Tumbuhkan Empati yang Kian Tergerus, Ini Cara Bijak Menggunakan Medsos

Dalam dunia digital, banyak interaksi manusia yang dilakukan melalui perangkat mobile dan Internet. Namun kadang rasa empati tergerus melalui komentar.

JEDA.ID-– Dalam dunia digital, banyak interaksi manusia yang dilakukan melalui perangkat mobile dan Internet, terutama media sosial (medsos). Walaupun hal tersebut membuat kita dapat berinteraksi secara efisien, hal tersebut juga menghilangkan salah satu aspek emosional manusia, empati.

Memang lebih mudah bagi kita untuk menyatakan sesuatu di kolom komentar dibandingkan tatap muka secara langsung, dan ada alasan di balik hal tersebut.

Yang lebih miris, banyak orang yang asal komentar di media sosial tanpa memedulikan perasaan orang lain. Empati seolah sudah mati.

Sejak lahir, manusia diajarkan untuk berinteraksi melalui nada suara dan ekspresi wajah. Ketika dua hal tersebut hilang, yang tersisa hanyalah kata-kata dan banyak konteks atau situasi yang terabaikan.

Tantangan kita sebagai bagian dari masyarakat adalah menegaskan kembali kasih sayang, sopan santun, dan kebaikan ke dalam kehidupan online kita.

Seringkali kita merasa sedih karena kalimat-kalimat tidak mengenakkan dari akun-akun di platform jejaring sosial.

Namun, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi. Ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu menyebarkan lebih banyak kebaikan dan hal positif di platform online. Berikut tipsnya seperti dikutip dari siaran pers Facebook dan sumber lain.

Bermanfaat untuk Kulit, Ini Cara Mudah Bikin Masker Tomat

1. Pegang kendali terhadap diri sendiri

Di dunia nyata, jika seseorang mengajak Anda untuk berbincang namun dengan cara yang tidak sopan, langkah yang biasanya diambil adalah dengan tidak menggubrisnya. Sama halnya di dunia online, jika Anda menemukan orang yang menyebalkan, Anda tak perlu menghiraukannya.

Anda juga harus menyadari bahwa kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Jika Anda merasakan dorongan atau keinginan untuk menghina seseorang di platform online – tanyakan pada diri Anda sendiri mengapa Anda bisa memiliki perasaan itu, dan apakah orang lain juga memiliki alasan yang sama. Yakinkan diri Anda dahulu bahwa amarah dan rasa benci mereka tak akan mengubah opini Anda, dan begitupun sebaliknya.

Fokuslah pada pesan-pesan positif yang menunjukkan empati kapanpun dan dimanapun. Sebagai contoh, memberikan ucapan selamat ketika seseorang berhasil meraih prestasi dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, sama halnya juga seperti ejekan dan hinaan yang dapat membuat mereka sedih.

2. Cermat dalam mengkurasi timeline media sosial

Media sosial seperti Facebook memudahkan Anda untuk mengkurasi atau mempersonalisasi kabar beranda (Newsfeed) sesuai keinginan Anda.

Penting untuk dipahami bahwa meskipun internet memungkinkan untuk berbagi informasi secara cepat. Informasi yang biasanya dibagikan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi.

Oleh karena itu, jika Anda merasa kewalahan dengan banyaknya berita negatif yang Anda lihat, Anda dapat mulai mengikuti akun-akun yang membagikan berita-berita positif. Sehingga Anda tidak merasa terlalu stress karena melihat berita yang buruk.

Riasan Mata Jadi Fokus Utama Agar Tampil Prima Meski Pakai Masker

3. Rayakan hidup Anda bersama teman dan keluarga

Seringkali kita membandingkan kehidupan dan segala yang kita miliki dengan orang lain, yang terlihat jauh lebih baik dari kita. Cara termudah untuk membebaskan Anda dari cara berpikir seperti ini adalah berfokus pada diri dan kehidupan yang Anda jalani.

Carilah hal-hal yang membuat Anda mensyukuri kehidupan ini. Hal-hal tersebut akan membuat Anda menghargai apa yang Anda miliki. Tak hanya itu, tengoklah dan berikan perhatian yang tulus kepada teman-teman dan keluarga Anda.

Mereka bukan sekadar komponen utama yang dapat memperkaya hidup Anda dan membuat Anda menjadi diri sendiri. Hal sederhana seperti menanyakan kabar mereka dapat memberikan perbedaan yang positif bagi kesehatan mental mereka.

5. Melihat sisi positif dari hal negatif

Kedengarannya mungkin sulit, tapi ini adalah salah satu cara bijak menggunakan media sosial yang patut dicoba. Metode ini disebut dengan cognitive reappraisal, atau penilaian kognitif.

Seperti dilansir hellosehat.com, kemampuan Anda mengelola emosi berpengaruh besar ketika dihadapkan dengan hal negatif juga terhadap sikap tahan banting yang ingin Anda miliki.

Dengan penilaian ini, Anda dapat belajar mengatur emosi negatif Anda dan mengubahnya menjadi positif.

Katakanlah Anda iri melihat seorang teman yang terus membagikan kisah suksesnya di media sosial. Ketimbang terus-terusan iri, Anda mungkin bisa merefleksikan, “Apa yang membuat dia menjadi sukses seperti sekarang? Bagaimana sifatnya dalam meraih kesuksesan?”

Dengan bertanya demikian, Anda mungkin dapat terpacu untuk memperbaiki diri sendiri, agar Anda dapat mencapai target-target Anda. Emosi negatif berupa rasa iri yang Anda rasakan telah berubah menjadi emosi positif, yaitu semangat juang.

6. Melihat sudut pandang baru

Cara bijak lainnya untuk menjadi pribadi yang tahan banting dengan menggunakan media sosial adalah ubah perspektif Anda. Lebih khususnya, posisikan diri Anda sebagai “orang ketiga”.

Bagaimana caranya? Misalnya, Anda sedang terlibat perdebatan sengit dengan seseorang di media sosial. Bayangkan jika Anda adalah orang lain yang sedang membaca perdebatan tersebut di kolom komentar. Anda pasti akan memiliki sudut pandang yang jauh berbeda dan cenderung lebih tenang, juga objektif.

Dengan posisi sebagai orang luar ini, Anda akan merasakan bahwa mungkin saja masalah di media sosial yang Anda alami tidak terlalu berdampak buruk.

Antisipasi Perilaku Konsumen, Ini Tips Pengusaha pada Era Normal Baru

7. Time travel

Time travel di sini bukan berarti Anda pergi dengan mesin waktu seperti di film-film. Namun, artinya kurang lebih adalah memosisikan diri Anda di lini waktu yang berbeda. Cara ini cukup bijak dalam membantu meredakan emosi negatif Anda saat menggunakan media sosial.

Contohnya, saat Anda merasa kesal membaca sesuatu di media sosial. Coba bayangkan jika Anda harus mengingat kembali situasi tersebut di masa depan. Apakah Anda akan masih merasa kesal?

Dengan cara ini, Anda akan menyadari jika masalah dan ketidaknyamanan yang terjadi hanya bersifat sementara, sehingga Anda tidak merasa terlalu cemas atau tertekan.

Dengan tips-tips tadi semoga kita semakin bijak dalam menggunakan media sosial sambil meningkatkan rasa empati.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.