Ini yang Bikin Sepeda Brompton Lebih Mahal dari Mobil Bekas

Di Indonesia, Brompton terkenal dengan sepeda lipat dengan harga yang fantastis.

JEDA.ID – Penggemar sepeda lipat atau Seli di Indonesia belakangan ini bertumbuh cukup pesat. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya komunitas yang terbentuk di berbagai daerah. Booming ini diiringi dengan makin populernya merek sepeda lipat asal Inggris, Brompton.

Pertumbuhan penggemar Seli di Indonesia terbilang cukup signifikan. Selain komunitas yang semakin banyak, Seli makin digemari terutama lantaran didorong oleh influencer dan selebriti Tanah Air membagikan kegiatannya menggunakan Seli.

Vanessa Angel misalnya. Artis yang sempat tersangkut kasus prostitusi ini beberapa kali membagikan kegiatannya bersepeda dengan Seli.

Atau Ari Untung. Mantan VJ MTV yang kini aktif di “perhijrahan duniawi” ini membagikan kegiatannya bersepeda di Makassar. Saat itu, Arie Untung tampak bersepeda dengan Seli bersama rekan-rekannya menunjukkan antusiasmenya berolahraga.

Vloger Ridwan Hanif juga turut mengulas di channel Youtubenya. Ridwan Hanif bahkan berkali-kali mengulas sepeda lipat terutama Brompton, termasuk Brompton versi Explore Limited Editon yang cuma ada 2.000 unit saja.

Seli Populer

Pemilik toko sepeda di Senayan, Jakarta, Bike Shop, Iwan Tenggono mengakui pertumbuhan pengguna Seli. Menurut Iwan, sepeda lipat baru pouler dalam dua tahun belakangan.

“Dulu (2007), yang main sepeda lipat ini kan paling cuma 5-6 orang. Termasuk saya. Tahu komunitas ID-Foldingbike? Waktu itu cuma 10 orang, termasuk saya. Mereka kesusahan cari sepeda, kebanyakan kadang mereka beli dari Singapura. waktu itu saya sambil kerja kantoran, saya pergi ke Cina sendiri, cari, bawa sendiri, taruh di rumah, lalu orang beli ke rumah,” ujar Iwan dilansir Detik.com, 14 September 2019.

“Sepeda itu kan siklus, lagi rame, terus 3-4 tahun sepi. Sepeda itu bukan alat transportasi, tapi barang hobi. Barang hobi itu ada siklus, ada tren. Sekarang kan trend-nya lagi growing, jadi semua toko mau jual sepeda lipat,” ujar Iwan.

Salah satu keunggulan Seli yang paling utama tentu kepraktisannya. Karena bisa dilipat, sepeda ini mudah disimpan di banyak tempat. Selain itu, Seli juga mudah dibawa ke mana-mana.

Karena keringkasan ini, sepeda lipat ini juga cocok untuk yang ingin ikut dengan tren bike to work atau bersepeda ke tempat kerja.

Bicara soal sepeda lipat, tentu tak bisa lepas dari Brompton. Merek ini disebut sebagai “Raja Terakir” lantaran teknologi yang dibuat untuk saat ini adalah yang terbaik.

Seli Brompton

Brompton adalah produsen sepeda lipat yang berbasis di Greenford, London, Inggris. Andrew Ritchie, pendiri Brompton, menyebut awalnya merakit sepeda untuk kalangan kerajaan Inggris yang ingin bersepeda santai. Di Inggris bersepeda bukan sekadar tren, namun juga sudah menjadi gaya hidup.

Brompton memiliki empat tipe, M, S, H, dan P. Brompton tipe M adalah Brompton dengan handlebar model klasik yang masih dipertahankan hingga sekarang. Tipe M ini cocok untuk segala kondisi atau all around.

Sedangkan tipe S adalah versi Sporty dengan handlebar lurus berbeda dengan model lainnya. Tipe H lebih cocok untuk yang mencari brompton dengan posisi berkendara lebih tegak demi kenyamanan. Tipe ini diperuntukan untuk berkendara lama.

Brompton tipe P menawarkan fleksibilitas yang lebih dari berbagai macam posisi grip. Tipe ini juga diperuntukkan bersepeda durasi lama atau touring.

Di Indonesia, Brompton terkenal dengan sepeda lipat dengan harga yang fantastis. Kalau dilihat di situs-situs jual beli, harganya bisa mencapai Rp60 jutaan untuk versi terbaru dan Rp26 jutaan untuk tipe termurahnya. Bahkan ada dengan spesifikasi terntentu bisa mencapai Rp80 jutaan.

Harga yang lebih mahal dari sejumlah mobil bekas seperti Suzuki Aerio 2003, Hyundai Avega 2010, KIA Visto 2004 yang umumnya dibanderol Rp40 jutaan – Rp70 jutaan.

Meski harganya mahal, peminatnya di berbagai belahan dunia sangatlah banyak. Bahkan mereka mampu menjual lebih dari 40.000 unit setiap tahunnya.

Lantas apa yang membuat sepeda ini mahal?

Merek Premium

Brompton tidak perlu lagi diragukan kualitas, kenyamanan, kemudahan dalam bersepeda lipat. Brand yang ikonik dan berkelas, menambah kebanggaan menggunakan sepeda lipat.

rompton sangat menaruh perhatian penuh terhadap kualitas produk yang mereka ciptakan. Wajar saja jadinya kalau harga sepeda Brompton bisa mencapai Rp 60 jutaan.

Meski berbentuk lebih kecil ketimbang merek lainnya, mereka berani jamin memiliki kualitas frame terbaik. Bila merek lain menggunakan bahan alumunium, Brompton justru menyematkan 30 persen bodinya menggunakan baja. Tapi tenang saja, baja yang digunakan baja ringan kok.

Fleksibilitas Tinggi

Sepeda lipat Brompton dapat dibawa kemana saja, untuk pelesiran, bike to work, touring, naik ke bus, kereta, pesawat. Kemudahan untuk berekplorasi ke tempat baru dengan sepeda lipat yang tahan banting.

Mengutip Moneysmart.id, bila dibandingkan dengan merek Dahon, perbandingannya sangat jauh sekali. Dahon Qix memiliki ukuran 30x60x85 cm atau sekitar 5,5 kaki kubik, sementara Brompton memiliki ukuran lebih kecil 28x60x60 cm atau 3,56 kaki kubik.

Dengan dimensi ukuran tersebut kamu gak perlu repot-repot bingung mencari tempat penyimpanannya. Mau dibawa bepergian pakai mobil, kereta, pesawat bisa banget, apalagi sudah ada tas khususnya yang memungkinkan kamu untuk menentengnya kemanapun pergi.

Build Quality

Brompton sangat serius dalam merancang sepeda lipat, komponennya dibuat dari bahan yang berkualitas, rapi dan presisi. Bersepeda lebih tenang dan senang karena sepeda yang tangguh dan tidak mudah rusak.

Meski berbentuk lebih kecil ketimbang merek lainnya, mereka berani jamin memiliki kualitas frame terbaik. Bila merek lain menggunakan bahan alumunium, Brompton justru menyematkan 30 persen bodinya menggunakan baja. Tapi tenang saja, baja yang digunakan baja ringan kok.

Selain itu kalau biasanya sepeda lipat lainnya bisa menggunakan spare part sepeda umum, Brompton dengan sengaja membuat setiap part mereka sendiri. Ibarat kata, Brompton ini sudah seperti produk Apple di pasar persaingan gadget.

Mudah Dilipat

Ringan dan metode pelipatan dan efektif dan cepat. Komponen yang presisi membuat kita tidak akan kesusahan untuk melipat sepeda Brompton ketika diperlukan.

Brompton didesain di Inggris, mereka mengadaptasi pola perilaku masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan ketepatan waktu ketika menaiki transportasi umum seperti kereta. Atas dasar itulah Brompton mengutamakan kepraktisannya dalam melipat sepeda.

Karena ringan dan mudah dilipat, serta bentuk yang kecil, Anda bisa membawa sepeda ke mana saja. Daripada diparkir di tempat yang tidak aman dan rawan pencurian sepeda mending dibawa.

Harga Bekas

Seperti merek-merek premium pada umumnya, peminat Brompton bekas juga cukup banyak. Hal ini membuat harganya tak jatuh terlalu jauh.

Ketika harga belinya mahal, harga jualnya juga bisa dibilang stabil. Perbandingan harga beli dan jual Brompton gak terlalu jauh, beda sama sepeda lainnya yang kalau dijual harganya bisa turun drastis bisa sampai 50 persen.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.