4 Mitos vs Fakta Daging Kambing dan Tips Makan Enak Tanpa Khawatir Kolesterol

Banyak mitos beredar seputar daging kambing. Padahal mitos menyesatkan bisa membahayakan kesehatan.

JEDA.ID-Kemeriahan Idul Adha tak pernah lepas dari bayang-bayang mitos seputar daging sapi dan kambing. Mulai dari efek torpedo untuk vitalitas pria, hingga kolesterol yang terkandung di dalamnya.

Tidak jarang, mitos-mitos itu menggiring pada risiko berbahaya. Tips-tips menetralkan kolesterol yang tidak ada dasar ilmiahnya misalnya, membuat orang jadi punya perasaan aman yang semu, lalu mengonsumsinya secara berlebihan alias tidak terkontrol.

Bagi yang sehat mungkin tidak masalah, tetapi tidak demikian jika punya riwayat kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Bukan tidak mungkin, malah kekambuhan yang didapat.

Nah agar tidak terjebak pemahaman yang sesat, berikut fakta-fakta di balik beberapa mitos yang beredar seperti dikutip dari detikcom, Jumat (31/7/2020).

1. Bawang putih menetralkan kolesterol?

FAKTA: Pakar gizi komunitas, dr Tan Shot Yen, menegaskan bahwa tidak ada cara instan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Apalagi hanya dengan mengonsumsi bawang.

“Kalau memang bisa (menyembuhkan kolesterol dengan bawang putih), dokter ngapain kasih resep obat. Anjurkan aja pasien makan bawang putih banyak-banyak atau beli ‘kapsul ajaib’ isi bawang putih.” ujar dr Tan saat dihubungi detikcom/

2. Torpedo kambing dongkrak vitalitas seks?

FAKTA: Hal ini dikonfirmasi oleh praktisi kesehatan dr Andi Khomeini Takdir, SpPD. Menurutnya, ada banyak faktor yang menentukan vitalitas seksual seorang pria.

“Vitalitas pria ditentukan oleh banyak faktor, bukan dengan konsumsi torpedo lantas masalah vitalitas selesai,” kata dr Koko, sapaan akrabnya.

Terlalu Sering Dipeluk Orang Tua, Benarkah Bikin Anak Manja?

Justru, torpedo kambing punya kandungan lemak dan kolesterol yang perlu diwaspadai jika punya riwayat sakit jantung dan kolesterol tinggi. Imbangi dengan banyak makan sayur dan buah.
Baca juga: Torpedo Kambing, Seperti Apa Sih Rasanya? Ini Kata Mereka yang Pernah Coba

3. Sakit jantung tak boleh makan sate kambing?

FAKTA: Kuncinya ada pada porsi atau takaran. Dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village,  Vito A Damay,  menyebut daging kambing mungkin berbahaya jika dikonsumsi berlebihan setiap hari.

“Kalau cuma pas Hari Raya [Idul Adha] mah, tidak masalah,” tegas   Vito.

4. Simvastatin bisa netralkan kolesterol sate kambing?

FAKTA: Secara teori, simvastatin merupakan obat untuk mengontrol kadar kolesterol. Namun tidak serta-merta bisa diminum bersamaan dengan sate kambing agar kolesterolnya tidak melonjak. Terlebih, obat ini hanya digunakan atas petunjuk dokter.

“Optimalnya kinerja Simvastatin itu kan kira-kira selama enam minggu,” kata Vito.

Tidak Masalah

Jadi bolehkah makan daging kambing di Hari Raya Idul Adha? Vito  mengatakan tidak masalah untuk mengonsumsi makanan berlemak di Hari Raya Idul Adha. Namun ia juga memberikan beberapa tips berikut:

1. Tidak berlebihan

Vito menyarankan untuk mengonsumsi daging sekadarnya saja, tidak perlu berlebihan. Anggaplah konsumsi daging hanya sebagai bagian dari ucapan rasa syukur.

Tips Perawatan Kulit Saat Bekerja Pakai Masker dan APD

“Kalau makan, jangan kenyang sama makanan dengan kuah santan dan daging. Ambil secukupnya saja dengan rasa pengendalian diri,” ujar  Vito seperti dikutip dari detikcom,  Jumat (31/7/2020):

Saat ini belanja sayur online makin diminati (ilustrasi /freepik)

Imbangi dengan makan buah dan sayur (ilustrasi /freepik)

2. Imbangi dengan sayur

Vito juga melontarkan bahwa peran sayur sangatlah penting untuk menghalangi penyerapan kolesterol jahat di saluran pencernaan, sehingga sebagian kolesterol jahat bisa terbuang. Misalkan, ketika makan sate kambing, kombinasikan dengan timun, acar, tomat, dan sayuran lainnya supaya kita cepat merasa kenyang juga.

Viral Embun Es di Dieng, Hati-Hati Efeknya Jika Terkena Kulit

“Kalau makan daging, sertai juga dengan sayur di dalam piring. Setengah dari porsi piring kita harus ada sayuran supaya lebih cepat kenyang dan kolesterol jahat juga tidak mudah terserap di dalam pencernaan,” jelas  Vito.

3. Pakai piring kecil

Jika ukuran piring cukup besar, adanya dorongan dalam diri kita untuk mengambil porsi makanan lebih banyak. Pilih ukuran piring yang lingkarannya tidak besar, sehingga kita bisa mengambil porsi yang sewajarnya dan tidak perlu terus-terusan menambah.

“Porsi piringnya kecil saja. Kalau terpaksa di porsi besar, bisa diakali dengan makan berdua. Saya pun dan istri juga melakukan itu. Lagipula hari raya itu kan bentuk ungkapan syukur, jadi makan secukupnya saja,” tukasnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.