Sejarah Pakaian Dalam Mulai Korset Hingga T-Shirt

Sejarah pakaian dalam sangat menarik untuk diketahui. Karena di era modern pakaian dalam tak hanya menunjang penampilan, melainkan juga untuk kesehatan. 

JEDA.ID –Sejarah pakaian dalam sangat menarik untuk diketahui. Karena di era modern pakaian dalam tak hanya menunjang penampilan, melainkan juga untuk kesehatan.

Banyaknya fungsi yang dihasilkan oleh pakaian dalam, membuat berbagai brand berlomba-lomba membuat model yang unik dan beragam. Kini, pakaian dalam tak hanya hadir dalam bentuk polos, melainkan banyak dihiasi ornamen serta beragam bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.

Pada zaman modern ini pakaian dalam tampil dengan berbagai bentuk, ukuran dan bahan. Tetapi bagaimana dengan zaman dahulu? Apakah sama seperti sekarang atau justru jauh berbeda?

Berikut ini fakta-fakta menarik dan menggelitik tentang sejarah pakaian dalam yang perlu Anda tahu dilansir dari Detik.com Selasa, (11/8/2020) dan sumber lain.

1. Bra Dulunya Berbentuk Korset

Konsep penutup dada atau sekarang dikenal dengan bra, serta buste holder (BH) dalam bahasa Belanda, sejatinya telah muncul sejak masa Mesir Kuno. Sebelumnya, di abad ke-16, konsep pakaian dalam penutup dada dikenal dengan korset.

Sebelum abad 20, wanita kaya di Barat menggunakan korset untuk menopang payudara. Pada masa itu korset terbuat dari besi, kayu atau gading dengan detail lace. Pada abad ke-16 sampai 18, korset juga dikenal dengan nama stays. Bentuk korset ini bisa strapless atau memakai tali di bahu.

Menurut Cultural Encyclopedia of the Breast (2014), seorang sosialita bernama Mary Phelps Jacob, kemudian menciptakan bra atau buste holder (BH) pada tahun 1910, ketika akan mengenakan gaun untuk pergi ke sebuah pesta. Hal ini berawal dari ketidaknyamanannya dalam menggunakan korset yang sudah berabad-abad digunakan wanita Eropa di berbagai belahan dunia.

2. Sports Bra Awalnya Terbuat dari Celana Dalam Pria

Pada 1977, tiga sekawan Hinda Miller, Losa Lindahl dan Polly Palmer Smith mematenkan merek Jogbra, bra elastis yang digunakan saat berolahraga. Ketiga wanita ini kala itu hobi jogging tapi tidak bisa menemukan bra yang tepat untuk menopang payudara mereka saat berlari.
Maka dari itu mereka membuat sports bra pertama yang terbuat dari celana dalam pria. Pembuatan sports bra ini hanya memakan waktu selama beberapa jam.

3. Bra Paling Mahal di Dunia

Brand lingerie raksasa Victoria’s Secret pernah membuat bra termahal di dunia. Bra yang ditampilkan di fashion show pada 2002 ini terbuat dari 1.300 batu permata termasuk di antaranya ruby Thailand.

Red Hot Fantasy Bra ini bernilai US$15 juta atau sekitar Rp221 miliar. Saat itu supermodel Gisele Bundchen yang dapat kehormatan memeragakannya di catwalk. Kemunculan bra mahal itu jelas ikut mewarnai sejarah pakaian dalam, bukan

4. Bra Tiup untuk Tampil Seksi

Wanita terobsesi dengan dada besar dan pinggang kecil pada era 1950-an sampai 1960-an. Namun kala itu push-up bra belum diciptakan. Maka untuk memberi efek payudara lebih besar para wanita menyumpalkan kaus kaki atau kain katun ke bra mereka.

Melihat peluang bisnis, sebuah perusahaan Amerika Serikat menciptakan bra tiup, untuk memenuhi permintaan wanita yang terobsesi tampil dengan dada besar.

Bra ini bisa ditiup sesuai ukuran yang konsumen inginkan. Sempat jadi tren dan difavoritkan, popularitas bra tiup kian menurun, karena sering kempes setelah seharian dipakai.

Marlon Brando ikut berperan menciptakan sejarah pakaian dalam pria. Dia mengenakan t-shirt tanpa outer (ilustrasi Freepik)

Marlon Brando ikut berperan menciptakan sejarah pakaian dalam pria. Dia mengenakan t-shirt tanpa outer (ilustrasi Freepik)

5. T-shirt Pria Dulunya Jadi Pakaian Dalam

Sejarah pakaian dalam pria juga menarik untuk diketahui. Zaman sekarang pria memakai t-shirt atau kaus dengan bebas dan dianggap sebagai busana kasual. Tapi sebelum 1950-an, t-shirt dikenakan untuk pakaian dalam. Aktor Marlon Brando ikut menciptakan sejarah pakaian dalam. Kok bisa?

Pada 1951, aktor Marlon Brando memakai t-shirt tanpa baju luaran dalam film ‘A Streetcar Named Desire’ dan seketika kaus jadi hits. Kini t-shirt atau kaus jadi pakaian sehari-hari yang dipakai banyak pria.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.