Ingin Kuliah di Poltekkes? Keperawatan Jadi Prodi Idaman

Banyaknya mahasiswa yang kuliah di poltekkes karena tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia seperti perawat, bidan, sampai tenaga gizi.

JEDA.ID–Politeknik kesehatan atau poltekkes bisa dibilang menjadi tempat kuliah yang tepat bila ingin berpofesi sebagai bidan atau perawat. Bila ingin kuliah di poltekkes, setidaknya saat ini ada 38 kampus poltekkes di seluruh Tanah Air baik negeri atau swasta.

Secara akademik, poltekkes menjadi tanggung jawab Kemendikbud, sedangkan pembinaan teknis diurusi Kementerian Kesehatan. Strata yang ditawarkan sat kuliah di poltekkes adalah diploma III dan diploma IV.

Hingga akhir 2018, tercatat ada 139 program studi strata diploma IV dan 270 program studi strata diploma III (266 program studi reguler dan 4 program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Selama ini mungkin banyak yang mengira saat kuliah di poltekkes hanya ada program studi (prodi) keperawatan, kebidanan, farmasi, atau gizi. Padahal ada 11 kelompok prodi di poltekkes, yaitu:

  1. Keperawatan: Keperawatan dan Keperawatan Gigi
  2. Kebidanan
  3. Kefarmasian: Analis Farmasi dan Makanan dan Farmasi
  4. Kesehatan Tradisional
  5. Kesehatan Lingkungan
  6. Gizi
  7. Kesehatan Masyarakat, yang terdiri dari Promosi Kesehatan
  8. Keterapian Fisik: Fisioterapi, Okupasi Terapi, Terapi Wicara, dan Akupunktur
  9. Keteknisan Medis: Teknik Gigi, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, dan Teknologi Bank Darah
  10. Teknik Biomedika: Analisis Kesehatan, Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Teknik Elektromedik, dan Ortotik Prostetik
  11. Asuransi Kesehatan

Dari 11 kelompok jurusan itu, tidak bisa dimungkiri prodi Keperawatan jadi idaman. Dari 38 poltekkes di Indonesia, prodi ini yang jumlahnya paling banyak. Ada 90 prodi Keperawatan untuk diploma III dan 42 prodi untuk diploma IV.

Daftar Jurusan Kuliah Termurah di Perguruan Tinggi Negeri

Sedangkan prodi yang paling sedikit adalah Kesehatan Tradisional dan Asuransi Kesehatan untuk diploma III yaitu hanya ada 1 prodi. Sedangkan untuk jenjang diploma IV yang paling sedikit adalah Kefarmasian yaitu 1 prodi.

Mahasiswa yang kuliah di prodi Keperawatan poltekkes juga yang paling banyak dibandingkan prodi lain. Mahasiswa yang kuliah di poltekkes negeri hingga akhir 2018 lalu sebanyak 57.856 orang untuk jenjang DIII dan 29.005 orang untuk DIV.

”Jumlah peserta didik terbesar berasal dari kelompok tenaga kesehatan Keperawatan (Keperawatan dan Keperawatan Gigi), sebanyak 22.778 mahasiswa untuk jenjang diploma III dan sebanyak 7.759 mahasiswa untuk jenjang diploma IV,” sebut Kemenkes dalam laporan mereka yang dikutip Sabtu (7/12/2019).

Jumlah Lulusan

Jumlah mahasiswa terbanyak yang kuliah di poltekkes negeri berikutnya adalah Kebidanan. Untuk jenjang DIII ada 11.982 orang dan DIV ada 7.595 orang. Berikutnya adalah prodi Gizi dengan 5.932 mahasiswa DIII dan 4.665 mahasiswa DIV.

Banyaknya mahasiswa yang kuliah di prodi Keperawatan poltekkes negeri menjadikan prodi ini paling banyak menyumbangkan lulusan. Berikut data lulusan mahasiswa yang kuliah di poltekkes negeri pada 2018.

  • Keperawatan: 7.099 orang (DIII), 1.915 orang (DIV)
  • Kebidanan: 3.903 orang (DIII), 2.858 orang (DIV)
  • Kefarmasian: 933 orang (DIII)
  • Kesehatan Tradisional: 99 orang (DIII)
  • Kesehatan Lingkungan: 1.346 orang (DIII), 604 orang (DIV)
  • Gizi: 1.628 orang (DIII), 922 orang (DIV)
  • Keterapian fisik: 289 orang (DIII), 359 orang (DIV)
  • Keteknisian Medik: 294 orang (DIII)
  • Teknik Biomedika: 1.674 orang (DIII), 932 orang (DIV)

Selain itu, masih ada lulusan dari poltekkes swasta yang tidak didata Kemenkes. Banyaknya mahasiswa yang kuliah di poltekkes karena tingginya kebutuhan tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan.

Membandingkan Biaya Hidup Mahasiswa di 4 Kota

Misalnya kebutuhan di puskesmas. Sesuai peraturan Menteri Kesehatan, puskesmas harus memiliki tenaga kesehatan yaitu dokter atau dokter layanan primer, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.

Data Kemenkes menyatakann jumlah SDM kesehatan yang bertugas di puskesmas di Indonesia pada 2018 sebanyak 468.047 orang yang terdiri dari 409.886 orang tenaga kesehatan (87,57%) dan 58.161 orang tenaga penunjang kesehatan (12,43%).

Proporsi tenaga kesehatan di puskesmas terbanyak yaitu bidan sebanyak 176.333 orang dan perawat 139.544 orang. Itulah alasan mengapa banyak lulusan SMA/sederajat yang kemudian memutuskan untuk kuliah di poltekkes.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.