Menengok Megahnya Jembatan B.J. Habibie di Timor Leste

Jembatan Habibie menghubungkan Jalan Avenida dos Direitos Humanos dan salah satu objek wisata Cristo Rei, patung Yesus Kristus setinggi 27 meter.

JEDA.ID–Bagi warga Timor Leste, B.J. Habibie, adalah tokoh yang punya peran besar negara itu. Pengakuan Timor Leste itu kemudian diwujudkan lewat Jembatan Habibie di ibu kota Timor Leste, Dili.

Peresmian Jembatan Habibie di Dili itu dilakukan Kamis (29/8/2019) atau sekitar 14 hari sebelum Habibie tutup usia di RSPAD Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hadir dalam peresmian itu sebagai Utusan Khusus Presiden RI.

Peresmian Jembatan Habibie ini bersamaan dengan Peringatan ke-20 Hari Pelaksanaan Jajak Pendapat di Dili, Timor Leste. Jembatan Habibie berada di Desa Bidau Sant’ana, Dili.

Sebagaimana dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jembatan Habibie memiliki panjang 540 meter, lebar 8 meter dan 2 jalur. Jembatan ini dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara Timor Leste dengan anggaran US$3,9 juta atau sekitar Rp54 miliar.

Jembatan itu dilengkapi dengan taman yang berada di sebelahnya. Jembatan Habibie menghubungkan Jalan Avenida dos Direitos Humanos dan salah satu objek wisata Cristo Rei, patung Yesus Kristus setinggi 27 meter.

Penggunaan nama B.J. Habibie untuk nama jembatan dan taman tersebut merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan rakyat dan Pemerintah Timor Leste atas jasa besar dan kontribusi Habibie pada terlaksananya referendum di Timor Leste.

Jembatan Habibie

Jembatan Habibie di Dili (Antara)

Habibie merupakan Presiden ketiga Indonesia. Habibie juga merupakan salah satu tokoh yang memberikan banyak sumbangsih untuk dunia penerbangan.

Sebelumnya, Timor Leste menjadi bagian Indonesia dengan nama Provinsi Timor Timur. Lewat referendum pada 1999, Timor Leste akhirnya menjadi negara sendiri.

Menteri PU Timor Leste Salvador Soares dos Reis Pires menyampaikan sambutan diikuti oleh Menteri Basuki, dan kemudian mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta.

”Saya ditugasi Presiden Joko Widodo untuk mewakili Indonesia memenuhi undangan Presiden Timor Leste menghadiri 20 tahun Jajak Pendapat Timor Leste. Terkait peresmian jembatan di Dili dengan nama B.J. Habibie, ini merupakan kehormatan bagi pemerintah Indonesia dan khususnya Bapak B.J. Habibie,” kata Basuki saat memberikan sambutan.

Basuki menambahkan B.J. Habibie merupakan sosok negarawan yang dicintai oleh rakyat Indonesia dan Timor Leste. Dia juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi agar Indonesia dan Timor Leste terus meningkatkan kerja sama. Khususnya kerja sama ekonomi di kawasan perbatasan, seperti Motaain, Motamasin, dan Wini.

Kerja Sama 2 Negara

Basuki Hadimuljono

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melihat Jembatan Habibie (Kementerian PUPR)

Setelah acara peresmian, Basuki bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus melintasi dengan mobil yang dikemudikan Ramos Horta.

Diakhir peresmian, Basuki bermain drum mengiringi mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta dan Dubes RI Sahat Sitorus bersama menyanyikan lagu Bengawan Solo sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi Indonesia-Timor Leste.

Indonesia dan Timor Leste terus meningkatkan kerja sama antara lain berupa pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM Timor Leste. Sejumlah pelatihan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan Timor Leste.

Di antaranya pelatihan rehabilitasi dan rekonstruksi konstruksi jalan, program dan budgeting, dan pelatihan tenaga teknik operasional untuk operator buldoser dan alat-alat berat.

Indonesia dan Timor Leste memiliki sejarah yang dekat dan terus bekerja sama erat bagi kemajuan masa depan kedua negara. Indonesia menjadi mitra pembangunan penting bagi Timor Leste.

Warga Timor Leste melihat peresmian Jembatan Habibie (Antara)

Sejak tahun 2010, sejumlah proyek infrastruktur di negara tersebut dibangun melibatkan perusahan konstruksi Indonesia baik BUMN maupun swasta nasional antara lain pembangunan jaringan irigasi Raibere, Jembatan Soebada, jalan Tibar-Gleno, Comoro Powerplant, Gedung Perdana Menteri, Bandara Oecusse dan ETO Tower.

Selama 3 tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Timor Leste terus stabil dikisaran USD 222 juta hingga USD 229 juta. Kondisi ini mencerminkan hubungan baik dari Pemerintah kedua negara dalam kerjasama perdagangan.

Selain perdagangan, hubungan kerjasama Indonesia dengan Timor Leste di bidang pembangunan infrastruktur juga terjalin erat. Nilai proyek konstruksi dan konsultasi Indonesia pada sejumlah proyek infrastruktur di Timor Leste terus mengalami peningkatan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.