Adu Cepat Daftar saat PPDB Online 2019

Fenomena orang tua calon siswa adu cepat daftar saat PPDB 2019 terjadi saat mereka mendapatkan kabar sistem zonasi PPDB yaitu pendaftar awal diprioritaskan diterima.

JEDA.ID–Kabar calon siswa pendaftar awal diprioritaskan diterima dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 membuat orang tua kalang kabut. Mereka adu cepat dengan pendaftar lain agar anak mereka diterima di sekolah yang diinginkan dalam PPDB 2019. Padahal, sebagian daerah telah menerapkan kebijakan PPDB Online 2019.

Fenomena ini terjadi di berbagai daerah seperti di Karanganyar dan Purworejo, Jawa Tengah serta Bogor, Bekasi, dan Bandung, Jawa Barat. Sebagian orang tua calon siswa menginap di halaman sekolah atau hotel terdekat sekolah agar bisa menjadi pendaftar pertama.

SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Bogor menjadi sasaran orang tua yang takut anak mereka kehilangan jatah kursi di sekolah yang mereka incar.

“Kami ngantre sejak semalam demi bisa daftar ke sini. Kami sampai booking hotel di depan SMA 3. Kalau datang ke sininya jam 04.00 pagi tadi,” ucap seorang orang tua calon siswa, Silvia Satifa, di SMA Negeri 3 Bogor, Senin (17/6/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Silvia mengaku sudah mendaftarkan anaknya dan tinggal menunggu hasil PPDB 2019 yang akan diumumkan pada 29 Juni mendatang.

Kondisi serupa terjadi di SMA Negeri 1 Bogor. Orang tua calon siswa memadati sekolah itu sejak Subuh.

Pejabat Humas SMA Negeri 1 Bogor, Syaiful, menyebut membeludaknya calon pendaftar pada hari pertama PPDB 2019 lantaran adanya kabar yang menyebutkan bila pendaftar awal diprioritaskan diterima. Padahal, sebut dia, kabar itu tidak benar.

“Isu tidak benar. Kami persilakan datang ke sekolah dan ditunggu sampai Sabtu. Tidak perlu pagi, karena itu [datang lebih awal] tidak berpengaruh apa-apa,” sambung dia.

PPDB online 2019

Orang tua mengantre dalam PPDB di SMA 2 Bandung (Antara)

Di Bandung, sebagian orang tua yang sudah antre sejak pagi harus gigit jari karena kehabisan kuota pendaftaran hari pertama PPDB 2019. Orang tua calon siswa di SMA Negeri 12 Bandung, Ari, mengaku sudah datang ke sekolah itu sejak pukul 05.30 WIB. Karena pendaftaran belum dibuka dia pulang dan kembali lagi pukul 07.30 WIB.

“Ternyata enggak kebagian [nomor antrean]. Saya kebagian nomor antrean untuk besok, itupun dapatnya nomor 105,” ujar Ari.

Nginap di Trotoar, Bawa Makanan

Hal yang sama terjadi di Purworejo, Minggu (16/6/2019). Puluhan orang tua calon menginap di trotoar depan SMPN 2 Purworejo demi mendapatkan urutan 45 pendaftar pertama dalam PPDB yang dibuka Senin. Sebagian dari mereka menginap di trotoar dengan membawa tikar, sarung, dan jaket tebal serta bekal makanan.

Fenomena orang tua menginap jelang pembukaan PPDB SMP 2019 kali pertama mencuat di Karanganyar, Rabu (12/6/2019). Para orang tua hingga calon siswa di berbagai kecamatan seperti Tawangmangu, Karangpandan, dan Mojogedang, menginap di depan sekolah.

PPDB SMP di Karanganyar awalnya dijadwalkan 13-18 Juni 2019. Fenomena orang tua menginap di sekolah itu menjadikan Bupati Karanganyar Juliyatmono mengeluarkan keputusan agar PPDB SMP di kabupaten itu diubah menjadi 1-4 Juli 2019. PPDB SMP di Karanganyar yang semula offline pun diubah menjadi PPDB Online 2019.

PPDB di seluruh Indonesia menerapkan sistem zonasi. Dengan sistem zonasi, calon siswa yang diprioritaskan diterima berdasarkan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Lewat sistem zonasi, kuota siswa sesuai zona yaitu 90%, siswa berprestasi 5%, dan 5% untuk perpindahan orang tua.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui masih ada celah masalah sistem zonasi dalam PPDB 2019. “Dengan sistem zonasi ini kan pendaftarannya cepat-cepatan. Saya yakin kalau sistemnya enggak diubah, sekolah seperti SMAN 3 [Semarang] itu enggak sampai satu jam kuotanya sudah penuh. Makanya itu perlu sedikit kita ubah,” jelas Ganjar di Semarang, Kamis (13/6/2019).

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.