• Thu, 21 October 2021

Breaking News :

Tentang Weird Genius, Grup Musik Berkonsep Unik Pencipta “Lathi”

Nama Weird Genius mendadak senter diperbincangkan setelah menciptakan lagu Lathi dengan menggandeng penyanyi cantik Sara Fajira.

JEDA.ID – Nama Weird Genius akhir-akhir ini menjadi diperbincangkan para penikmat musik menyusul meledaknya lagu karya mereka bertajuk Lathi yang dibawakan Sara Fajira.

Lagu yang kerap berseliweran di media sosial itu menciptakan karya magis yang memadukan musik EDM dengan unsur Jawa dalam instrumen maupun liriknya. Disebut mengusung konsep unik, grup musik itu ternyata memiliki tujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia lewat karya mereka.

Weird Genius menjadi salah satu grup musik yang terbilang unik karena latar belakang anggotanya yang berbeda-beda. Selain itu, mereka juga memiliki genre musik serta konsep kolaborasi yang berganti setiap bulannya. Berkat keunikannya tersebut, mereka berhasil mencuri perhatian penggemar EDM dan meraih lebih dari jutaan stream di beberapa platform musik digital.

Penting untuk Bikers, Tips Agar Tak Terjerat Benang Layang-Layang di Jalan

Awal terbentuk

Melansir dari salah satu sumber, Selasa (16/6/2020) Weird Genius terbentuk karena dua anggota, Eka Gustiwana dan Reza Oktovian berinisiatif untuk membuat grup musik. Mereka berpikir untuk merekrut satu orang lagi, karena background dua orang tersebut adalah seorang Youtuber musik dan gaming. Mereka akhirnya mengajak Billy Taner yang menguasai musik beraliran elektro. Ketiganya saling melengkapi dalam pembuatan lirik hingga instrumen dalam lagu mereka.

Eka Gustiwana lebih banyak memproduksi musik-musik pop, Billy Taner di bagian musik elektro, sementara Reza Oktovian yang bertugas menulis lagu. Reza Oktovian pandai menulis lagu bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk memperkenalkan karya mereka ke luar Indonesia. Sayangnya pada 2019 Billy Taner keluar dan digantikan dengan Gerald Liu.

Genre musik

Melansir dari Wikipedia, sejak terbentuk pada 2016 dan merilis lagu pertama setahun kemudian, seluruh anggota Weird Genius menuangkan semua kemampuan mereka dalam usaha kolaboratif tersebut. Berhasil menciptakan instrumen musik yang keren dan menarik, ternyata mereka mengambil inspirasi dari mana saja. Seperti tentang cinta, kehidupan, sosial, hingga gaming.

Ketika ditanya deskripsi musik, mereka sepakat menggambarkan dengan hard, upbeat, pumping, crazy-drop. Gaya musik ini yang sengaja mereka tekankan sejak awal terbentuk. Selain itu mereka punya alasan tersendiri mengapa memilih genre musik tersebut. Salah satu anggota Eka Gustiwana menuturkan bahwa jenis musik tersebut yang paling mudah diterima dunia untuk saat ini.

Grup musik DJ tersebut juga ingin dikenal publik sebagai produser musik. Mereka menegaskan kalau hanya menjadi DJ saja, itu perkara mudah. “Kalau DJ doang dia hanya memainkan lagu yang menjadi pekerjaan dia, setelah itu pulang. Menghibur orang, joget, orang pulang, selesai. Tapi, kalau produser, dia harus buat lagu yang orang ingat. Itu lah yang jadi tugas kita saat ini, kita ingin jadi produser.” Ungkap Eka Gustiwana saat diwawancarai WebTVAsia.

Jangan Asal Pergi, Ini yang Harus Disiapkan Sebelum Kembali ke Mal

Mencari bakat baru lewat musik

Selain latar belakang anggota dan instrumen musik yang unik, Weird Genius juga memiliki misi untuk mencari musisi bertalenta setiap bulannya. Bukan hanya mereka yang sudah wara wiri di televisi atau media saja, Weird Genius bahkan menyoroti musisi yang belum terekspose. Secara tak langsung, para anggota Weird Genius membuka wadah atau tempat baru bagi mereka yang memiliki bakat luar biasa dalam bermusik namun belum sempat tersampaikan kepada publik.

Seperti menyadur dari salah satu sumber, para anggota mengungkapkan tak memiliki ketentuan khsusus untuk bakat-bakat emas yang akan ditemukan di luar sana. Weird Genius mencari vokalis atau rapper berkarakter yang dapat mempresentasikan daerah asalnya. Eka Gustiwana menambahkan yang jelas, kalau mendapatkan vokalis dari Sumatra, ia berhap mereka bisa mempersembahkan suara orang Sumatera karena menurutnya banyak budaya yang dapat dieksplore dari luar Jawa.

“Kita setiap bulan selalu cek media sosial apakah ada artis baru yang bisa diajak kolaborasi. Tapi, kemungkinan kita akan cari di seluruh Indonesia. Jadi, enggak terkesan Jawa sentris aja,” ungkapnya. Weird Genius juga berharap dapat memberi sedikit pesan dan dampak tersendiri melalui karya musik yang mereka garap.

Konsep lagu Lathi

Melansir Liputan6, single Lathi yang memiliki pencapaian fantastis tersebut merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti ucapan. Single ke-12 Wierd Genius bersama Sara Fajira itu mengulas tentang sebuah toxic relationship dalam kehidupan anak muda yang didominasi oleh kebohongan, ego, namun menyiratkan tentang keberanian menghadapi hubungan tidak sehat itu.

Menariknya, di balik nuansa elektro khas Weird Genius, lagu Lathi juga memasukan penggalan lirik berbahasa Jawa. Sara Fajira juga melantunkannya dengan cengkok ala sinden. Ide tersebut menurut Eka Gustiwana datang secara tiba-tiba dan berawal dari penggunaan kata Lathi tersebut.

Menarik Perhatian Ganjar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa salah satu tokoh pencipta di balik lagu viral berjudul Lathi. Si pencita lagu, Weird Genius, diajak mengobrol bareng orang nomor satu di Jateng itu lewat Instagram Live.

Lewat akun Youtube channel-nya, Ganjar mengunggah ulang rekaman live-nya bersama Eka dengan judul Yang Penasaran Sama Weird Genius Merapat. Ternyata, orang nomor satu di Jateng itu pernah bertemu dengan salah seorang anggota Weird Genius itu di sebuah acara.

“Sudah gila, saya lihat di Youtube dan enggak ada yang berkomentar jelek. Nah, Mas Eka harus tanggung jawab ini,” ungkap Ganjar seperti yang terpantau Semarangpos.com, Senin (15/6/2020).

“Lathi ini di dalamnya 70% Bahasa Inggris, dan di bagian chorus Bahasa Jawa. Tidak menyangka kalau disambut baik dan merinding sih karena ini negara saya diperhatikan musik kita,” jawab Eka.

Ia juga menjelaskan isi lagu Lathi itu. “Untuk Bahasa Jawa kita dibantu Sara, dan akhirnya kita masukkan nada Jawa kayak gamelan. Inti dari lagunya itu tentang cinta, Pak. Tapi hubungan mereka itu tidak sehat,” jelas Eka kepada Ganjar.

 

Ditulis oleh :

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.