Studi Terbaru Tentang Masker dan Cuci Tangan, Seampuh Apa Tangkal Virus Corona?

Studi baru menunjukkan masker atau penutup wajah dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona dengan mengurangi jarak napas seseorang hingga lebih dari 90 persen.

JEDA.ID– Studi baru menunjukkan masker atau penutup wajah dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona dengan mengurangi jarak napas seseorang hingga lebih dari 90 persen.

Sebagaimana diketahui, napas bisa mengandung tetesan air kecil yang beberapa di antaranya mungkin mengandung jejak virus. Para ahli mengatakan bahwa menutup mulut dan hidung dapat membantu melawan hal tersebut.

Para ilmuwan di University of Edinburgh, Skotlandia menguji keefektifan tujuh jenis penutup wajah yang berbeda, termasuk masker kelas medis dan buatan rumah. Mereka menyebut bahwa semua jenis masker berpotensi membatasi penyebaran Covid-19.

Felicity Mehendale, ahli bedah di Centre for Global Health at the University of Edinburgh mengatakan bahwa temuan menunjukkan masker buatan tangan pekerja rumah bekerja sama baiknya dengna masker bedah untuk menghentikan napas pemakainya mengalir langsung ke hidung.

“Ini menunjukkan bahwa beberapa masker buatan tangan dapat mencegah pemakainya menginfeksi masyarakat,” katanya seperti dikutip Metro, Jumat (22/5/2020) seperti dilansir Bisnis.com.

PCR Dinilai Paling Efektif Deteksi Covid-19, Masih Perlukah Rapid Test?

Waspada Kebocoran

Namun demikian, tim peneliti menemukan bahwa hanya topeng yang menutup sekitar wajah dengan ketat yang mampu mencegah semua partikel cairan yang sarat virus masuk ke dalam hidung atau mulut seseorang.

Dipimpin oleh para insinyur universitas, para peneliti menemukan beberapa masker memungkinkan partikel udara yang kuat untuk meloloskan diri dari sisi masker wajah dan penutup yang longgar.

Masker bedan dan masker buatan tangan yang diuji juga ternyata membatasi aliran napas ke depan, tetapi juga menghasilkan kebocoran ke sampung, belakang, atas, dan bawah. Napas berat dan batuk terbukti tetap menghasilkan partikel yang intens.

Ignazio Maria Viola dari School of Engineering mengatakan bahwa dirinya secara umum terkesan dengan efektivitas semua penutup wajah yang dilakukan pengetesan.

“Namun, kami menemukan bahwa beberapa masker memungkinkan munculnya partikel ke bawah atau ke belakang yang tidak disadari orang dan bisa menjadi bahaya besar bagi orang lain yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Jadi, penggunaan masker memang menawarkan perlindungan kepada seseorang ketika berpergian ke luar rumah, tetapi tetap ada peringatan bahwa hal itu tidak akan sepenuhnya mencegah orang dari terjangkit atau terinfeksi virus.

Berapa Kali Harus Cuci Tangan?

Mencuci tangan adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan persebaran virus corona.

Penelitian baru ini menunjukkan bahwa mencuci tangan sebanyak enam hingga 10 kali per hari secara langsung dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena virus.

Penelitian ini mengatakan bahwa mencuci tangan secara teratur dapat mengurangi risiko pribadi terkena infeksi hingga sepertiga.

Mencuci tangan dengan frekuensi sering sedang dikaitkan dengan penurunan 36% dalam risiko infeksi virus corona dibandingkan dengan mereka yang jarang mencuci tangan dalam rentang nol hingga lima kali sehari.

Menurut penelitian yang didanai oleh Dewan Penelitian Medis dan Wellcome Trust itu, mengingat bahwa Covid-19 tampaknya menunjukkan mekanisme transmisi yang mirip dengan virus corona musiman, temuan ini mendukung pesan kesehatan masyarakat yang jelas yakni efek perlindungan mencuci tangan selama pandemi.

“Penting untuk digaris bawahi bahwa frekuensi mencuci tangan hanya satu aspek dari kebersihan tangan. Menjaga kebersihan tangan yang baik harus dilakukan setiap saat.  Terlepas dari apakah Anda menunjukkan gejala atau tidak. Ini akan membantu melindungi kita dan mencegah persebaran virus ,” ujar Sarah Beale dari University College London (UCL) Institute of Health Informatics. Dia juga penulis pertama dalam penelitian ini, dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (21/5/2020).

Penelitian yang diterbitkan dalam Wellcome Open Research mengacu pada data dari tiga musim dingin berturut-turut (2006 hingga 2009) dari studi Flu Watch di Inggris.

420.000 Ibu Hamil saat Isolasi, Ini Tips Kehamilan saat Pandemi

Perilaku Kebersihan

Untuk penelitian ini, 1.633 peserta menunjukkan perkiraan dasar perilaku kebersihan tangan dan infeksi virus corona yang diidentifikasi dari usap hidung. Hampir 80% peserta berusia di atas 16 tahun.

Pada awal setiap musim, peserta diminta untuk memperkirakan berapa kali mereka mencuci tangan pada hari sebelumnya. Frekuensi cuci tangan harian kemudian dikategorikan rendah, nol hingga lima kali sehari. Kategori sedang, enam hingga 10 kali sehari. Sedangkan tinggi, lebih dari 10 kali sehari.

“Sesuatu yang sederhana seperti mencuci tangan secara teratur dapat membantu kita menjaga tingkat infeksi tetap rendah dan mengurangi penularan. Ini adalah bukti empiris pertama bahwa mencuci tangan secara teratur dapat mengurangi risiko pribadi tertular infeksi virus corona. Temuan ini mendukung pesan kesehatan masyarakat yang jelas di sekitar efek perlindungan dari mencuci tangan dalam konteks pandemi Covid-19 saat ini,” tutur Ellen Fragaszy, UCL Institute of Health Informatics dan London School of Hygiene and Tropical Medicine.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.