Melihat Tradisi Unik Mencari Jodoh di Beberapa Negara

Mencari jodoh bisa bermacam-macam caranya, Di beberapa negara terdapat pula cara mencari jodoh yang terbilang unik bahkan dianggap aneh.

JEDA.ID – Dari dulu hingga sekarang jodoh merupakan sesuatu yang menarik untuk dibahas. Selain itu, mencari jodoh menjadi urusan yang wajib dipenuhi selain kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Mencari jodoh juga bermacam-macam caranya, mulai dari yang konvensional seperti pacaran atau dijodohkan orang lain. Hingga yang cukup modern seperti menggunakan aplikasi online. Namun, di beberapa negara terdapat pula cara mencari jodoh yang terbilang unik bahkan dianggap aneh.

Berbagai ritual mencari jodoh ini merupakan bagian dari tradisi beberapa negara yang tumbuh dan mengakar dari budaya nenek moyang mereka. Bagi sebagian orang khususnya yang hidup di era modern saat ini, beberapa ritual tersebut tentu dianggap tidak pantas dilakukan.

Namun karena keunikannya inilah pasti akan sayang untuk dilewatkan kisahnya. Penasaran apa saja? Berikut ulasanya seperti dilansir dari beberapa sumber, Senin (30/3/2020).

Lebih Jarang Depresi, Remaja Jomblo Punya Banyak Waktu Kembangkan Diri

Tidur seranjang dipisahkan papan

Sebagai sebuah benua yang sudah cukup maju, Eropa memiliki kebiasaaan yang bebas apalagi dalam hal berpacaran. Berbeda dengan Indonesia yang masih memegang teguh adat kebiasaan satu pasangan yang tidak boleh neka-neka sebelum menikah. Namun siapa sangka ternyata di beberapa negara Eropa terdapat tradisi mencari jodoh yang terbilang unik.

Tradisi ini mengharuskan dua sejoli tidur bersama dalam satu ranjang. Tetapi, ada papan panjang yang memisahkan jarak keduanya. Meski demikian, kegiatan ini tak boleh luput dari pengawasan orang tua dari pihak perempuan. Dan tentunya, keduanya dilarang berhubungan secara fisik.

Tukar barang kesayangan dengan mas-mas berjaket merah

Beberapa daerah tradisional di China, masih mempertahankan tradisi lokal mereka dalam mencari pasangan. Kegiatan mencari jodoh ini dimulai ketika beberapa gadis yang membentuk lingkaran mengitari api unggun. Para lelaki yang tertarik lantas datang ke sekumpulan gadis itu dengan mengenakan jaket warna merah.

Apabila ada salah seorang gadis yang menyukai pria berjaket merah itu, maka si gadis harus menyerahkan barang kesayangannya. Sebagai gantinya, pria tersebut harus memberikan jaket merahnya kepada si gadis. Dalam kesempatan itu pula akan ada kata-kata cinta antara keduanya, mungkin kalau di Indonesia namanya nembak kali ya?

Mencari jodoh dengan makan apel rasa ketiak

Apa rasanya ya memakan buah apel rasa ketiak? Mungkin pria di negara ini banyak yang pernah mencobanya. Melansir dari Liputan6, di Austria ada tradisi unik mencari jodoh. Yakni, bagi pria yang ingin menikahi gadis pujaannya diharuskan memakan apel yang sebelumnya sudah dijepitkan di ketiak sang wanita.

Wanita yang mengapit potongan buah apel di kedua ketiaknya ini melakukan ritual tarian sampai apel tersebut basah oleh keringat. Nah, setelah buah apel ini basah barulah diberikan kepada pria yang ia sukai. Apabila pria tersebut mau memakan apel rasa ketiak itu, dapat dipastikan mereka berdua akan segara naik ke pelaminan.

5 Zodiak Disebut Miliki Imunitas Rendah, 4 Zodiak Paling Sehat

Bersiul, cara romantis untuk memanggil pasangan

Di Indonesia, bersiul kepada seorang wanita cantik bisa dianggap tidak sopan atau bahkan terkesan melecehkan. Namun, tidak dengan yang terjadi di Meksiko, khususnya mereka yang berasal dari Suku Kickapoo, sebuah suku kuno yang kini mendiami wilayah Coahuila, Sonora, Durango dan sebagiab lainnya di Texas.

Pria-pria yang berasal dari suku ini diharuskan mempunyai kemampuan dasar dalam bersiul. Bersiul, bagi Suku Kickapoo dianggap sebagai suatu hal yang romantis. Perempuan-perempuan di sana bisa terpesona karenanya.

Siulan ini biasanya dilakukan pada senja hari, untuk mengisyaratkan rencana pertemuan atau kencan mereka di malam hari. Bagi perempuan yang tertarik dengan lelaki yang bersiul, maka dia akan datang memenuhi panggilan tersebut.

Kaliady, ritual cari jodoh dengan jagung dan ayam jantan

Malam tahun baru menjadi malam yang paling ditunggu bagi remaja Belarus, Eropa Timur. Pasalnya, saat itu mereka akan melakukan tradisi untuk mencari jodoh. Perempuan-perempuan yang belum menikah akan memainkan sebuah permainan untuk memprediksi siapa yang akan menikah di tahun yang baru. Tradisi ini disebut dengan perayaan Kaliady.

Dalam permainan tersebut, setumpuk jagung akan diletakkan di hadapan masing-masing perempuan itu. Selanjutnya seekor ayam jantan akan dilepaskan guna memakan tumpulan jagung itu. Tumpukan jagung yang pertama kali dimakan oleh ayam jantan tersebut diyakini menunjukkan perempuan mana yang akan menikah terlebih dahulu di tahun yang baru. (Ria Sari Febrianti)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.