Misteri Penderita Pertama Covid-19 di Tengah Perdebatan China-Amerika

Di China, tengah berlangsung investigasi untuk menemukan siapa penderita virus corona pertama atau patient zero.

JEDA.ID – Di China, tengah berlangsung investigasi untuk menemukan siapa penderita (pasien) yang tertular virus corona penyebab Covid-19 pertama atau patient zero.  Saat ini, upaya mereka dikabarkan sudah membuahkan hasil.

Dikutip detikINET dari Fox News, Minggu (29/3/2020) manusia pertama yang didiagnosa positif Covid-19 diduga adalah seorang pedagang seafood di Wuhan. Menurut media setempat, namanya adalah Wei Guxian yang berusia 57 tahun.

Wei mengaku mulai sakit pada 10 Desember. Ia awalnya merasa cuma menderita flu kemudian berobat ke klinik terdekat. Wei diberi obat kemudian kembali menjual udang di pasar Wuhan.

Sepekan berlalu, keadaan Wei rupanya makin parah dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Dua bulan setelah itu, virus corona merajalela tidak hanya di China melainkan juga di banyak negara.

Baca Juga :  Jangan Panik, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Jika Positif Covid-19

Berhasil Sembuh

Pada awalnya, dokter kesulitan untuk menghubungkan Wei dan kasus awal virus corona, lantaran waktu itu penyakit ini belum terdeteksi. Ketika mereka berhasil menghubungkan penyakit Wei dengan kasus yang sama di pasien-pasien pertama, barulah Wei dikarantina.

Tapi semuanya sudah terlambat, virus corona telah menyebar. Kabarnya pada masa awal itu, otoritas melarang para penderita pertama corona mengungkapnya karena mungkin masih yakin bisa diatasi.
Wei mengisahkan ia mulanya mengira hanya menderita flu yang sering melanda tubuhnya.

“Saya merasa sedikit lelah. Setiap musim dingin, saya selalu menderita flu. Jadi saya pikir cuma kena flu,”kisahnya.

Tapi keadaannya kemudian jauh memburuk. “Dokter di rumah sakit tidak bisa menentukan apa yang salah dengan saya dan memberi pil. Tapi kemudian saya merasa jauh lebih buruk dan sangat tidak nyaman. Saya tak punya kekuatan atau energi,” begitu ceritanya.

Pada 16 Desember, ia berobat ke rumah sakit terbesar di Wuhan, yaitu Wuhan Union Hospital. Barulah di sana dokter memberitahu bahwa dia dan beberapa orang lain mengalami penyakit yang buruk. Beruntung, Wei berhasil sembuh. Meskipun dia adalah orang pertama yang didiagnosa Covid-19, peneliti meyakini Wei bukanlah penderita pertama atau patient zero corona.

Pasien pertama kabarnya adalah seorang pria berumur 70 tahun yang tidak pernah berhubungan atau menyambangi pasar di Wuhan itu. Kasusnya muncul pada 17 November. Ini pun peneliti masih belum yakin, bisa jadi sudah ada kasus beberapa minggu sebelumnya.

Sumbangan Beragam Brand Fesyen dengan Cinta di Setiap Jahitannya

Tentara AS

Sebelumnya, perdebatan antara China dan Amerika mengenai asal terjadinya virus corona memasuki babak baru. China mendesak agar Amerika merilis hasil kesehatan seorang tentaranya yang datang ke Wuhan pada Oktober 2019 lalu.

Salah satu tentara AS bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien 0 alias manusia pertama di dunia yang terjangkit virus corona Covid-19. Dia juga diduga menjadi penyebar virus itu saat di Wuhan.

Melansir suara.com dari Global Times, netizen dan pakar di China mendesak agar pemerintah Amerika Serikat merilis informasi kesehatan seorang delegasi militer yang pernah datang ke Wuhan.

Tentara tersebut datang ke Wuhan untuk mengikuti Pertandingan Militer Dunia pada Oktober 2019 lalu sebelum virus corona mencuat. China mendesak pembukaan informasi kesehatan tersebut dan mengungkap apakah dugaan mereka bahwa tentara tersebut membawa virus ke Wuhan benar adanya.

Atlet Pesepeda

Sebelumnya, George Webb, jurnalis investigasi di Washington DC mengklaim bahwa salah satu atlet militer Amerika bernama Maatje Benassi diduga menjadi pasien nol dari virus yang telah melanda hampir seluruh dunia tersebut.

Webb mengungkapkan penelusurannya tersebut melalui video yang ia rilis dan Twitter-nya bahwa seorang atlet pesepeda dari delegasi militer Amerika adalah pasien nol untuk Covid-19. Jika melihat dari data di situ web resmi Departemen Pertahanan AS, Maatje Benassi tercantum sebagai salah satu partisipan lomba balap sepeda 50 mil di Wuhan pada 15 Oktober lalu.

Webb juga menemukan sebuah laboratorium militer Fort Detrick di Maryland yang menangani organisme penyebab penyakit menular tingkat tinggi seperti Ebola telah ditutup, karena fasilitas dan sistem manajemen yang tidak memenuhi syarat. Meski tanpa bukti kuat, penemuan Webb memicu pertanyaan di media sosial China.

Warganet China pun turut mendesak agar Amerika memeriksa kesehatan Benassi untuk Covid-19.
Li Haidong, seorang profesor studi Amerika Serikat di China Foreign Affairs University di Beijing mengatakan kepada Global Times bahwa pemerintah Amerika perlu menanggapi kontroversi ini serta mempublikasikan informasi yang relevan mengenai catatan kesehatan tentara mereka.

Menurutnya, tindakan ini perlu untuk menghapus keraguan publik dan membantu penelitian mengenai asal mula virus tersebut.

Baca Juga : Kisah Taqy Takazawa, Seniman Tato Jadi Imam Masjid di Jepang

Sementara itu, meski para ilmuwan belum menemukan bukti kuat tentang asal mula virus tersebut, namun politikus Amerika berpendapat bahwa virus corona adalah murni “Made in China”.

Sebelumnya, seorang diplomat China Zhao Lijian pernah melempar pernyataan bahwa ia curiga dengan seorang tentara perwakilan Amerika Serikat yang mengikuti Pertandingan Militer Dunia telah membawa virus corona baru ke Wuhan.

Zhao mendesak agar Amerika segera mengungkap informasi dan menerapkan transparansi pada kasus virus corona ini. Jadi untuk saat ini, patient zero tampaknya memang masih misterius.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.