Bikin China Siaga, Ini Gejala dan Penularan Pes Bubonic

Seorang warga China dilaporkan meninggal dunia karena terinfeksi penyakit pes bubonic. Hal ini membuat negara itu siaga 3 terkait pencegahan dan penularan wabah bubonic sampai akhir tahun 2020.

JEDA.ID- Seorang warga China dilaporkan meninggal dunia karena terinfeksi penyakit pes bubonic. Hal ini membuat negara itu siaga 3 terkait pencegahan dan penularan wabah bubonic sampai akhir tahun 2020.

Dikutip detikcom dari CNN, pasien merupakan warga Desa Suji Xincun, Distrik Damao Banner. Demi menghindari penyebaran dan penularan wabah bubonic, pihak berwenang segera mengisolasi Desa Suji Xincun. Selain itu, pejabat kesehatan juga memerintahkan pembersihan dan desinfeksi seluruh rumah dan bangunan di desa itu.

Terdapat sekitar sembilan warga desa yang pernah menjalin kontak dekat dengan pasien meninggal dan 26 warga lainnya yang pernah kontak telah menjalani karantina mandiri.

Pasien dilaporkan meninggal setelah mengalami kegagalan multi organ. Kasus ini menjadi kematian akibat wabah pes bubonic yang kedua yang dikonfirmasi China tahun ini.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana cara pasien tersebut terinfeksi.

Bikin Suami Bahagia Ala Tante Ernie Pemersatu Bangsa

Apa penyakit pes?

Dikutip dari laman resmi WHO, pes adalah penyakit zoonosis yang menyerang hewan pengerat dan bisa tertular ke manusia. Berdasarkan organ yang terinfeksi pes, penyakit ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Pes pada sistem limfatik (bubonic plague)

– Pes pada aliran darah (septicemic plague)

– Pes pada paru-paru (pneumonic plague).

“Wabah pes yang paling umum disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri [bubonic plague]. Penularan ini akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa meradang dan berubah menjadi luka terbuka yang bernanah,” demikian dikutip dari laman tersebut, Senin (10/8/2020).

Pes tercatat sebagai wabah yang membunuh jutaan orang. Salah satu kejadian wabah pes yang terkenal dijuluki “The Black Death” di Abad Pertengahan Eropa dan diperkirakan membunuh lebih dari 50 juta orang.

Penyakit yang tidak diobati dapat berakibat fatal dengan cepat, sehingga diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan mengurangi komplikasi.

Pengujian laboratorium diperlukan untuk memastikan adanya infeksi. Ini termasuk mengidentifikasi bakteri penyebab dalam sampel nanah, darah atau sputum. Pes bubonic saat ini bisa diobati dengan antibiotik dan terapi suportif jika pasien didiagnosis tepat waktu.

Sudah Ada Sejak 10.000 SM, Ini Fakta dan Efek Tato bagi Tubuh

Gejala Pes Bubonic

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menjelaskan pengidap pes bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa menyakitkan di bawah lengan, leher, atau di selangkangan. Dikutip detikcom dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang dapat diidentifikasi saat terinfeksi pes bubonic seperti berikut.

– Demam dan menggigil.

– Kelemahan ekstrem

– Sakit perut, diare, dan muntah.

– Pembengkakan kelenjar getah bening

– Pendarahan kulit, hidung, atau mulut.

Gejala pes bubonic bisa muncul seusai masa inkubasi dalam satu hingga enam hari. Dikutip dari laman resmi CDC, tanpa pengobatan bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Penularan bubonic antarmanusia jarang terjadi, tetapi bakteri penyebab pes bubonic bisa menyebabkan penyakit lain seperti septikemia dan pneumonik.

Pasien septikemia umumnya mengeluhkan gejala demam, kedinginan, kelemahan ekstrem. Sementara pasien pneumonik mengalami gejala demam, sakit kepala, lemas, pneumonia yang menyebabkan sesak napas nyeri dada dan batuk.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.