Dalam 14 Tahun, Jokowi Sapu Bersih Kemenangan di 5 Pemilu

Dalam 14 tahun, Jokowi mengikuti lima pemilu mulai pilkada, pilgub, hingga pilpres.

JEDA.ID–Joko Widodo (Jokowi) sudah lima kali menjadi kontestan pemilihan umum (pemilu) dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Selama lima kali menjadi kandidat dalam pemilihan umum, Jokowi menyapu bersih kemenangan.

Ada tiga jenis pemilihan umum yang diikuti laki-laki kelahiran 21 Juni 1961 ini mulai pilkada, pemilihan gubernur, dan pemilihan presiden. Kemenangan yang paling fenomenal diraih pada 2010 dalam Pilkada Solo 2010. Kala itu, Jokowi yang menjadi calon wali kota bersama calon wakil wali kota F.X. Hadi Rudyatmo mendulang 90,09% suara.

Berikut data pemilihan umum yang diikuti Jokowi sebagaimana dihimpun jeda.id dari laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan berbagai sumber lainnya.

2005

Jokowi menjadi calon wali kota berduet dengan calon wakil wali kota F.X. Hadi Rudyatmo dengan diusung PDIP. Ada empat pasangan calon yang bersaing di Pilkada Solo 2005. Selain duet dari PDIP itu, ada pasangan Achmad Purnomo-Istar Yuliadi yang diusung PAN, Hardono-Dipokusumo yang diusung Partai Golkar, Demokrat, dan PKS, serta pasangan Slamet Suryanto-Hengky Nartosabdo yang diusung koalisi partai-partai kecil.

Dalam pilkada yang digelar 27 Juni 2005, Jokowi-Rudy mendulang suara terbanyak. Mereka meraup 99.747 suara (36,62%). Berikutnya Achmad Purnomo-Istar Yuliadi 79.213 suara (29,08%), Hardono-Dipokusumo 78.989 suara (29%), dan Slamet Suryanto-Hengky Nartosabdo 14.414 suara (5,29%).

2010

Duet Jokowi-Rudy berlanjut dalam Pilkada Solo 2010. Pasangan ini kembali diusung PDIP dengan didukung PAN dan PKS. Mereka berhadapan dengan pasangan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat. Supradi adalah mantan Sekda Kota Solo, sedangkan Eddy merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Solo.

Suara yang diperoleh Jokowi-Rudy dalam pilkada pada 2010 ini tidak terbendung. Mereka mendulang 248.243 suara (90,09%). Sedangkan pesaing mereka, Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi hanya mendapatkan 27.306 suara (9,91%).

2012

Baru sekitar dua tahun melanjutkan kepemimpinan di Kota Solo, nama Joko Widodo naik ke kancah politik nasional. Jokowi mulai digadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. PDIP dan Partai Gerindra sepakat berkoalisi dengan menduetkan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon gubernur dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon wakil gubernur.

Pilgub Jakarta 2012 berlangsung ketat karena ada enam pasangan calon yang ikut kompetisi. Ada pula pasangan petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Selain itu ada tokoh politik nasional seperti Hidayat Nur Wahid, Faisal Basri, hingga Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin.

Dalam Pilgub DKI Jakarta putaran I, pasangan Jokowi-Ahok mendulang 1.847.157 suara (42,60%), Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 1.476.648 suara (34,05%), Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini 508.113 suara (11,72%), Faisal Batubara-Biem Benjamin 215.935 suara (4,98%), Alex Noerdin-Nono Sampono 202.643 suara (4,67%), dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria 85.990 suara (1,98%).

Karena belum ada pasangan yang mampu meraup suara di atas 50%, digelar putaran kedua. Di putaran II, Jokowi-Ahok meraup 2.472.130 suara (53,82%) dan Foke-Nara 2.120.815 suara (46,18%).

2014

Nama Jokowi kian meroket di panggung politik nasional saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sekitar dua tahun memimpin Ibu Kota, dia menjadi calon presiden (capres) berduet dengan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla. Pasangan Jokowi-JK ini diusung PDIP, PKB, Nasdem, dan Hanura.

Mereka berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Partai Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PAN, dan PBB. Joko Widodo-Jusuf Kalla akhirnya menang pilpres. Pasangan ini mendapatkan 70.997.85 suara (53,15%). Sedangkan Prabowo-Hatta 62.576.444 suara (46,85%).

2019

Rematch Jokowi vs Prabowo terulang dalam Pilpres 2019. Jokowi menggandeng K.H. Ma’ruf Amin dengan diusung PDIP, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, Golkar, PKPI, PSI, hingga Partai Perindo. Sedangkan Prabowo menggaet Sandiaga Uno dengan diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Partai Berkarya.

Kompetisi 2019 berlangsung sengit. KPU memutuskan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara (55,50%) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara (45,50%). Prabowo-Sandi mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil itu. Namun, MK menolak permohonan Prabowo-Sandi.

jokowi

Infografis: Rahmanto Iswahyudi

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.