• Tue, 16 August 2022

Breaking News :

Reaksi Wanita Setelah Berhubungan Intim Mulai Menangis Hingga Depresi

Ada banyak hal terjadi pada tubuh dan emosi wanita setelah berhubungan intim. Namun jika menyangkut tubuh sebaiknya kaum wanita perlu waspada.

JEDA.ID-Bagi Anda pengantin baru mungkin akan kaget ketika pertama kali melakukan hubungan seksual. Mungkin Anda berpikir akan dapat tidur nyenyak setelah melakukan hubungan seks. Namun, beberapa hal tak terduga ini mungkin saja terjadi.

Beberapa wanita ada yang mengalami beragam reaksi setelah bercinta mulai dari perdarahan hingga perasaan ingin menyendiri. Wajarkah hal tersebut? Dikutip dari laman Liputan6.com dan dari berbagai sumber, berikut hal yang bisa terjadi pada wanita setelah melakukan berhubungan intim.

Nyeri

Apakah Anda berpikir hubungan seksual seharusnya tidak menyakitkan? Kenyataanya, berhubungan seksual bisa membuat Anda merasa nyeri.  Bagi wanita, bisa mengalami kram di rahim setelah berhubungan seksual.

Kontak fisik atau aktivitas seksual akan melepaskan oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim. Hal ini wajar apabila kram hanya terjadi sekali atau beberapa kali. Akan tetapi, jika rasa nyeri terlalu sering dan mulai mengganggu hubungan seksual, sebaiknya periksa ke dokter kandungan. Rasa nyeri setelah berhubungan seksual bisa jadi tanda adanya endometriosis, fibroid, hingga kanker ovarium.

Rasa Terbakar

Jangan panik jika merasa panas seperti luka bakar usai berhubungan seks. Hal ini bisa terjadi ketika jaringan vagina mengendur. Rasa seperti terbakar membuat Anda ingin pergi ke kamar mandi setelah berhubungan seks. Akan  tetapi, rasa terbakar normalnya hanya terjadi sangat singkat dan sementara.

Berdarah

Terjadinya radang serviks atau leher rahim kerena berhubungan seksual memicu pendarahan. Bagian vagina juga dapat menjadi robek jika melakukan hubungan seks dengan kasar. Darah bisa berasal dari leher rahim yang meradang atau ada bagian vagina yang robek.

Berbahayakah hal ini? Perdarahan setelah berhubungan intim tidak pernah biasa kecuali saat menstruasi atau baru pertama kali melakukan hubungan seksual. Jadi jika mengalami perdarahan setelah berhubungan seks bisa jadi terdapat sel-sel abnormal pada serviks, pembuluh darah yang rapuh kala tersentuh penis saat berhubungan intim, polip serviks, penyakit menular seksual, klamidia, infeksi vagina. Jika terjadi perdarahan lebih dari sekali usai bercinta segera periksakan diri ke dokter.

Gatal

Hati hati saat menggunakan pelumas, gel, atau kondom saat berhubungan seksual. Hal inilah yang dapat membuat beberapa orang merasa gatal pada area organ intim seusai berhubungan seksual. Selain itu, ada pula yang mengalami gatal-gatal karena  alergi terhadap sperma maupun air mani.

Depresi

Bukannya merasa senang setelah berhubungan seksual, beberapa wanita justru merasa sedih. Berdasarkan sebuah studi di jurnal Sexual Medicine, beberapa wanita akan mengalami postcoital dysphoria (PCD), yaitu perasaan depresi, cemas, agitasi, atau agresi setelah berhubungan seksual.

Menangis

Meski tak marah pada pasangan, bahkan memaafkan atas segala kesalahannya, namun ada beberapa wanita yang menangis usai bercinta. Apakah ini tidak normal? Saat sesekali wanita menangis usai bercinta tanpa disertai masalah dalam hubungan ini masih hal normal. Menanggis dapat menjadi cara pelepasan ketegangan yang tersimpan, seperti orgasme.

Keinginan Kuat untuk Menyendiri

Banyak wanita yang ingin berlama-lama dipeluk atau bercengkrama dengan pasangan. Namun tidak sedikit yang ingin sebaliknya. Beberapa wanita ada yang mengatakan ingin menarik diri dan jauh-jauh dari suami.

Tidak sedikit wanita menangis setelah berhubungan intim (ilustrasi Freepik)

Tidak sedikit wanita menangis setelah berhubungan intim (ilustrasi Freepik)

Setelah melakukan hubungan kedekatan yang intensif lewat bercinta, wanita mungkin perlu sendirian untuk merasa dirinya utuh kembali. Lebih baik ia melakukan hal ini daripada malah membuat pertengkaran dengan suami.

Sakit Kepala

Merasa sakit kepala usai bercinta? Tenang, Anda tidak sendirian. Ini merupakan keluhan umum yang terjadi. Gejala ini biasa disebut dengan coital cephagia atau exertional headache.

Ketika bercinta memicu orgasme yang dapat meningkatakan tekanan darah. Selanjutnya, hal inilah yang memicu sakit kepala, termasuk migrain. Biasanya, sakit kepala pasca bercinta tidak berbahaya. Namun jika terjadi berulang atau tak tertahankan, perlu diperiksa untuk memastikan penyebab sakit kepala tersebut dan penangananya.

Inilah hal hal yang biasa terjadi usai berhubungan intim. Jadi Anda tidak perlu khawatir, diskusikan masalah ini dengan suami. Atau konsultasikan ke dokter apbila gejala berlebih dan sangat menganggu Anda ketika berhubungan intim.

Ditulis oleh : Annisa Putri

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.