Enggak Kepikiran, 17 Kata Ini yang Ternyata Ada di KBBI

KBBI terakhir memutakhirkan KBBI Daring pada bulan April 2019 dengan tambahan ratusa entri baru.

JEDA.ID – Kemendikbud pada 2016 meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring atau online. Sejak saat itu, Badang Pengembangan Bahasa dan Kebukuan Kemendikbud menerima masukan kata unik dan bahasa daerah dari publik untuk ditambahkan ke kosakata baru KBBI.

Pada 2016, KBBI V mencatat 127.036 lema dan makna. Sedangkan untuk versi online, setiap tahun KBBI menjaring kosakata baru dan menambahkannya di daftar lema dan makna.

Hingga Selasa (19/11/2019), KBBI terakhir memutakhirkan kamus daring pada bulan April 2019. Dari data yang disampaikan situs resmi Kemendikbud, ada 389 entri baru, 36 makna baru, 3 contoh baru, 179 perubahan entri, 222 perubahan makna, 111 perubahan contoh.

Masukan yang telah diterima ini diambil dari usulan yang jumlahnya jauh lebih banyak lagi. Beberapa diantara usulan-usulan yang diterima terkadang tak banyak yang tahu. Meski sudah diumumkan melalui laman resminya, netizen yang kurang rajin berselancar di Internet tetap merasa asing dengan sejumlah kata di KBBI.

Entri Baru

Salah satu entri baru di April 2019 adalah kata Khilafah. KBBI memaknai khilafah kepemimpinan secara umum dan luas, baik dalam urusan agama maupun dunia sebagai pengganti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Entri baru lainnya adalah konfeti, habil, mapel, adi, likuifaksi, hingga antatur.

Selain usulan-usulan baru itu, banyak kata yang cukup asing dan unik di KBBI. Berikut 17 kata yang jarang orang sadar sudah terdaftar di KBBI;

  • Crat-crit; keluar sedikit-sedikit (tentang air) karena mendapat tekanan
  • Menghomoi; melakukan perbuatan hubungan seks dengan pasangan sejenis (laki-laki dengan laki-laki)
  • Ngak-ngik-ngok; ingar bingar (tentang musik).
  • Sikut-sikutan; menyinggung-nyinggung (mendesak dan sebagainya) dengan siku (dalam permainan bola, pencak, dan sebagainya); main sikut-sikutan. Makna kedua; main curang (tidak jujur dan sebagainya). Makna ketiga; merebut milik (tempat, kedudukan) orang
  • Swempak; baju renang
  • Termonyong-monyong; dalam keadaan monyong
  • Turun mesin; memperbaiki mesin mobil (sepeda motor dan sebagainya) secara keseluruhan dengan cara melepaskan dan menurunkan mesin tersebut dari kedudukannya. Makna kedua; melahirkan
  • Video esek-esek; video yang menampilkan aktivitas seksual
  • Pakar balsem; pakar yang gemar mengomentari apa saja yang disukainya secara enteng dan seenaknya.
  • Miliarwan; miliarder.
  • Jotos-jotosan; berjotosan
  • Sontoloyo; konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian)
  • Waterpruf; tidak dapat dimasuki air; tahan air; kedap air.
  • Prapatan; persilangan jalan; simpang empat; perempatan.
  • Njawani; memiliki sifat orang atau budaya Jawa.
  • Asese; bersetuju; bermufakat.
  • Embek; kambing.
Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.