.

Pepohonan yang rimbun dan seragam dapat dengan mudah membuatmu tersesat. Itu sebabnya, para pejalan kaki di Aokigahara biasanya mengikuti jalan setapak dan membawa pita berwarna untuk menandai jalan. Jika sampai tersesat, GPS dan ponsel tak akan berguna untuk digunakan di sana.

3. Tempat Populer Untuk Melakukan Bunuh Diri

Aokigahara yang sunyi merupakan tempat sunyi dan damai. Mungkin banyak orang berpikir bahwa hutan ini merupakan tempat yang tepat untuk peristirahatan terakhir mereka. Hal ini memungkinkan bagi sejumlah orang pergi ke Aokigahara hanya untuk mengakhiri hidup mereka dengan secara tenang tanpa adanya gangguan.

Oleh karenanya, hutan ini dianggap sebagai situs bunuh diri terpopuler setelah Golden Gate Bridge. Pemerintah Jepang sampai harus menyembunyikan angka kematian bunuh diri di Aokigahara, agar menghentikan tempat itu menjadi populer.

Tak heran jika di sana ada papan peringatan untuk tidak bunuh diri. Biasanya papan tersebut bertuliskan pesan menggugah seperti “Hidupmu merupakan anugerah berharga bagi orang tuamu” atau “Pikirkan tentang keluargamu!”.

4. Roh Yurei

Menurut cerita rakyat Jepang, roh gentayangan yang dikenal dengan nama Yurei dianggap menghantui hutan Aokigahara dalam waktu yang lama. Biasanya ia digambarkan dalam sosok wanita  pucat dengan baju putih panjang dan rambut berwarna hitam.

10 Kampus di Indonesia Ini Punya Jurusan Game, Keren!

Berdasarkan tradisi dan kepercayaan di Jepang, jika mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri maka roh mereka tak dapat bergabung dengan para leluhur di dunia lain.

Mungkin karena itulah Yurei bisa gentayangan. Untuk menghindari hal itu, biasanya orang-orang yang meninggal karena bunuh diri, mayatnya akan ditemani oleh seseorang. Petugas hutan Aokigahara biasanya melakukan ritual ini agar arwah orang yang bunuh diri tak sendirian dan menjadi marah.

5. Populer Sebagai Situs Bunuh Diri Sejak Lama

Memang sudah lebih dari beberapa dekade hutan Aokigahara terkenal sebagai situs bunuh diri. Mungkin banyak orang dari kita hanya mengetahuinya baru-baru ini. Namun, hutan itu populer untuk dijadikan tempat bunuh diri sejak tahun 1950.

Beberapa literatur dianggap sempat mendongkrak kepopuleran hutan Aokigahara sebagai tempat bunuh diri. Pada 1960, penulis Seicho Matsumoto menulis novel yang disebut dengan Kuroi Kaiju.

Kisah yang ditulisnya berakhir dengan tragis yakni dua pasangan yang saling mencintai mati bunuh diri bersama di hutan. Sejak novel itu melejit, kasus bunuh diri dikabarkan juga mengalami peningkatan.

Penyebab Susah Tidur Berikut 3 Mitos Soal Tidur

Tak hanya novel Matsumoto, Wataru Tsurumui juga menciptakan buku kontroversial tentang bunuh diri pada 1993, juga menyebutkan hutan Aokigahara merupakan tempat yang paling tepat untuk mengakhiri hidup.

Tak kaget jika buku Tsurumui kerap ditemukan dekat dengan jasad orang yang bunuh diri di hutan itu.

6. Cerita Kuno Orang Tua Yang Ditinggalkan

Kehidupan yang sulit serta kemiskinan, membuat para anak tega membuang orang tua mereka ke hutan. Hal ini dilakukan karena zaman dahulu, orang-orang miskin tak memiliki cukup makanan yang bisa diberikan pada seluruh anggota keluarga. Sehingga, anggota keluarga yang paling tua, seperti ibu, mereka perlu singkirkan demi bertahan hidup.

Sejarah arloji: Wanita adalah yang Kali Pertama Memakai Jam di Pergelangan Tangan

Aokigahara menjadi salah satu hutan dimana orang-orang Jepang dahulu membuang orang tua mereka. Biasanya orang-orang tua yang ditinggalkan akan perlahan meninggal karena kelaparan dan dikabarkan akan menghantui hutan tempat ia meninggal.

Di Jepang, kebiasaan kuno ini disebut ubasute. Sebenarnya tak hanya di Jepang saja yang melakukan tindakan keji ini, di sejumlah negara Asia lain seperti Korea juga pernah melakukan hal ini.

7. Penjarahan Mayat

Bukan menjadi hal aneh melihat banyaknya barang peninggalan dari orang-orang yang bunuh diri di Aokigahara. Tak heran jika pemulung kerap berkeliaran di sana untuk mencari barang-barang berharga yang bisa mereka ambil.

Bahkan, jika mereka menemukan jasad orang yang bunuh diri terlebih dahulu sebelum petugas, mereka  akan mengambil semua barang berharga pada jasad tersebut. Tentunya tindakan tersebut sebenarnya dapat memicu kemarahan dari roh yurei.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.