Tak Melulu karena Cinta, Ini Sejumlah Alasan Orang Menikah

Menikah merupakan acara sakral yang melibatkan kedua pihak keluarga untuk menjalin suatu hubungan yang lebih serius. Ada beberapa alasan orang menikah.

JEDA.ID –Pernikahan merupakan acara sakral yang melibatkan kedua pihak keluarga untuk menjalin suatu hubungan yang lebih serius. Namun pernyataan menggelitik dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Ia melontarkan usulan adanya fatwa tentang pernikahan antartingkat ekonomi, di mana orang kaya sebaiknya menikahi orang miskin. Saran ini, menurutnya sebagai salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

“Rumah tangga Indonesia per 2019 itu 57.116.000. Yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta. Jadi 5 juta rumah tangga Indonesia itu miskin. Kalau ditambah, saya tidak tahu normalnya BPS [Badan Pusat Statistik] kita, itu hampir miskin. Kalau ditambah hampir miskin, 16,8 persen. Itu hampir 15 juta. Hampir miskin itu tidak miskin, tapi lebih mudah jadi miskin daripada jadi kaya. Itu namanya hampir miskin,” jelas Muhadjir ketika berbicara terkait program pranikah seperti dikutip dari detiknews (Jum’at, 21/2/2020).

Usulan mengenai usulan fatwa unik ini menuai pro kontra dari masyarakat. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan bila ditinjau secara sosiologis usulan Menko Muhadjir itu bagus untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dalam masyarakat dengan cara kawin silang seperti itu baik.

Hal berbeda dikemukakan oleh Marsudi Syuhud selaku ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menilai hal ini sudah mengusik urusan pribadi seseorang. Marsudi mengatakan urusan perkawinan merupakan urusan pribadi seseorang. Kecocokan hati, kata Marsudi, tak bisa dipaksakan.

Lalu, apa saja alasan seseorang untuk memutuskan menikah? Simak beberapa ulasan dari Jeda.id dirangkum dari berbagai sumber, Jumat, (21/1/2020).

1. Karena Cinta

Pernikahan akan berjalan dengan harmonis jika didasari dengan rasa cinta di antara kedua pihak. Meskipun dihujani dengan kerikil-kerikil batu sekalipun, rumah tangga yang ibangun atas dasar cinta umumnya akan bertahan lama. Selain itu, menikah karena cinta tidak akan membuat Anda terpaksa menjalin hubungan bersama pasangan karena memang Anda mencintainya.

2. Hamil Duluan

Sudah banyak kasus yang memberitakan kabar pernikahan yang didasari alasan hamil duluan. Akibat salah pergaulan dan kurangnya mawas diri mengakibatkan beberapa kasus yang mengharuskan sepasang kekasih menikah karena sang wanita telah mengandung.

Bisa dikatakan hal ini ada karena unsur keterpaksaan. Bisa jadi calon suami atau calon isteri merasa belum siap untuk membina mahligai rumah tangga. Hindarilah alasan menikah karena hal ini. Jagalah diri Anda agar tidak terperosok pada nafsu sesaat.

3. Butuh Uang

Jangan sampai alasan Anda menikah hanya didasari karena butuh uang. Ini merupakan salah kaprah. Menikahlah saat Anda sudah merasa matang dalam segi finansial. Jangan hanya mengandalkan kekayaan dari calon pasangan. Tak ada salahnya jika Anda membayangkan pahitnya kenyataan ketika pasangan Anda kehilangan pekerjaan dan Anda harus menggantikan posisinya untuk mencari nafkah. Maka dari itu, jangan pernah memberikan alasan menikah hanya karena membutuhkan uang.

4. Mencari Kebebasan

Bosan dengan segala aturan di dalam rumah yang mengikat Anda? Ingin mencari kebebasan makanya Anda memutuskan untuk menikah? Seperti burung dalam sangkar, Anda ingin kehidupan baru, namun jangan salah artikan dengan menikah Anda dapat keluar dari aturan yang mengikat. Justru dengan menikah Anda akan dituntut untuk lebih dewasa dan lebih besar mengemban tanggungjawab saat sudah berkeluarga.

5. Kesal dengan Pertanyaan “Kapan Nikah?”

Kerap kali orang-orang menggunakan alasan ini untuk menikah. Agar tidak terus-terusan ditanya kapan menikah? Mungkin awalnya Anda akan merasa lega karena sudah tidak dihantui dengan pertanyaan “Kapan nikah?”, namun namanya hidup pasti ada saja masalah yang datang. Mungkin selanjutnya Anda akan diserbu dengan pertanyaan “Kapan Punya Anak?”, pertanyaan ini akan semakin membuat Anda merasa tertekan.

Ada baiknya, Anda jangan emosi menghadapi pertanyaan menohok ini. Jawablah dengan senyuman dan katakan “Mau kasih kado apa?”. Semoga dengan begitu orang-orang akan berhenti menanyakan kapan nikah kepada Anda.

6. Kasihan

Keputusan yang salah bila Anda menikah hanya karena rasa kasihan. Rasa kasihan bisa saja menghilang saat sudah menjalani kehidupan rumah tangga yang kerap kali diterpa masalah. Menikahlah dengan rasa tulus bukan karena kasihan.

7. Dijodohkan

Tak dapat dipungkiri, mungkin masih ada saja orang yang menikah dengan alasan karena dijodohkan orang tuanya. Menikah dengan orang yang tidak kita cintai memang membuat hadiri kita tertekan. Beberapa kasus orang tua menjodohkan anaknya karena sebagai bentuk balas budi.

Namun bagaimana jika orang tua menjodohkan karena alasan umur Anda sudah cukup untuk menikah namun Anda belum memiliki pasangan? Ada baiknya, Anda mampu mengambil hati orang tua dengan meyakinkan kepada mereka semua akan baik-baik saja. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.