Beragam Jenis Fobia, Ada 5 Ketakutan yang Aneh

Ada fobia yang bisa dipicu ketika kehabisan baterai, kuota, pulsa, atau berada di luar jaringan.

JEDA ID–Seseorang bisa merasa takut karena melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang membuat merasa terancam bahaya. Merasa takut terhadap sesuatu memang wajar, tetapi menanggapi rasa takut tersebut secara berlebihan bisa terlihat aneh. Kondisi ini memunculkan beragam jenis fobia.

Istilah fobia bisa diartikan sebagai rasa takut berlebihan yang tidak masuk akal. Tidak seperti rasa takut pada umumnya, fobia biasanya berkaitan dengan satu hal yang spesifik.

Terkadang fobia juga bisa disebabkan hal aneh, berikut kami sajikan 5 jenis fobia aneh yang bisa diderita seseorang sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Jumat (16/8/2019).

Ergophobia

Ergophobia adalah ketakutan terhadap pekerjaan. Artinya, orang yang menderita fobia ini merasa takut jika harus bekerja, baik dalam kelompok atau di depan umum.

Lorna Liebenberg, seorang warga dari Port Elizabeth Afrika Selatan, merupakan salah satu penderita ergophobia. Selama 17 tahun, ia mengaku tidak pernah bekerja atau berada di tempat bekerja.

Fobianya semakin parah setiap kali Lorna mendaftar kerja. Setiap kali ia memikirkan tentang kerja, perasaan takut tiba-tiba muncul.

Jenis fobia ini bisa mengancam keuangan seseorang. Jika tidak bekerja maka tidak bisa mendapatkan penghasilan. Lorna sendiri mengaku kesulitan mengurus keuangan jika ia harus menanggung rasa takut tiap kali berada di lingkungan kerja.

Haphephobia

Haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang muncul ketika disentuh oleh orang lain. Penderita biasanya akan terlihat cemas, tidak nyaman, berkeringat, bahkan panik hebat jika ia disentuh oleh orang lain.

Dalam beberapa kasus, penderita jenis fobia ini akan merasa sakit apabila disentuh orang lain. Fobia ini sangat mengganggu seseorang untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungannya.

Seorang pria asal Amerika berinisial A.J. mengaku merasa sakit ketika disentuh oleh seseorang. Fobianya sangat parah, sampai-sampai ia mengingat setiap orang yang pernah menyentuhnya.

Ablutophobia

Ablutophobia adalah rasa takut untuk mandi, mencuci, dan membersihkan. Jenis fobia ini lebih umum terjadi pada perempuan dan anak-anak daripada pria.

Ablutophobia kemungkinan besar disebabkan oleh trauma yang berhubungan dengan kecelakaan waktu kecil yang melibatkan air, seperti tenggelam. Orang tua yang memberikan hukuman mandi kepada anaknya juga berhubungan dengan jenis fobia ini.

Ablutophobia bisa berakibat parah seperti sebuah kasus dari Inggris yang dialami Thomas Townsend. Ia merasa takut untuk mandi, untuk menghindari mandi Thomas memilih menggunakan deodoran dalam jumlah banyak.

Nahasnya, Thomas meninggal karena terlalu banyak menghirup gas butana yang dihasilkan oleh deodoran semprot. Gas butana bisa berakibat fatal apabila dihirup dengan kadar yang tinggi.

Heliophobia

Heliophobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap sinar matahari. Mereka yang menderita heliophobia sering kali merasakan sensasi sakit yang sebenarnya tidak terjadi dan merasa gelisah ketika terkena sinar matahari langsung.

Meskipun waspada terhadap paparan sinar matahari memang bisa mengurangi risiko kanker kulit, tetapi ketakutan yang berlebihan terhadap sinar matahari bisa membuat seseorang dianggap aneh.

Seorang warga Inggris bernama Lucy merupakan salah satu penderita jenis fobia ini. Ketika terkena sinar matahari ia merasa panik dan ketakutan, ia tidak bisa tahan terkena sinar matahari lebih dari 10 menit.

Nomophobia

Nomophobia sendiri merupakan singkatan dari “no mobile phone phobia”. Penderita nomofobia cenderung bosan, kesepian, dan merasa tidak nyaman ketika tidak memiliki akses ke telepon genggamnya.

Bahkan jenis fobia ini bisa dipicu ketika kehabisan baterai, kuota, pulsa, atau berada di luar jaringan. Fobia ini muncul seiring perkembangan teknologi komunikasi.

Sebuah penelitian menyebutkan semakin muda seseorang, maka semakin mungkin ia memiliki ketergantungan terhadap gadget. Kabar baiknya, penderita Nomophobia tidak memerlukan penanganan medis khusus, cukup membiasakan diri.

Ditulis oleh : Akhdan Fahmi/Danang Nur Ihsan

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.