Post Holiday Syndrome saat Anak Masuk Sekolah

Liburan sekolah adalah kesempatan bagi anak untuk keluar dari rutinitasnya.

JEDA.ID–Libur panjang sekolah berakhir. Artinya anak-anak kembali rutinitas sehari-hari yaitu masuk sekolah. Banyak anak yang menyambut dengan riang gembira bila kembali bersekolah. Namun, tidak sedikit anak yang malah enggan masuk sekolah. Bisa jadi anak itu sedang terkena post holiday syndrome.

Post holiday syndrome atau sindrom setelah liburan sebenarnya tidak hanya menyerang salah satu kelompok umur seperti dewasa atau anak-anak. Orang dewasa atau anak-anak sama-sama bisa terkena sindrom ini.

Bila anak mengalami post holiday syndrome, gejala yang biasa muncul seperti malas-malasan dan tidak bersemangat ke sekolah. Bahkan dalam beberapa kasus ada anak yang sama sekali tidak mau sekolah.

Selama liburan anak biasanya memiliki waktu bermain yang lebih banyak. Kadang pula menikmati liburan ke luar kota atau ke luar negeri bersama keluarga. Waktu liburan yang panjang menjadikan anak biasanya libur dari aktivitas belajar.

Ketika akan memulai kembali aktivitas sekolah, tentu sebagian anak merasakan ”masa bersenang-senang” berakhir. Bila seperti ini orang tua yang harus lebih aktif menghadapi anak yang menghadapi post holiday syndrome.

Selama libur sekolah, rutinitas harian anak berubah. Rutinitas harian selama liburan itu harus berubah lagi seperti sebelumnya. Tentu hal ini membutuhkan waktu agar anak kembali kepada pola rutinitas saat masuk sekolah. Mengingatkan rutinitas kepada buah hati menjadi tahap awal bila anak menghadapi post holiday syndrome.

Salah satu rutinitas yang perlu diingatkan seperti bangun pagi dan waktu makan. Menjelang liburan berakhir, ada baiknya ajak anak mengobrol mengenai rutinitas yang akan kembali seperti biasa salah satunya bangun pagi.

Membiasakan anak bangun pagi bisa dimulai dengan mengajaknya untuk tidur lebih awal agar bisa bangun lebih pagi. Tentukan jadwal untuk tidur dan bangun pada anak. Di awal-awal memulai kembali kebiasaan ini, berikan hadiah sederhana untuk anak jika ia bisa bangun pagi.

Kebiasaan Begadang

Membiasakan anak tidur lebih awal ini juga berkaitan dengan kebiasaan begadang saat libur sekolah. Selama liburan, orang tua biasanya memberikan kelonggaran kepada anak untuk urusan tidur. Anak cenderung akan tidur lebih larut dari biasanya dan bangun lebih siang.

Kondisi ini cukup wajar karena liburan sekolah adalah kesempatan bagi anak untuk keluar dari rutinitasnya. Namun, ada baiknya bila membiasakan diri untuk tidak begadang dan tidur lebih awal, baik saat liburan maupun tidak.

Tahun ajaran baru setelah libur panjang biasanya juga diikuti dengan perlengkapan sekolah yang baru. Hal ini memiliki manfaat agar anak memiliki semangat untuk kembali bersekolah.

Berikan kesempatan kepada buah hati untuk memiliki perlengkapan sekolah yang disukainya. Namun, orang tua juga harus tetap memberikan rambu-rambu seperti apakah sesuai kebutuhan atau tidak hingga harga perlengkapan sekolah.

Libur sekolah adalah momentum bagi anak melepaskan penat atau rutinitas bersekolah. Libur sekolah idealnya diisi dengan berbagai kegiatan yang bisa mengembangkan anak.

Mengenal hingga mempelajari berbagai hal baru bisa merangsang anak akan lebih bersemangat untuk kembali bersekolah. Anak cenderung akan suka menceritakan berbagai pengalaman liburannya kepada teman-teman sekolahnya.

Seperti halnya pada orang dewasa, bila anak menghadapi post holiday syndrome, tentunya membutuhakn dukungan dari orang-oranng terdekat terutama orang tua. Oleh sebab itu, jangan buru-buru memarahi anak bila dia malas sekolah setelah libur panjang. Berikan motivasi agar buah hati bersemangat masuk sekolah.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.