Sejarah Halloween: Bermula Tradisi Pagan hingga Jadi Atraksi Horror

Halloween yang mulanya dikultuskan sebagai ritual kaum pagan kini lebih populer dikenal sebagai atraksi berbalut nuansa horror.

JEDA.ID – Sejarah hari Halloween identik dengan ritual tradisi paganisme atau pagan yang kini menjadi perayaan populer di kalangan masyarakat dunia. Ritual ini mulanya diperingati di negara-negara Eropa dan Amerika Selatan setiap tanggal 31 Oktober.

Thomas Thomson dan Charles Annandale dalam bukunya berjudul A History of the Scottish People from the Earliest Times: From the Union of the kingdoms (1896) menyebut Halloween sebagai kependekan dari All Hallows’ Evening atau Malam Para Kudus.

The Oxford English Dictionary, dalam bahasa Skot, kata “eve” adalah even, dan dipendekkan menjadi e’en atau een. Seiring berjalannya waktu, All Hallows’ Evening menjadi All Hallows’ Even berevolusi menjadi Hallowe’en.

Frasa “All Hallows” ditemukan dalam bahasa Inggris Kuno, namun frasa “All Hallows’ Eve” tidak terlihat hingga tahun 1556.

Sejarah Halloween

Sejarah perayaan hari Halloween dipercaya pertamakali muncul di berbagai tempat di Eropa, khususnya di kawasan Britania Raya dan sekitarnya, juga sejumlah lokasi bekas daerah kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Dipercaya ritual ini dicetuskan oleh bangsa Celtic sebagai kompromi kepada roh-roh jahat. Diceritakan Banyak roh jahat yang akan berkeliaran dan menggangu mereka. Roh-roh jahat tersebut mengancam memberikan kerugian pada warga.

Agar terhindar dari ancaman tersebut, bangsa Ciltex memakai kostum-kostum menyeramkan. Tujuanya adalah, agar “roh jahat” yang mungkin keluar mengira manusia adalah teman mereka.

Tradisi Halloween dipercaya bermula dari festival-festival panen Kelt kuno yang mungkin memiliki akar-akar pagan, khususnya festival Samhain etnis Gael, dan festival tersebut dikristenkan sebagai Halloween.

Paganisme Kelt atau Politeisme Kelt, tulis Anne Ross dalam Pagan Celtic Britain: Studies in Iconography and Tradition (1974), merupakan kepercayaan yang dianut oleh orang-orang Kelt di Eropa Barat pada sekitar tahun 500 SM hingga 500 M.

Paganisme sudah ada sebelum agama Kristen. Paganisme adalah istilah yang dicetuskan komunitas Kristen Eropa untuk mengidentifikasi agama-agama selain agama Abrahamik (Yudaisme dan Islam).

Kaum Pagan sendiri awalnya tidak pernah memperkenalkan diri sebagai seorang pagan atau penganut paganisme.

Paganisme mulai melembaga setelah agama-agama Abrahamik mulai diadopsi secara luas. Selain pagan ada pula kaum Hellene dan heathen, terkadang nama-nama tersebut digunakan sebagai penghinaan.

Parade Halloween Parade di Manhattan, New York, Amerika Serikat 31 Oktober 2019. (Reuters/Yana Paskova)

Parade Halloween Parade di Manhattan, New York, Amerika Serikat 31 Oktober 2019. (Reuters/Yana Paskova)

Ritual Halloween

Menurut Brian K. Roberts dalam The Making of the English Village: A Study in Historical Geography (1987) menyebut tradisi Halloween kemudian dikristenkan bahkan sempat menjadi salah satu peringatan penting bagi pemeluk ajaran Kristen.

Banyak umat Kristen di daratan Eropa, terutama di Prancis, mempercayai bahwa sekali setahun, saat Halloween, arwah jasad-jasad yang dimakamkan di halaman gereja bangkit untuk melangsungkan suatu karnaval liar dan mengerikan yang dikenal sebagai tarian kematian atau Danse Macabre

Menurut catatan Wikipedia, sebagaimana dikutip Jumat (1/11/2019) siang pukul 13.06 WIB, di berbagai belahan Britania Raya, kebiasaan-kebiasaan ini mendapat serangan selama Reformasi Inggris karena beberapa kalangan Protestan mencerca purgatorium sebagai suatu doktrin “papisme” yang tidak sesuai dengan gagasan mereka mengenai predestinasi.

Pada akhirnya Halloween tak cuma menjadi perayaan yang dimaknai sebagai bentuk ritual ibadah namun berkembang menjadi atraksi yang menyenangkan. Meski begitu, perayaan ini masih dibalut dalam nuansa horror.

Sebagai sebuah hiburan, perayaan ini adalah semacam pesta kostum hantu dan seni menampilkan penampakan labu berbentuk kepala dengan senyum menyeringai yang ikonik.

Uniknya lagi, di Filipina saat Halloween, orang-orang pulang ke kampung halaman dan membeli lilin serta bunga.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.