KUR 2020: Bunga Diturunkan, Plafon Dinaikkan

Mulai awal Januari 2020, maksimum plafon KUR mikro yang semula Rp25 juta dinaikkan menjadi Rp50 juta per debitur atau nasabah.

JEDA.ID–Pemerintah menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bisa menembus Rp325 triliun pada 2024. Strategi untuk mendongkrak penyaluran KUR mulai 2020 dilakukan dengan menaikkan plafon kredit serta menurunkan bunga.

KUR yang menyasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi signifikan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah ketidakpastian dan pelemahan perekonomian global.

”Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60 persen PDB kita disumbangkan oleh UMKM. Jadi kalau mau pertumbuhannya tinggi, basisnya harus kita dorong tinggi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir saat acara Sosialisasi Program KUR 2020, di Jakarta, Selasa (21/1/2020), sebagaimana dilansir dari jpp.go.id.

Peningkatan target penyaluran KUR pada 2020 ini diikuti dengan relaksasi kebijakan. Misalnyapeningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR mikro.

Maksimum plafon KUR mikro yang semula Rp25 juta dinaikkan menjadi Rp50 juta per debitur atau nasabah. Untuk akumulasi plafon KUR mikro sektor perdagangan juga meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Perubahan kebijakan KUR ini berlaku sejak 2 Januari 2020.

Cara Beli BBM Tanpa Uang Cash dan Kendalanya

Selain itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet terbatas, suku bunga KUR diturunkan kembali menjadi 6%. Penurunan ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Kebijakan penurunan suku bunga tersebut diikuti dengan peningkatan penyaluran KUR sebesar 36% dibandingkan tahun 2019 menjadi Rp190 triliun pada tahun 2020.

Pencapaian KUR

Pencapaian kebijakan KUR sejak disalurkan kembali dengan skema subsidi bunga pada Agustus 2015, total akumulasi penyaluran KUR sampai dengan 31 Desember 2019 telah mencapai Rp472,8 triliun disertai nonperforming loan (NPL) atau kredit bermasalah yang relatif rendah sebesar 1,1%.

”Pada tahun 2019 ini saja, target penyaluran KUR sebesar Rp140 triliun. Realisasi penyaluran sampai Desember 2019 telah mencapai sebesar Rp139,5 triliun atau 99,65% dari target,” tutur Iskandar.

Selain meningkat dari sisi nominal penyaluran, jumlah UMKM yang mengakses KUR juga tumbuh pesat. Awalnya ada 2,4 juta debitur pada tahun 2014 menjadi 4,4 juta debitur pada tahun 2018.

Ingin Kredit Rumah, Coba 4 Tips Cicilan KPR

Total akumulasi debitur penerima KUR dari Agustus 2015 sampai Desember 2019 telah mencapai 18,6 juta akad kredit atau sebesar 12,9 juta (berdasarkan NIK).

”Capaian ini menunjukkan bahwa penerima KUR didominasi oleh UMKM yang baru mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, bukan UMKM yang berulang,” ujar Iskandar.

Sejak ditetapkan target penyaluran KUR di sektor produksi (sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa-jasa) pada tahun 2017, pangsa penyaluran KUR di sektor perdagangan menurun, sementara pangsa KUR di sektor produksi terus mengalami peningkatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan manfaat KUR sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya.

”Ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR mikro sebesar 64,6%, KUR kecil sebesar 35%, dan KUR TKI sebesar 0,4%.Diharapkan perubahan kebijakan KUR sebagaimana diputuskan Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dapat mendorong percepatan pertumbuhan UMKM di Indonesia,” sebut dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.