Berpacu Membuat Vaksin di Antara Prediksi Hilang Tidaknya Corona

Direktur Institut Penelitian Negosiasi Farmakologis Mario Negri di Milan, Dr Giuseppe Remuzzi, mengatakan bahwa potensi dari virus Corona Covid-19 bisa menghilang sebelum vaksin muncul.

JEDA.ID- Direktur Institut Penelitian Negosiasi Farmakologis Mario Negri di Milan, Dr Giuseppe Remuzzi, mengatakan bahwa potensi dari virus Corona  bisa menghilang sebelum vaksin muncul. Menurutnya, potensi virus itu mulai melemah dari hari ke hari.

“Mungkin bisa menghilang [virus] sebelum vaksin ditemukan untuk menghentikan penyebarannya. Karena potensinya mulai melemah dari hari ke hari,” katanya yang dikutip dari Al Arabiya, Jumat (15/5/2020).

Menurut Dr Remuzzi penyakit akibat Covid-19 ini tidak begitu parah pada orang yang baru-baru ini terinfeksi, dibandingkan dengan orang yang terinfeksi sebulan yang lalu. Ia menambahkan, jumlah orang yang membutuhkan perawatan intensif karena virus ini di Italia pun berkurang.

Namun, sebagian ahli medis memperingatkan bahwa virus ini bisa ada di dalam populasi manusia dan tidak akan hilang dengan sendirinya. Bahkan mereka mulai mengingatkan akan munculnya gelombang kedua, jika pembatasan mulai dicabut dan mungkin hanya bisa diatasi saat vaksin muncul.

Meski belum tahu bagaimana virus ini kehilangan potensinya, Dr Remuzzi percaya bahwa setiap orang mungkin telah mengembangkan imunitas terhadap virus Corona di dalam tubuhnya. Tetapi, kekebalan komunitas atau herd immunity ini masih menjadi perdebatan di komunitas medis.

Seram, Ini Sederet Kisah Mistis Driver Ojol yang Bikin Bulu Kuduk Merinding

Corona Disebut WHO Tak Bisa Hilang

Di sisi lain, ketika beberapa negara secara bertahap sudah melonggarkan pembatasan dan lockdown, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa virus Corona mungkin tidak akan pernah bisa hilang seluruhnya.

“Penting untuk mengingat ini: virus ini bisa menjadi virus endemik lain di komunitas kita dan mungkin tidak akan pernah hilang,” kata pakar kedaruratan kesehatan WHO, Mike Ryan, dalam pertemuan daring dan dikutip dari SCMP, Kamis (14/5/2020).

Menanggapi hal itu, banyak orang yang merasa khawatir dan resah karena tidak bisa terbebas dari ancaman virus Corona dan berharap vaksin cepat ditemukan. Tetapi apakah dengan adanya vaksin, Covid-19 masih jadi ancaman?

Menurut ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, jika vaksin Corona sudah ditemukan maka risiko infeksi akan menurun. Namun tetap tidak bisa melindungi seseorang 100 persen dari virus Corona.

“Betul, insya Allah kalau sudah ada vaksin, maka risiko terhadap pasien akan menurun,” kata dr Erni kepada detikcom, Kamis (14/5/2020).

“Tapi tidak bisa melindungi 100 persen. Misalnya dia ketularan, tapi ringan saja karena sudah ada vaksin. Ibaratnya tetap tertular tapi tidak sampai jadi berat atau bahkan kalau virusnya cuma sedikit atau ringan bisa jadi tidak sakit,” lanjutnya.

Segera Tersedia

Seorang ahli mengklaim bahwa hasil uji coba vaksin virus Corona pada manusia bisa tersedia pada pertengahan Juni mendatang. Profesor Sir John Bell, ahli kedokteran di Universitas Oxford mengatakan hasilnya ini akan hadir dalam hitungan pekan.

Menurut Profesor John Bell, hasil ini didapatkan dari uji coba vaksin pada lebih dari 1.000 sukarelawan manusia. Ini telah membuktikan bahwa vaksin tersebut sudah siap ke tahap selanjutnya.

“Kami punya lebih dari 1.000 orang yang menjadi sukarelawan dalam proyek ini. Dan sejauh ini sangat baik, kita sekarang mulai menunggu apakah orang-orang yang divaksinasi ini tidak terkena penyakit tersebut,” katanya yang dikutip dari Daily Star.

Dalam menguji vaksin, Profesor John Bell menolak cara yang dengan sengaja menginfeksi sukarelawan yang sehat dengan virus Corona. Jika vaksin tidak berhasil, risiko meninggal akan sangat tinggi.

“Kami juga ingin memastikan bahwa seluruh dunia sudah siap untuk membuat vaksin dalam skala yang sangat besar di negara-negara berkembang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Profesor John Bell sempat memperkirakan bahwa vaksin ini secepatnya akan selesai pada pertengahan Agustus 2020. Ini untuk memastikan apakah vaksin tersebut bisa berfungsi dengan baik untuk mengatasi virus.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.