Kenali Gejala dan Penanganan Dehidrasi

Dehidrasi bisa mengancam jiwa  seseorang, termasuk balita bila tak segera mendapat penanganan serius. Meskipun pada kenyataannya ada  balita yang bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa makan dan minum.

JEDA.ID— Dehidrasi bisa mengancam jiwa  seseorang, termasuk balita bila tak segera mendapat penanganan serius. Meskipun pada kenyataannya ada  balita yang bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa makan dan minum.

Seorang balita atau bayi berusia 14 bulan ditemukan tengah memeluk ayahnya yang sudah meninggal 3 hari. Kondisi anak korban lemas karena beberapa hari tidak makan dan minum.

Untunglah bayi itu masih bisa diselamatkan karena langsung mendapat penanganan dari pihak medis. Tubuh bayi mengandung air yang lebih banyak dibanding orang dewasa, yakni sekitar 70-80 persen yang artinya bayi membutuhkan cairan yang lebih banyak. Namun ternyata, bayi punya kemampuan kompensasi.

“Mungkin di fase-fase awal dia nangis. Kalau sudah di titik dia harus ngerem karena tubuhnya ada kompensasi harus mengurangi energi, ya sudah dia akan pasif [tidak banyak aktivitas],” kata dr Wiyarni Pambudi, SpA, saat dihubungi detikHealth, Kamis (15/8/2019).

Gejala

Ketika ditemukan, bayi atau anak yang dehidrasi harus diperhatikan pernapasannya. Sebab, jika dehidrasi, sirkulasi mulai terganggu. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan atau tidak mendapatkan cukup air. Seperti dirangkum Jeda.Id dari berbagai sumber, gejala dehidrasi antara lain adalah sebagai berikut:

Mulut kering

Rasa haus

Pusing

Sakit kepala

Merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga

Tekanan darah yang rendah

Tidak bisa mengunyah dan menelan makanan kering

Kesulitan berbicara

Kulit kering

Kulit yang bengkak dan retak ketika dicubit

Demam yang ditandai dengan penurunan berat badan, urine yang berwarna gelap, dan terjadinya kelelahan pada otot.

Demam, diare atau muntah yang parah yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh.

Pengobatan

Seperti dilansir alodokter.com, Pengobatan utama untuk dehidrasi adalah dengan mengganti cairan dan mineral yang hilang dengan cara minum banyak air atau jus buah yang encer. Minuman manis bisa membantu menggantikan gula yang hilang, sedangkan camilan asin bisa menggantikan garam atau natrium yang hilang. Metode terbaik dalam mengobati dehidrasi tergantung kepada usia penderita dan tingkat keparahan dehidrasi, serta penyebabnya.

Oralit

Oralit adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Meminum oralit bisa mengembalikan keseimbangan kadar zat tersebut di dalam tubuh. Ada banyak produk oralit yang bisa dibeli secara bebas. Konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang oralit.

Mengobati dehidrasi pada bayi

Ibu dianjurkan untuk tetap melanjutkan memberikan ASI pada bayi ketika mereka mengalami diare, muntah-muntah, atau demam. Jika bayi minum susu formula, ganti dengan susu formula yang bebas laktosa hingga diarenya benar-benar berhenti. Laktosa sulit dicerna jika bayi mengalami diare, bahkan cenderung memperburuk kondisi diarenya. Tetap memberikan ASI serta ditambah dengan oralit akan menggantikan cairan, garam, dan gula yang hilang.

Dokter bisa memberikan saran pengobatan yang tepat jika bayi mengalami dehidrasi. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul tanda-tanda dehidrasi pada bayi.

Rawat Inap

Untuk penanganan dehidrasi pada anak-anak, pemberian air berlebihan justru bisa membuat kadar mineral dalam tubuh lebih menurun, dan akibatnya memperburuk kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memberikan larutan oralit kepada anak-anak. Bisa menggunakan sendok untuk menyuapi cairan kepada anak-anak yang mengalami muntah-muntah atau mengalami diare.

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus segera ditangani oleh petugas medis di rumah sakit, dan kemungkinan, kondisi ini akan memerlukan rawat inap. Pasien bisa menerima gula, garam, dan cairan melalui infus. Infus merupakan cara yang cepat dan efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.