Mendaki Gunung Saat Cuaca Dingin, Bekali Diri dengan Sederet Perlengkapan Ini

Bagi mereka yang hobi mendaki gunung kadang tidak peduli cuaca tetap melakukan pendakian. Untuk itu para pendaki perlu persiapan khusus.

JEDA.ID — Bagi mereka yang hobi mendaki gunung kadang tidak peduli cuaca tetap melakukan pendakian. Seperti kondisi cuaca saat ini di puncak Gunung Lawu ditutup es karena suhunya saat ini mencapai tiga derajat celcius.

Suhu dingin di Gunung Lawu disertai dengan adanya embun es beku, dibenarkan oleh Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Pariwisata Pemda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Nardi.

Dia menambahkan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang sudha biasa terjadi pada bulan Juli dan Agustus.

“Kondisi itu [tanaman berselimut es] wajar terjadi apabila musim dingin. Sering saat musim dingin. Biasanya di bulan Juli dan Agusuts,” papar Nardi saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (4/7/2020).

Nardi menyebut fenomena itu biasanya terjadi di atas pos lima. Ketinggian jalur pendakian Candi Ceto 1.400 mdpl sedangkan Cemara Kandang 1.800 mdpl.

Namun kondisi ini rupanya tak menyurutkan sejumlah orang untuk melakukan pendakian di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Nahas, seorang pendaki bernama Andi Sulis Setiawan,18, warga Dukuh Sepelem, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng ditemukan meninggal dunia. Kematian korban diduga karena kedinginan atau hipotermia.

Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali para pendaki yang tetap memutuskan untuk mendaki, termasuk Gunung Lawu harus benar-benar hati-hati dan waspada.

Sebelum melakukan pendakian berikut sejumlah perlengkapan yang perlu disiapkan seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Intip Gaya Baru Berkencan Akibat Pandemi Virus Corona

• Jaket gunung berkualitas

Jaket yang digunakan untuk mendaki tentunya berbeda dengan jaket yang dgunakan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini disebabkkan udara di gunung jauh lebih dingin dari suhu di sekitar tempat tinggal. Oleh karen aitu, jaket yang digunakan oelh pendaki hendaknya yang berbahan windproff atau waterproof guna melinfungi tubuh dari terpaan angin yang tidak jarang membawa kabut. Selain itu, gunakan jenis jaket yang memiliki penutup kepala.

• Sarung tangan

Gunakan sarung tangan yang cocok digunakan untuk pendakian, bukan sarung tangan yang digunakan untuk berkendara, supaya dapat bekerja melindungi tangan dan memberi kehangatan secara maksimal.

• Tenda

Perlengkapan yang paling penting dan harus dibawa saat melakukan pendakian adalah tenda. Perlu diketahui bahwa suhu di pegunungan akan menjadi sangat dingin terutama menjelang pagi. Oleh karena itu, tenda sangat dibutuhkan untuk mengamankan diri supaya tidak kedinginan.

• Sleeping Bag (SB)

Sleeping bag (SB) atau kantung tidur seperti kepompong haruslah dibawa untuk melindungi diri dari udara dingin ketika akan tidur dalam suatu pendakian. Udara sangat dingin biasanya tetap akan terasa, meski ada di dalam tenda. Gunakan SB yang sesuai dengan ukuran badan, akan bekerja melindungi tubuh secara maksimal.

Diyakini Para Pakar Disanggah WHO, Ini 5 Fakta Virus Corona dan Airborne

• Perlengkapan pribadi

Perlengkapan pribadi seperti baju ganti, alat salat, alat bebersih diri perlu disiapkan, karena saat berjalan dalam pendakian, biasanya pendaki akan berkeringat. Sehingga perlu untuk membawa perlengkapan bribadi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

• Obat-obatan pribadi

Saat melakukan pendakian, perlu mengetahui kondisi tubuh yang mungkin mejadi kendala atau memrlukan perhatian lebih nantinya saat berada di pendakian. Misalnya, sakit yang mungkin kambuh. Pendaki harus membawa perlengkapan obat-obatan yang cukup yang mungkin diperlukan nantinya saat pendakian.

• Logistik yang cukup

Hal yang tidak boleh lupa, untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, pendaki perlu menyiapkan bekal makanan yang cukup saat dibawa mendaki, seperti air mineral, roti atau makanan lainnya.

Mengingat di tengah masa pendemi, pendaki juga harus menaati protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu, juga menyiapkan kebutuhan saat musim dingin. Perlu diingat, sebenarnya sudah memasuki musim kemarau, tetapi masih tetap dingin. Pendaki tidak perlu membuat api unggun apabila tidak dalam keadaan darurat, misalnya hipotermia. Hal itu untuk mengantisipasi kebakaran hutan karena sudah memasuki musim kemarau.

Ditulis oleh : A’idah Husna Luthfiyyah

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.