Setelah 37 Produk Ranitidin Boleh Kembali Beredar

Produk ranitidin adalah obat untuk mengurangi jumlah asam lambung dalam perut. Fungsinya untuk mengatasi dan mencegah rasa panas perut sampai maag.

JEDA.ID–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbolehkan kembali sejumlah produk ranitidin diedarkan. Ranitidin selama ini menjadi andalan bagi penderita asam lambung.

Dari 37 produk itu ada yang seluruhnya diperbolehkan kembali beredar, namun sebagian lainnya masih ada yang dikecualikan. Detail produk-produk ranitidin yang diperbolehkan kembali beredar dimuat di laman BPOM, Kamis (21/11/2019).

”Badan POM secara paralel melakukan kajian risiko melalui pengambilan dan pengujian sampel terhadap bahan baku dan produk ranitidin. Produk ranitidin yang tidak tercantum dalam Lampiran, dinyatakan ditarik (recall) dari peredaran serta dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebut BPOM dalam penjelasan di laman mereka.

Produk ranitidin sempat ditarik dari pasaran setelah dilakukan kajian risiko dan pengujian laboratorium terhadap cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake).

Jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama berpotensi karsinogenik. Ini artinya berpotensi menyebabkan kanker jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

”Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjamin keamanan dan mutu obat yang diproduksi dan diedarkan, industri farmasi melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA. Apabila terbukti produk ranitidin mengandung cemaran NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan, industri farmasi wajib melakukan penarikan produk (recall),” sebut BPOM.

BPOM menyatakan industri farmasi dapat memproduksi kembali dan mengedarkan produknya setelah memastikan bahwa hasil produksinya tidak mengandung NDMA melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

Ranitidin adalah obat untuk mengurangi jumlah asam lambung dalam perut. Fungsinya untuk mengatasi dan mencegah rasa panas perut (heartburn), maag, dan sakit perut yang disebabkan oleh tukak lambung.

Ranitidin juga digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai penyakit perut dan kerongkongan yang disebabkan oleh terlalu banyak asam lambung, misalnya erosive esophagitis dan refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease, GERD).

Cara Kerja Ranitidin

Lalu bagaimana cara kerja ranitidin? Dokter spesialis penyakit dalam Etra Ariadno dari RSAL Dr Mintohardjo mengatakan obat ini berfungsi untuk menghambat sekresi atau produksi asam lambung yang berlebih. Sehingga obat ini dapat meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka pada lambung.

”Ranitidin merupakan antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin (H2) pada sel parietal mukosa lambung yang berfungsi untuk mensekresi asam lambung. Ranitidin menghambat sekresi asam lambung dengan 2 mekanisme,” ujar dia sebagimana dilansir dari Detikcom.

Mekanisme pertama, ranitidin menduduki reseptor H2 yang berfungsi menstimulasi sekresi asam lambung. Sehingga histamin yang diproduksi oleh sel ECL gaster dapat dihambat.

Sedangkan mekanisme kedua, substansi lain seperti gastrin dan asetilkolin yang menyebabkan sekresi asam lambung akan berkurang efektivitasnya pada sel parietal jika reseptor H2 dihambat.

Jika asam lambung diproduksi secara berlebih, dinding lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan. Peradangan ini yang kemudian dapat berujung pada beberapa penyakit.

Misalnya tukak lambung, tukak duodenum, sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan. Kini sebagian produk ranitidin kembali boleh beredar di pasaran.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.