Maulid Nabi Muhammad: Kisah Penting 10 Tahun Rasul di Madinah

Hijrah ke Madinah menjadi peristiwa awal dakwag terang-terangan Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam.

JEDA.ID – Peringatan Maulid Nabi menjadi momen untuk kembali membangkitkan semangat meneladani kisah hidup Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam. Kisah Nabi Muhammad yang penuh dengan hikmah, bukan sekadar bacaan tapi juga contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai Maulid Nabi. Meski begitu, ada juga sebagian pendapat yang menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal atau 20 Arpil 571 Masehi.

Namun para ulama sepakat tanggal 12 Rabiul Awal sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Beliau lahir dua bulan setelah pasukan Gajah menyerang Kota Makkah. Dikutip dari Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan ‘Ali Al-Hasani An-Nadwi, sejumlah sejarawan dan pakar hadits menyebut adanya peristiwa-peristiwa besar yang muncul di Makkah menjelang kelahiran Rasulullah.

Sebelum menjadi seorang Rasul, Nabi Muhammad telah mendapatkan beberapa karunia seperti wajahnya yang bersih dan bersinar yang mengalahkan sinar bulan, tumbuh suburnya daerah tempat Halimah (ibu yang menyusui Nabi) padahal tadinya gersang dan kering, dan lain sebagainya.

Itulah tanda-tanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi yang terakhir yang memiliki kedudukan yang tertinggi nantinya.

Setelah mendapatkan wahyu pertama, Nabi kemudian melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Adapun orang-orang yang menjadi pengikut pertamanya adalah Khadijah, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, dan Bilal bin Rabah.

Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah Allah SWT dalam surat al-Hijr ayat 94 dan memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

Kisah Nabi Muhammad di Madinah

Dakwah terang-terangan ini yang menjadi penanda awal mula Kisah Nabi Muhammad berhijrah ke Yastrib atau sekarang dikenal dengan nama Madinah.

Pondok Pesantren Tebuireng di situsnya mencatat peristiwa-peristiwa penting saat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berada di Madinah yang dirangkai dengan tahun per tahun keberadaan Nabi.

Pada tahun Pertama, Nabi membangun masjid dan tempat-tempat tinggal beliau. Beliau, Rasullullah membangun dengan tangan sendiri untuk memberikan semangat kaum muslimin dalam kerja mereka.

Pada awal hijrah ini Rasulullah juga mempersaudarakan antara sahabat Muhajirin dan Anshar. Yang tak kalah penting, yakni masuk Islamnya Abdullah bin Salam ra., seorang rabbi dan pemimpin Kaum Yahudi Yastrib (Madinah).

Pada tahun ini, Utsman bin Mazh’un ra. saudara sesusu Rasulullah SAW, wafat. Selain itu, tahun ini diisyariatkannya adzan dan ikamah dan Allah Ta’ala mengizinkan kaum muslimin untuk memerangi musuh-musuh mereka, setelah para musuh ini menentang Nabi SAW.

Pada tahun kedua, peristiwa penting yang terjadi adalah perubahan arah kiblat dirubah ke Kakbah setelah 16 atau 17 bulan dari hijrah Nabi di bulan sya’ban.

Selain itu, pada tahun kedua ini, diwajibkan puasa sebulan di bulan Ramadan, diwajibkan zakat fitrah dan zakat mal, dan i disyariatkan shalat dua hari raya. Pada tahun ini terjadi perang Badar Al Kubra di bulan Ramadan.

Di bulan Syawal, Nabi SAW menikah dengan sayyidah A’isyah ra. dan Sayyidina Ali ra. menikah dengan Sayyidah Fathimah ra. Tak hanya kebahagiaan atas pernikahan, di tahun ini juga ada kesedihan, yaitu Sayyidah Ruqayyah, putri Rasulullah SAW, wafat.

Tahun Ketiga

Pada tahun ketiga terjadi beberapa peperangan dan detasemen (pengiriman peleton pasukan). Perang Uhud pada hari sabtu, tanggal 7 Syawal, perang Badar shughra pada awal bulan Dzul Qa’dah dan perang Bani an Nadhir.

Pada tahun ini Allah mengharamkan khamer setelah perang Uhud dan Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Hafshah ra, putri Umar bin Khattab ra.

Kebahagiaan lain, menikahnya Utsman bin Affan dengan sayyidah Ummu Kultsum. dan lahirnya Sayyidina Hasan, putra Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra, putri Nabi.

Tahun Keempat, Nabi SAW menikah dengan Sayyidah Ummu Salamah, turunlah syarat qashar shalat, dan turunnya Jibril dalam perang Dzatur Riqa’ dengan turunnya syariat shalat khauf. Dalam peperangan ini turun ayat tayammum.

Terjadi perang khandaq, pengepungan sekutu-sekutu musyrikin pada kota Madinah selama lima belas hari. Kemudian Allah Azza wa Jalla mengalahkan mereka, mengirim angin dan pasukan untuk memporak-porandakan mereka.

Pada perang ini, banyak terbunuh, para qurra’ (ahli Al Quran) ra. di Sumur Ma’unah. Tahun ini Sayyidina Husein bin Ali ra. dilahirkan.

Pada tahun kelima, terjadi perang Daumatul Jandal, perang Bani Quraizhah, dan perang bani Musthaliq.

Di antara para tawanan dari Bani Musthaliq ada Barrah putri pimpinan bani Musthaliq. Lalu Rasulullah SAW menikahinya dan memberinya nama Juwairiyah.

Ketika Bani Musthaliq mendengar pernikahan ini, mereka masuk Islam semuanya dan mereka berbalik menjadi penolong kaum muslimin setelah mereka menjadi musuh.

Dalam perang ini, Sayyidah A’isyah dituduh (berselingkuh) dengan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal, lalu kabar ini dibersihkan oleh Al Qur’an.

Rasulullah menikah dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy setelah diceraikan oleh Zaid bin Harisah dan dihapusnya tradisi adopsi anak. Pada tahun ini, diturunkannya ayat hijab dan kewajiban haji.

Orang-Orang Penting

Tahun keenam, terjadi perang Hudaibiyah dan Bai’atur Ridlwan (Baiat Ridwan). Baiat Ridwan adalah Sumpah setia yang diikrarkan pada sahabat Nabi di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga.

Di tengah-tengah perjalanan pulang Beliau Rasulullah dari Hudaibiyah ke Madinah turunlah surat Al Fath, maka berbahagialah kaum muslimin dengan berita gembira penaklukkan kota Makkah.

Pada tahun ketujuh, terjadi perang Khaibar dan gencatan senjata yaitu perdamaian dengan penduduk Makkah. Terjadinya umrah qodho’ pada bulan Dzul Qa’dah.

Berhijrahnya Khalid bin Walid, Usman bin Abu Thalhah, penjaga ka’bah, lalu mereka bertemu dengan Amr bin ‘Ash, ketiga-tiganya bersahabat dan masuk Islam. Tahun ini, Rasulullah SAW menikah dengan sayyidah Ummu Habibah, Sayyidah Maimunah , dan Sayyidah Shafiyah.

Sayyidah Mariyah datang pada Nabi SAW dan menyampaikan masalah besar pada beliau. Datang pula Sayyidina Ja’far bin Abu Thalib dan para sahabatnya dari Habasyah (Ethiopia). Turun pula pelarangan nikah mut’ah dan makan daging keledai piaraan.

Tahun kedelapan, terjadi perang Mu’tah dan Dzatus Salasil. Dalam perang Mu’tah Rasulullah SAW berwasiat kepada pasukannya dengan beberapa wasiat.

“Dalam perang ini kalian semua akan menjumpai orang-orang yang sedang uzlah di tempat-tempat pertapaan mereka, maka janganlah kalian menghalangi mereka, janganlah membunuh wanita, anak kecil, dan kaum manula, janganlah memotong pohon, dan janganlah menghancurkan bangunan”.

Di tahun ini, terjadi penaklukan kota Makkah (Fathu Makkah) di bulan Ramadan dan penghancuran berhala-berhala yang berada di sekeliling Kakbah, bai’at kaum pria dan wanita dari penduduk Makkah, dan Islamnya Mu’awiyah bin Abu Sufyan serta Abu Quhafah ra.

Tahun-Tahun Terakhir

Tahun kesembilan, terjadi Perang Tabuk dan Sayyidina Abu Bakar As-Sidiq berhaji dengan kaum muslimin. Wafatnya sayyidah Ummu Khulsum dan raja Najasyi.

Di tahun ini Abdullah bin Ubay bin Salul, pimpinan kaum munafiqin, meninggal. Di tahun ini juga Nabi SAW berturut-turut mengirim utusan-utusan ke berbagai negeri.

Tahun kesepuluh, Rasulullah melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan). Beliau Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wsallam berkhutbah di Arafah yang isinya mengajarkan banyak hal tentang ushuluddin dan furu’nya kepada umat Islam.

Di tahun ini, beliau mengutus Ali bin Abu Thalib, Mu’adz bin Jabal, dan Abu Musa al Asy’ari ke negeri Yaman.

Ibrahim putra Nabi Muhammad meninggal di tahun ini dengan usia kurang dari dua tahun.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.