Astronaut Malaysia Bersumpah Bumi Itu Bulat, Ini Deretan Astronaut Muslim 

Astronaut muslim asal Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri, baru saja kembali dari International Space Station (ISS) dan menyatakan bentuk Bumi bulat.

JEDA.ID— Astronaut muslim asal Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansouri, baru saja kembali dari International Space Station (ISS) dan menyatakan bentuk Bumi bulat. Belum lama ini, astronaut asal Malaysia, Dr Sheikh Muszaphar Shukor mengutarakan hal yang sama.

Shukor adalah seorang dokter bedah ortopedi dan juga astronaut pertama asal Malaysia. Pada Oktober 2007, berkat kerja sama antara Malaysia dan Rusia, Shukor terbang ke ISS menggunakan Soyuz TMA-10 dan menyaksikan pemandangan spektakuler planet ini.

Nah belakangan, media sosial Shukor tampaknya dibanjiri pertanyaan oleh penganut Bumi datar tentang seperti apa sebenarnya bentuk planet ini. Bahkan beberapa memintanya bersumpah demi Tuhan jika memang yakin Bumi berbentuk bulat. Merasa jengah, Shukor akhirnya bersikap.

“Untuk semua flat earthers di luar sana, saya mendapat ribuan DM di media sosial saya tentang bentuk Bumi dan beberapa bahkan punya keberanian meminta saya bersumpah dalam nama Allah,” tulisnya di Instagram dan Facebook seperti dilansir detikcom, Senin (14/10/2019).

Shukor merasa seharusnya wujud Bumi sudah jelas dengan melihat postingan fotonya sebelumnya, dan juga pernyataannya. Tapi dia menilai apapun yang dikatakannya, tidak dapat meyakinkan penganut Bumi datar.

Selain Sheikh Muszapar Shukor, ada beberapa astronaut muslim yang telah terbang ke angkasa luar dan melakukan berbagai misi.

1. Hazza Al Mansouri asal Uni Emirat Arab

Hazza merupakan astronaut pertama dari negaranya dan juga dari daerah Arab yang mengangkasa di International Space Station (ISS) selama 8 hari sebelum kembali ke Bumi belum lama ini. Pencapaiannya menjadi headline di Uni Emirat Arab. “Hazza Al Mansouri telah kembali dengan selamat setelah mengunjungi ISS. Selamat bagi rakyat UAE untuk pencapaian bersejarah ini,” tulis Sheikh Mohamed bin Zayed, pangeran Abu Dhabi.

Prestasi Hazza pun diperingati dalam bentuk koin dan perangko. Menilik riwayatnya, Hazza lahir pada 13 Desember 1983 di Abu Dhabi. Pada masa kecil, dia senang melihat bintang dan meteor jatuh di padang gurun Liwa.
Hazza kecil rupanya sudah bermimpi menjadi pilot dan senang membaca tentang antariksa atau perjalanan ke luar angkasa.

Beranjak dewasa, dia pun kuliah di jurusan penerbangan di Khalifa bin Zayed Air College dan lulus pada 2004. Memenuhi cita-citanya, Hazza menjadi pilot Angkatan Udara UAE. Dia berlatih di Amerika Serikat dan menerbangkan jet tempur F-16.

2. Sultan bin Salman Al Saud

Pria yang lahir 27 Juni 1956 di Riyadh, Arab Saudi ini tercatat sebagai muslim pertama dan anggota kerajaan Arab pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Dia dipilih NASA sebagai spesialis muatan untuk misi pesawat ulang-alik STS-51G.

Dia menjalankan misi penyebaran satelit organisasi ARABSAT-1B termasuk melakukan serangkaian percobaan gas ter-ionisasi (sifat dari air dan minyak dalam gravitasi nol). Berkat prestasinya tersebut dia mendapatkan banyak penghargaan terutama dari negara mayoritas berpenduduk muslim, seperti Pakistan, Kuwait, Bahrain, Maroko dan Suriah.

3. Muhammed Faris

Faris lahir 26 Mei di Aleppo, Suriah. Pilot Suriah dan perwira angkatan udara pertama yang pergi ke luar angkasa.
Faris di terbangkan bersama Viktorenko (Soviet) dan Aleksandr P. Aleksandrov (Soviet) menggunakan pesawat Soyuz TM-3 pada 22 Juli 1987 untuk mengunjungi stasiun orbital Mir. Misinya adlaah riset di bidang obat ruang angkasa dan pengolahan bahan. Dia dianugerahi gelar pahlawan Uni Soviet dan menerima Ordo Lenin.

4. Musa Manarov

Musa lahir 22 Maret 1951 di Baku, Azerbaijan. Dia telah menghabiskan lebih dari 541 hari di ruang angkasa. Manarov ke luar angkasa memulai misi pertama kalinya bersama Mir EO-3 pada 1987 dengan pesawat TM-4. Mir menjadi tempat tinggalnya selama setahun, dan itu menjadikan dia orang pertama yang menghabiskan satu tahun di ruang angkasa.

Pada 1990 Manarov melakukan misi keduanya Soyuz TM-11 dan tinggal lagi di Mir untuk kedua kalinya. Selama 176 hari dia mengamati bumi dan bekerja di bidang manufaktur ruang angkasa. Dia telah melakukan 20 jam spacewalks.

5. Abdul Ahad Mohmand

Mohamad lahir 1 Januari 1959 di Sardah, Afghanistan. Menjadi pilot dan kosmonot warga Afghanistan pertama kali yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Mohmand diterbangkan menggunakan pesawat Soyuz TM-5 bersama komandan Vladmir Lyakhov (Soviet) dan dokter penelitian Valery Polyakov (Soviet) di stasiun luar angkasa Mir.

Dalam perjalanan itu sempat terjadi insiden yang membahayakan seluruh awak pesawat Soyuz TM-5. Saat itu Lyakhov gagal mendaratkan pesawat karena gangguan sinar matahari namun Mohmand membuat langkah cepat dengan membuang mesin roket agar bisa kembali ke Bumi. Mohmand dianugerahi Orde Lenin dan gelar pahlawan dari Uni Soviet.

6. Salizhan Shakirovich Sharipov

Sharipov, lahir 24 Agustus 1964 di Uzgen wilayah Oshsk, Kirgizstan. Sharipov menjabat sebagai Direktur Operasi, Badan Antariksa Rusia pada Oktober 2005 – Mei 2006 di Johnson Space Center, Houston. Sharipov menjalani dua misi, yakni sebagai kru spesialis STS-89 (22-31 Januari 1998) dan misi docking ulang kedelapan Shuttle-Mir yang memindahkan lebih 8.000 pon peralatan ilmiah, perangkat keras dan air dari Space Shuttle Endeavour ke Mir.

7. Anousheh Ansari

Ansari lahir 12 September 1966 di Meshed, Iran. Perempuan kelahiran Iran yang pindah ke Amerika ini merupakan turis astronot pertama kali, sekaligus menjadi orang pertama di Iran dan perempuan muslim pertama yang pergi ke luar angkasa.

Ansari diterbangkan ke luar angkasa pada 18 September 2006 bersama komandan Mikhail Tyurin (Rusia) dan insinyur penerbangan Michael Lopez (Alegria-Amerika). Dia melakukan percobaan mengenai fisiologi manusia untuk Badan Antariksa Eropa

8. Aidyn Aimbetov

Aimbetov lahir 27 Juli 1972 di Zaria Kommunizma, Republic of Kazakhstan. Pada tanggal 22 Juni 2015 Aidyn Aimbetov diberi misi sebagai peserta penerbangan berdasar keputusan Komisi Antar Departemen “Interdepartemental Commission.”

Pada bulan Juli status Aimbetov berubah dari kru menjadi insinyur penerbangan 2, untuk bisa mengikuti kualifikasi dalam partisipasi sesi latihan ketahanan air di Rusia untuk misi pesawat ruang angkasa Soyuz TMA-18M.

 

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.