Bikin Penasaran, Keripik Singkong Bojonegoro Tembus Pasar Dunia

Keripik singkong Bojonegoro yang diekspor menggunakan bahan kualitas premium dengan rempah-rempah khas Indonesia dan tanpa tambahan MSG.

JEDA.ID–Keripik singkong termasuk salah satu camilan yang familier bagi orang Indonesia. Gurih dan renyahnya keripik singkong mampu menembus pasar dunia. Keripik singkong asal Bojonegoro, Jawa Timur, diekspor ke berbagai negara.

Setelah diekspor ke Kuwait dan China pada 2019 lalu, keripik singkong buatan PT Parestu Estu Guna kini menembus pasar Amerika Serikat (AS). Ekspor perdana keripik singkong merek Matoh itu ke AS dilakukan Selasa (28/1/2020).

Total ada 320 karton keripik singkong Bojonegoro yang dilempar ke pasar negeri Paman Sam. Nilai ekspornya mencapai US$5.200 atau sekitar Rp72,8 juta.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag), Sabtu (1/2/2020), produsen keripik singkong Bojonegoro itu merupakaan UKM binaan Kemendag.

Tembakau Cerutu Indonesia, Pembalut Penentu Cita Rasa

Mereka menjadi UKM binaan program pendampingan ekspor dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekpor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag sejak 2018.

Usaha itu mulai terlihat setelah perusahaan yang berdiri pada 2013 ini masuk pasar China dan Kuwait pada 2019 dan kini menyusul ke Amerika Serikat.

”Keberhasilan menembus pasar internasional tersebut dicapai atas usaha, kerja keras, serta komitmen pelaku usaha dalam mengikuti program pendampingan ekspor,” kata Direktur Jenderal PEN Dody Edward di Jakarta, pada Kamis (30/1/2020).

Kualitas Premium

Keripik singkong Bojonegoro

Keripik singkong Matoh (matoh.co.id)

Keripik singkong Matoh itu diproduksi di Jalan Raya Kabunan Balen, Bojonegoro, Jawa Timur. Dikutip dari laman matoh.co.id, produsen keripik singkong ini berdiri pada 9 Maret 2013.

Disebutkan makanan ringan dari singkong yang diproduksi merupakan kualitas premium dengan menggunakan rempah-rempah khas Indonesia dan tanpa bahan pengawet serta tambahan MSG.

”Produk makanan ringan yang telah diproduksi adalah keripik singkong dengan varian rasa seperti keju, original soya, manis asin, sambal purut, balado, dan sea salt,” tulis mereka.

Perusahaan keripik singkong itu tengah melakukan diversifikasi produk yang inovatif dengan terus menambahkan berbagai varian rasa maupun bentuk.

Pada 2019 saat melepas ekspor perdana ke China, Direktur Utama PT Pareto Estu Guna Sujono Susilo, menyatakan ekspor ini momentum gairah industri makanan ringan.

”Keripik singkong ini dibuat orang Bojonegoro. Semoga semakin banyak diminati,” ujar dia di Bojonegoro, Jumat 23 Agustus 2019.

Kejayaan Rambut Palsu Indonesia di 40 Negara

Program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun. Kegiatan ini dikhususkan untuk para alumni pelatihan Balai Besar PPEI dan berlangsung sejak 2010.

Dalam program ini, perserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional.

”Pada program tersebut, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu, para peserta dapat membuka peluang di negaratujuan eskpor didampingi praktisi pelaku ekspor,” kata dia.

Pada 2020, program pendampingan ekspor dilaksanakan di lima daerah. Daerah tersebut yaitu Jakarta untuk wilayah Jabodetabek, Bandung untuk wilayah Jawa Barat, Semarang untuk wilayah Jawa Tengah, serta Surabaya dan Banyuwangi untuk wilayah Jawa Timur.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.