Daftar Hashtag yang Ampuh Buat Cari Follower Instagram 2019

Hashtag mengalami perjalanan panjang sebelum akhirnya dipakai secara resmi oleh Instagram pada Januari 2011.

JEDA.ID – Sudah jadi hal yang lumrah netizen terutama online shoping berbasis media sosial memakai hashtag untuk lebih banyak dikenal. Instagram menjadi salah satu media yang penggunanya paling banyak mencari perhatian menggunakan hashtag hingga 2019 ini.

Berbagai usaha berupa pembaruan terus diberikan Instagram untuk mengoptimalkan hashtag. Salah satunya adalah dengan mengubah algoritma agar pencarian hashtag bisa dilakukan sesuai keinginan pengguna.

Hashtag mengalami perjalanan panjang sebelum akhirnya dipakai secara resmi oleh Instagram pada Januari 2011.

Pertengahan tahun 2000, simbol # digunakan dalam jaringan IRC untuk menandakan #Label group dan topic. Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 23 Agustus 2007, Chris Messina (@factoryjoe) menulis tweet pertamanya yang menyarankan menggunakan simbol #. Tweet tersebut bertuliskan: “How do you feel about using # (pound) for group. As in #barcamp?”

Pada 1 Juni 2009, Twitter hyperlink didahului dengan # dan menjadikannya sebagai fitur resmi. Kemudian lahirlah #Hashtag. Lalu, pada September 2012, Google+ mengenalkan fitur #Hashtag dalam jaringan sosial miliknya. Pada Juni 2013, Facebook juga meluncurkan fitur #Hashtag.

Kini, hampir semua situs media sosial populer bahkan memanfaatkan fitur hashtag. Bahkan hingga kini hashtag merupakan bagian terpenting dari setiap strategi pemasaran modern.

Hashtag Instagram 2019

Di antara jutaan hashtag yang sudah dibuat ada beberapa yang terpopuler. Ada pula yang dipakai khusus untuk mencari follower.

Menurut laman Metricool, hashtag #love dan #instagood menjadi yang paling banyak digunakan. Keduanya sudah dipakai lebih dari 1 miliar unggahan.

Sedangkan sejantunya ada #Photooftheday, #fashion, #beautiful, dan #happy. Di daftar 10 besar juga ada #picoftheday, #tbt, dan #art. Menariknya di daftar ini ada hashtag #like4like.

#like4like adalah salah satu bahasa di Instagram untuk mendapatkan lebih banyak like. Terkadang #like4like juga digunakan untuk melakukan like balik.

Di Instagram hashtag semacam #like4like ada banyak model. Misalnya #follow2follow atau #followme. Bedanya dengan #like4like, kedua hashtag itu dipakai untuk mencari follower atau untuk saling memfollow.

Berikut daftar hashtag populer yang juga dipakai untuk mencuri perhatian;

#amazing #life #fitness #bestoftheday #vscocam #sun #beauty #beach #followforfollow #swag #music #sky #travel #f4f #pretty #lfl #dog #vsco #sunset #photo #hair #tflers #foodporn #party #lol #cool #girls #cat #makeup #ootd #baby #night #instagram #funny #instapic #iphoneonly #hot #instacool #healthy #yummy.

#love #instagood #photooftheday #tbt #beautiful #cute #me #happy #followme #fashion #selfie #picoftheday #like4likes #summer #friends #instadaily #girl #fun #tagforlikes #smile #repost #igers #instalike #food #art #family #likeforlike#nature #instamood #style #nofilter #follow4follow.

Kekurangan

Meskipun dianggap sangat menguntungkan, penggunaan Instagram juga memiliki sejumlah cela. Salah satunya adalah mengharuskan pengguna untuk terus update.

Hampir sama dengan twitter, instagram memiliki timeline yang berjalan sangat cepat. Sehingga pemilik online shop harus rajin untuk posting foto atau video supaya produknya bisa dilihat oleh para konsumen.

Selain itu, kemudahan yang diberikan oleh media sosial instagram dalam hal berinteraksi bisa membuat sosial media ini rawan kena spamming. Umumnya spamming banyak terlihat pada bagian komentar. Namun bisa menyiasatinya dengan memberlakukan private pada akun anda agar tak sembarang orang bisa berkomentar pada postingan anda.

Keluhan juga muncul di kalangan online shopper. Memakai hashtag menjadikan transaksi yang kurang praktis.

Memang Instagram tak dirancang sebagai media untuk jual beli, sehingga wajar jika proses transaksinya kurang praktis ketika ada konsumen yang akan membeli barang.

Maka dari itu, untuk pemilik online shop disarankan jangan lupa untuk menyertakan kontak pada bagian caption dan profile di setiap postingan alih-alih fokus pada hashtag.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.