• Sun, 29 January 2023

Breaking News :

Mengenal Pesawat Tempur Hawk 200, Si Gesit Penjaga Perbatasan Negara

esawat yang jatuh di Kampar, Riau, adalah jet tempur Hawk 200. Pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 dengan nomor registrasi TT 0209 H jatuh di Kampar, Riau. Penyebab kecelakaan pesawat itu masih diselidiki.

JEDA.ID--Pesawat yang jatuh di Kampar, Riau, adalah jet tempur Hawk 200. Pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 200 dengan nomor registrasi TT 0209 H jatuh di Kampar, Riau. Penyebab kecelakaan pesawat itu masih diselidiki.

“Untuk penyebab kecelakaan dan jumlah korban masih dalam investigasi,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Fajar Adriyanto seperti dilansir detikcom, Senin (15/6/2020).

Lokasi Pesawat TNI AU Jatuh 5 Km dari Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Beruntung, pilot pesawat bernama Lettu Pnb Apriyanto Ismail selamat setelah keluar dengan kursi lontar. Lettu Pnb Apriyanto Ismail saat ini dirawat di rumah sakit.

Pesawat yang jatuh di Kampar, Riau, adalah jet tempur Hawk 200. Pesawat ini didesain untuk melakukan penyerangan ke darat

Dilansir detikcom dari situs TNI Angkatan Udara (AU), diakses detikcom pada Senin, Hawk 200 adalah pesawat buatan British Aerospace (BAE), Inggris. Pesawat ini mulai bergabung dengan TNI AU sejak 1996.

Spesifikasinya, pesawat ini bermesin Turbo Fan, 871 Adour twin-spool. Mesin turbofan rendah ini merupakan produk dari Rolls-Royce.

Pesawat didesain untuk melaksanakan misi ‘air to ground attack’ atau penyerangan ke darat. Pesawat ini mampu melesat 1,2 kali kecepatan suara, atau setara dengan 1.470 km/jam dengan membawa berbagai persenjataan.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom pada 2012, jet tempur ini dikenal lincah dan mudah dikendalikan. Sejumlah senjata tempur bisa dipasang di badan pesawat ini. Dari rudal udara ke darat AGM-65 Maverick, rudal anti-kapal Sea Eagle, torpedo, serta berbagai macam bom.

Radar canggih berjenis APG-66 yang biasa digunakan di pesawat F-16 juga sudah terpasang di Hawk 200. Dilansir Skybrary, ukuran Hawk 200 punya panjang 11,23 meter dan tingginya 4,13 meter. Rentang sayapnya 9,39 meter.

Karena ukuran pesawat kecil, kemampuan jelajahnya pun juga terbatas. Namun kelemahan itu bisa disiasati dengan dukungan pesawat tanker KC-130B. Pesawat ini mampu melakukan pengisian bahan bakar saat di udara.

Pesawat ini sendiri ditempatkan di sejumlah kawasan Indonesia yaitu di Pontianak dan Pekanbaru. Pesawat ini juga memiliki fasilitas kursi lontar.

Menakar Kekuatan Tangkal Corona, Golongan Darah O Lebih Kuat dari A?

Cegah Penyelundupan

Seperti dilansir militermeter.com, perairan Alur Laut Kepulauan Republik Indonesia (AKLI) 1 untuk jalur laut Selat Karimata dan juga perairan Kepulauan Riau masih rawan dalam usaha penyelundupan dan juga tindakan melawan hukum lainnya.

Hal itu membuat TNI pernah melakukan operasi Poros Sagara 2018 yang melibatkan personel TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat dan berbagai instansi pengamanan lainnya.

Dalam operasi Poros Sagara 2018 ini,  TNI AU Republik Indonesia mengerahkan 1 unit jet tempur jenis Hawk 100 yang disiagakan di bandara Hang Nadim Batam serta 4 unit jet tempur jenis Hawk 200.

Pesawat temput itu bertugas memantau udara mulai dari wilayah Perairan Batam hingga ke Perairan Kabupaten Natuna. Selain itu operasi ini juga sebagai salah satu upaya peningkatan keamanan di wilayah perbatasan.

Ada alasan tersendiri TNI AU lebih memilih pesawat jet tempur jenis Hawk dibandingkan dengan jenis jet tempur lain seperti Sukhoi untuk operasi tersebut.

Mengenang Pramono Edhie Wibowo, Jenderal Tegas Jadikan TNI-AD Kian Disegani

Pertimbangan Matang

Komandan Skuadron 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Letkol Penerbang (Pnb) Agung Wirajaya menjelaskan, pemilihan unit Hawk karena pertimbangan matang oleh Komando Pusat.

Ia menjelaskan, walau terlihat lebih munggil dari jet tempur jenis Sukhoi, namun Hawk 100 dan Hawk 200 memiliki keunggulan lebih terutama dalam membantu perang di darat.

“Jet tempur jenis Hawk ini merupakan jet tempur yang diproduksi oleh British Aerospace dari Inggris. keunggulannya dalam membantu perang di darat dan melakukan pengawasan di wilayah perbatasan, terletak pada kecanggihan radar yang hingga saat ini masih belum dapat dikalahkan oleh jenis jet tempur sejenis,” ujarnya seperti dilansir militermeter.com.

Agung juga melanjutkan, pada misi pertahanan udara, sebagai sebuah jet tempur, Hawk 200 mampu melengkapi diri dengan berbagai persenjataan canggih dan mematikan.

Di antaranya rudal udara ke darat AGM-65 Maverick, Rudal anti kapal Sea Eagle, Torpedo, serta berbagai macam bom.

Untuk sensor, Hawk 200 dilengkapi dengan radar Northrop Grumman APG-66H multi-mode, LINS 300 laser cincin sistem giroskop navigasi inersia, udara sensor data, prosesor display dan komputer misi. Dengan sistem radar yang bisa melihat ke udara dan darat, sehingga memudahkan pilot tempur saat membidikan senjata ke arah musuh.

“Pada kokpit, pilot Hawk 200 juga dimanjakan dengan memiliki tuas kontrol elegan. Dimana pilot bisa membidik senjata dan memulai serangan, dengan menggunakan panel kontrol senjata. Hal ini ibarat memilih senjata saat berbelanja di toko perlengkapan senjata canggih. Kokpit ini memiliki layar warna, dengan prosesor dilengkapi 27 format tampilan yang menyediakan data penerbangan dan pesawat,” ungkapnya.

 

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.