Obsesi dan Dampak Negatif di Balik Operasi Plastik

Seorang wanita asal Kota Burgas, Bulgaria, belakangan ini menjadi viral di media sosial karena tindakannya melakukan operasi plastik berlebihan.

JEDA.ID-– Seorang wanita asal Kota Burgas, Bulgaria, belakangan ini menjadi viral di media sosial karena tindakannya melakukan operasi plastik berlebihan. Bagaimana tidak, ia telah melakukan 15 kali operasi plastik dalam setahun agar bisa terlihat seperti boneka Barbie. Belum puas dengan penampilannya, wanita bernama Andrea Ivanova ini menjalani injeksi bibir sebanyak 20.

Hal itu ia lakukan karena terobsesi memiliki bibir terbesar di dunia. Andrea Ivanova juga sudah menjalani belasan suntikan bibir asam hialuronat dengan rencana untuk membuat bibirnya semakin besar. Baru-baru ini wanita berusia 22 tahun tersebut mengunggah foto terbaru dengan bibirnya yang semakin membesar di akun Instagramnya.

Andrea juga memberikan caption fotonya dengan tulisan “Lebih besar lebih baik” serta tagar #love #bigger #lips. Dilansir oleh Liputan6.com dari Mirror, Jumat (8/5/2020) ia mulai melakukan injeksi pada bibirnya sejak 2018. Andrea mengaku jika dirinya memang menyukai bentuk bibir yang besar.

Bahkan, ia ingin menambah ukuran bibirnya jadi lebih besar. Namun para dokter berpikir sudah cukup. Menurut dokter langganannya, Andrea harus menunggu setidaknya dua bulan jika ingin melakukan suntikan lagi.

Menjadi Tren

Kalau berbicara tentang operasi plastik, Korea Selatan (Korsel) dikenal sebagai negara yang warganya banyak melakukan operasi plastik.

Bahkan tren ini sudah menjadi gaya hidup, tak jarang ketika akan berulang tahun di usia ke 17 tahun para orang tua di Korsel akan menghadiahi anak mereka dengan melakukan operasi plastik.

Namun banyak orang tidak menyadari kalau operasi ini sebenarnya sudah ada pada abad ke-19 lalu. Selain untuk mengikuti standar kecantikan, banyak alasan orang untuk melakukan operasi plastik.

Operasi plastik kali pertama dilakukan oleh seorang dokter bedah plastik dari Amerika Serikat bernama dr. John Peter, ia melakukannya untuk mengopersi langit-langit bibir sumbing pasiennya.

Apa yang ia lakukan sebenarnya membawa kontribusi besar bagi dunia kesehatan. Namun predikat bapak operasi plastik modern dipegang oleh Sir Harold Gilies. Melalui Gilies kini bedah plastik tidak hanya untuk merekonstruksi wajah, namun juga bernilai estetik, seperti untuk kecantikan.

Setelah menjadi tren di kalangan wanita, sebenarnya apa yang membuat seseorang melakukan operasi plastik?

WHO Sebut Virus Corona dari Kelelawar, Bagaimana Ancaman pada Hewan Lain?

Meningkatkan penampilan

Ketika dilahirkan ke dunia, tentu manusia tidak bisa memilih kondisi wajah seperti yang mereka inginkan. Ada yang dilahirkan dengan mata yang sipit, bulat, bentuk hidung tidak proposional, namun ada juga yang dilahirkan dengan bentuk tubuh yang sempurna.

Hal ini menjadi alasan utama seseorang untuk melakukan operasi plastik guna menutupi atau mengubah bagian tubuh yang dirasa kurang proposional. Hal ini juga dialami oleh seorang blogger kecantikan asal Indonesia, Stella Lee.

Melansir dari Detik.com, Jumat (8/5/2020) alasan Stella Lee melakukan operasi plastik adalah untuk mempercantik bagian wajah yang tidak bisa didapatkannya dengan bantuan makeup. Stella melakukan operasi hidung atau rhinoplasty pada 2015 di Korea Selatan.

Awalnya, ia hanya berniat mengoperasi hidungnya karena dirasa flat, namun dokter bedahnya merekomendasikan untuk menambah panjang dagu hingga 2 mm agar bentuk wajah terlihat lebih seimbang dan terkesan dewasa.

Mengatasi masalah kesehatan

Selain untuk meningkatkan kecantikan, operasi plastik juga bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan. Misalnya, seseorang dengan payudara yang terlalu besar sering mengalami nyeri punggung yang luar biasa, sehingga operasi plastik dianggap sebagai jalan keluarnya. Melansir dari salah saru sumber, seorang aktris tersohor yang terbuka soal operasi pengecilan payudaranya adalah Drew Barrymore.

Selain itu aktris cantik Cameron Diaz juga terbuka soal operasi hidung yang pernah dilakukannya. Ia menuturkan bahwa hal ini dilakukan karena hidungnya pernah patah, lalu sempat mengalami kesulitan bernapas akibat lubang hidung yang sempat mengecil.

Menunjang karier

Beberapa profesi menuntut kesempurnaan penampilan. Selain artis atau publik figur, ternyata menjadi calon pramugari juga dituntut untuk memiliki penampilan yang menarik. Hal tersebut dianggap wajar karena pramugari merupakan wakil dari aviasi.

Tapi di Korsel wanita yang bercita-cita menjadi pramugari mendapat tekanan lebih untuk terlihat cantik paling tidak dalam foto lamaran kerja.

Seperti melansir dari Detik.com, ahli bedah plastik Korsel dr. Choo Soo-young menuturkan bahwa di lingkungan masyarakat Korsel kompetisi menjadi cantik semakin parah. Jika seseorang punya wajah yang tidak cantik dan terlihat tua, mereka akan kalah dengan yang lainnya dalam kompetisi. Jadi agar bisa mengalahkan orang lain, mereka perlu mengubah wajah serta tubuhnya.

Meningkatkan percaya diri

Operasi plastik, terutama untuk tujuan estetika, dapat memberikan citra diri yang kuat dan positif. Bahkan hanya dengan sedikit perubahan penampilan luar saja dapat menciptakan perubahan besar dari dalam diri, yakni membiarkan rasa percaya diri seseorang tumbuh.

Menyadur dari Liputan6, sebuah penelitian dari Universitas Ruhr dan Universitas Basel yang dipublikasikan dalam jurnal Science Clinical Psychological, membuktikan bahwa operasi bedah plastik dapat meningkatkan kepercayaan diri pada seseorang.

Ingin terlihat seperti orang lain bahkan artis idola

Melansir dari salah satu sumber, penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh JAMA Facial Plastic Surgery menyebutkan adanya peningkatan orang-orang yang membawa hasil retouch foto mereka dan meminta para ahli bedah plastik untuk mengubah wajahnya menjadi sebagaimana gambaran yang dibawa.

Selain itu, melansir dari Suara.com, seorang pria asal Inggris rela mengubah wajahnya agar terlihat seperi artis idolanya yaitu, Park Jimin, personel salah satu boyband Korsel BTS. Pria bernama Oli London ini bahkan telah melakukan operasi plastik sebanyak 15 kali dan biaya yang tidak sedikit agar terlihat mirip Jimin.

Punya Bukti, Ini 3 Kisah Penjelajah Waktu yang Menggemparkan Dunia

Efek Samping

Ilustrasi operasi plastik estetika (Reuters)

Efek samping operasi plastik yang paling umum adalah wajah membengkak, kemerahan, atau rasa nyeri setelah selesai prosedur. Selain risiko ini, juga ada kemungkinan timbulnya efek samping dari anestesi.

Namun biasanya semua efek ini akan mereda sendiri seiring waktu. Berikut beberapa efek samping operasi plastik serta komplikasi lainnya yang mungkin terjadi seperti dilansir hellosehat.com.

Hasil yang tidak sesuai

Mungkin ini adalah ketakutan terbesar dari setiap pasien operasi plastik. Bukannya mendapatkan wajah yang selama ini diimpikan, penampilan Anda bisa jadi malah tidak memuaskan

Bekas luka

Jaringan parut adalah bagian dari proses penyembuhan luka operasi. Luka parut dapat timbul akibat kerusakan kulitnya cukup signifikan sehingga mengubah jaringan normal kulit yang sedang dalam pemulihan.

Kemunculan jaringan parut tidak selalu dapat diprediksi, tetapi dapat dicegah dengan tidak merokok sebelum dan setelah operasi, menjaga pola makan dengan baik setelah operasi, dan mengikuti petunjuk pemulihan dari dokter.

Kerusakan saraf atau mati rasa

Dalam beberapa kasus, saraf dapat rusak atau terputus selama prosedur operasi plastik. Ketika saraf-saraf wajah terluka, hasilnya bisa menjadi membuat wajah tidak bisa berekspresi atau mata ptosis (kelopak mata atas turun)

Infeksi

Risiko infeksi luka setelah operasi dapat dipicu oleh bakteri yang masuk saat atau setelah proses operasi, hingga menyebabkan luka di bekas sayatan. Namun, peluang infeksi luka operasi termasuk kecil, hanya terjadi sebanyak 1-3% dari total kasus.

Hematoma

Hematoma adalah kumpulan darah di luar pembuluh darah. Kondisi ini dapat terjadi setelah operasi, membuat area yang dioperasi bengkak dan memar dengan kemunculan kantong darah di bawah kulit.

Dalam beberapa kasus, hematoma bisa cukup besar untuk menyebabkan rasa sakit dan bahkan menghambat aliran darah melalui area tersebut. Ahli bedah dapat memilih untuk mengeluarkan sebagian darah yang terkumpul dengan jarum suntik atau metode lain yang serupa.

Nekrosis

Kematian jaringan dapat disebabkan oleh operasi atau masalah yang timbul setelah prosedur. Dalam kebanyakan kasus, risiko nekrosis dari operasi plastik sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada.

Perdarahan hingga Kematian

Seperti halnya prosedur operasi lainnya, perdarahan adalah efek samping yang dapat terjadi setelah operasi plastik. Perdarahan menjadi masalah ketika keluar berlebihan, atau berlanjut setelah luka seharusnya sembuh.

Kematian menjadi risiko operasi plastik yang paling jarang terjadi. Persentasenya bahkanmungkinkurang dari satu persen. Dalam banyak kasus, kematian pascaoperasi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat anestesi.

Ditulis oleh : Ria Sari Febrianti

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.