Sudah Ada Sejak 10.000 SM, Ini Fakta dan Efek Tato bagi Tubuh

Masyarakat di dunia tidak asing lagi dengan tato, seni lukis pada kulit tubuh manusia menggunakan tinta dan jarum khusus. 

JEDA.ID — Masyarakat di dunia tidak asing lagi dengan tato, seni lukis pada kulit tubuh menggunakan tinta dan jarum khusus yang ternyata punya efek negatif bagi tubuh.

Tak hanya pria, kini para perempuan juga banyak yang memiliki tato.  Dilansir dari laman liputan6.com, tato memiliki makna yakni suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit.

Dalam istilah teknis, rajah atau tato ini adalah implantasi pigmen mikro. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar atau lukisan pada bagian (anggota) tubuh.

Salah satu fakta unik tentang tato yang jarang diketahui oleh masyarakat adalah tato sudah ada sejak zaman dahulu. Tak hanya itu, berikut fakta-fakta tentang tato yang dirangkum dari beberapa sumber.

Ingin Hilangkan Bau Kulkas yang Tak Sedap? Pakai 6 Bahan Alami Ini

1. Melambangkan status

Pada zaman dulu, tato disebut dapat melambangkan status seseorang seperti pembeda antara status elit dan status hidup rendah. Sebagai contoh yakni di Eropa, terutama Eropa Timur. Tato digunakan untuk menjadi penanda kelas bawah, umumnya dikaitkan dengan penjahat yang telah pernah berada di dalam penjara.

Sementara Yunani Kuno, tato digunakan untuk menandai budak. Tato di Roma digunakan untuk menandai pelarian. Sementara bagi orang-orang suku Maya dan penduduk asli Amerika, tato adalah ritus peralihan dan simbol perang atau pencapaian budaya.

2. Ada sejak tahun 10.000 SM

Para arkeolog menemukan alat kuno di daerah sekitar Prancis, Portugal, dan Skandinavia yang menyerupai alat yang mungkin telah digunakan untuk memberi orang tato. Alat kuno ini bertanggal hingga zaman  es terakhir, tepatnya sekitar 10.000 SM.

Sementara itu, kerangka yang diawetkan yang disebut Tyrolean Iceman dan kulitnya masih utuh, juga memiliki tanda-tanda seperti tato. Kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan tulang belakangnya ditutupi oleh garis silang dan paralel. Ketika kerangka itu di-rontgen, ditemukan bahwa tato pada sendi yang sakit, kemungkinan hal tersebut menandakan bahwa tato digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan mengobati rasa sakit.

3.Asal kata Tato

Istilah ‘tato’ berasal dari Polinesia, kata tato berasal dari kata onomatopoeik Polinesia “ta” yang menggambarkan suara tombak tato yang mengenai kulit manusia. Setelah kata ini ditemukan oleh Joseph Banks, tato sering disebut sebagai tanda atau tusukan di sebagian besar Eropa.

4.Tato Sempat Dilarang

Paus Adrian I melarang tato pada 787. Tato yang dilarang ini termasuk tato pada gladiator, budak, dan penjahat. Sejak saat itu, terdapat kekeringan tato di sebagian besar Eropa Barat. Tanda-tanda masyarakat akan kembali ke budaya barat yakni menjelang akhir abad ke-19. Seiring dengan perkembangan zaman kini tato diperbolehkan dan menjadi hak pribadi seseorang.

Bikin Pengin Tinggal di Sana, Deretan Desa Ini Mirip di Negeri Dongeng

Dampak Tato bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Di tangan seniman tato terbaik, maka hasil tato akan tampak memukau. Namun, di balik keindahan tato, ternyata tato memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan yang tentu akan membuat Anda berpikir dua kali untuk bikin tato pada tubuh Anda.

Beberapa jenis tinta tato bisa bersifat toksik (beracun). Bahkan ada juga yang mengandung zat karsinogen (pemicu kanker kanker) dan tidak memenuhi standar keamanan internasional dalam hal komposisi tinta. Ada juga komponen yang tidak aman dalam tinta tato, misalnya barium, merkuri, tembaga, dan lain sebagainya.

Food and Drug Administration, yaitu lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, juga menyebut bahwa pigmen atau cat yang dipakai dalam tinta tato merupakan bahan yang dipakai dalam industri, seperti tinta printer atau cat mobil.

Tinta tato juga mungkin saja menimbulkan reaksi alergi setelah tato dibuat atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Saat ini juga sedang diteliti apakah pigmen dan zat-zat itu bisa dipecah oleh tubuh dan dampaknya dalam jangka panjang.

Berikut dampak negatif bagi tubuh yang mungkin timbul akibat tinta tato, seperti dilansir hellosehat.com, Minggu (9/8/2020).

Granuloma

Granuloma merupakan benjolan kulit yang muncul di sekitar tato. Benjolan ini bisa menjadi tahi lalat dan bisa menimbulkan masalah selama bertahun-tahun. Hal ini terjadi karena tubuh bereaksi terhadap suatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Tinta dari tato ini bisa dikatakan benda asing yang akan membuat kulit Anda seperti melepuh.

Keloid

Kulit yang sudah di tato mungkin menimbulkan bekas luka yang melampaui batas normal. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan yang berlebihan pada jaringan parut saat kulit Anda ditato. Keloid lebih banyak menimbulkan masalah penampilan dibanding kesehatan. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang mudah terlihat orang.

Penyakit menular

Tato seharusnya dibuat menggunakan jarum yang steril dan sekali pakai. Jika jarum untuk tato tidak steril dan sudah pernah dipakai sebelumnya, maka akan meningkatkan risiko penularan beberapa jenis penyakit berbahaya.

Jarum yang tidak steril akan memungkinkan Anda terkontaminasi dengan darah seseorang yang mengalami penyakit menular. Penyakit yang dapat ditularkan melalui aliran darah di antaranya adalah HIV/AIDS, tetanus, hepatitis B, dan hepatitis C. Jadi, pastikan Anda bikin tato di studio yang terpercaya, bereputasi baik, dan selalu menggunakan jarum suntik baru yang masih disegel dalam bungkusnya.

Ditulis oleh : A’idah Husna Luthfiyyah

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.