• Tue, 23 April 2024

Breaking News :

Siswa SMP-SMA Diajak Jadi Pilot Drone Elang Hitam

Drone Elang Hitam didesain secanggih mungkin untuk mengawasi keamanan dari udara. Drone ini punya kecepatan maksimum 235 kilometer/jam.

JEDA.ID–Purwarupa pesawat tanpa awak atau drone militer buatan Indonesia bernama Elang Hitam sudah diperkenalkan sejak akhir 2019. Menristek Bambang Brodjonegoro ingin siswa SMP-SMA saat ini bersiap menjadi pilot drone tersebut.

Pernyataan Bambang itu disampaikan saat meresmikan gedung Science, Technology, Engineering, Art, and Mathmatics (STEAM) di Jakarta Intercultural School (JIS), Jakarta Selatan.

”Siswa-siswi SMP dan SMA hari ini ketika mereka masuk ke universitas atau nanti ke pasar kerja, benar-benar akan berhadapan dengan kondisi yang benar-benar berbeda dengan yang kita hadapi hari ini. S0aat itu dampak revolusi industri keempat akan semakin nyata,” kata Bambang sebagaimana dilansir dari laman jpp.gp.id, Senin (20/1/2020)

Menristek/Kepala BRIN mengatakan akan ada pekerjaan yang hilang saat para siswa nanti bekerja. Namun ada juga pekerjaan baru yang muncul, salah satunya adalah pilot atau pengendali drone dari jarak jauh di atas tanah.

BPPT dan PT DI, serta Lapan dan TNI dalam konsorsium teknologi pertahanan, dalam koordinasi Kemenristek/BRIN mengembangkan drone Elang Hitam Indonesia untuk bidang pertahanan.

”Tapi drone hanyalah drone yang memerlukan pengendali/pilot [dari ruangan kontrol]. Oleh sebab itu tentu saja kalian bisa mendaftar menjadi pilot drone di masa depan,” kata Bambang.

Selain menjadi pilot drone, para siswa nanti juga diperkirakan bisa menjadi pembuat konten untuk realitas virtual.

Prabowo Bangga, Ini Alutsista Buatan Indonesia yang Mendunia

Lalu seperti apa drone Elang Hitam itu? Drone berjenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) tersebut akan dioperasikan oleh TNI khususnya TNI AU. Jenis itu digunakan untuk menangkal ancaman teritorial seperti penyelundupan, pembajakan, terorisme, serta pencurian sumber daya alam.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, pengembangan drone ini dimulai oleh Balitbang Kementerian Pertahanan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Lantas pada 2019, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) masuk sebagai anggota konsorsium tersebut. Tahap manufacturing drone yang diawali oleh proses design structure, perhitungan finite element method, pembuatan gambar 3D, dan detail drawing 2D pun dimulai.

Terbang 30 Jam

Drone Elang HItam

Drone Elang HItam (Antara)

Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan tooling, molding, cetakan dan selanjutnya fabrikasi dengan proses pre-preg dengan autoclave.

Pada 2019 juga dilakukan pengadaan Flight Control System (FCS) yang diproduksi di Spanyol yang diproyeksikan akan diintegrasikan pada prototipe pertama.

Drone Elang Hitam ini didesain secanggih mungkin untuk bisa membantu mengawasi keamanan dari udara. Pesawat tanpa awak ini bisa take off dan landing sekitar 700 meter dengan kemampuan terbang di ketinggian 20.000 feet.

Kecepatan maksimum 235 kilometer per jam dan lama terbang sekitar 30 jam. Kemudian pesawat tanpa awak ini memiliki panjang 8,3 meter dan bentang sayap 16 meter.

“Pesawat udara nirawak PUNA MALE ini dapat dioptimalkan fungsinya untuk kebutuhan surveillance dan target acquisition yang dapat dipersenjatai dengan kemampuan short take off landing, maksimum endurance yaitu sampai 30 jam targetnya,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro.

Saat File Rahasia CIA Ungkap Misteri Tempat Jatuhnya Alien

Pesawat nirawak ini diharapkan dapat membantu menjaga kedaulatan Indonesua dari udara. Mengingat kebutuhan pengawasan di udara terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti ilegal logging dan ilegal fishing.

Kehadiran drone Elang Hitam jug untuk mendukung kemandirian alat utama sistem pertahanan (alutsista) dalam negeri. Tak hanya itu saja, drone ini juga bisa diperuntukkan sebagai alat mata-mata yang canggih.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menjelaskan drone Elang Hitam bisa mendukung kegiatan intelijen, pengawasan, pengintaian dan penargetan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.