Luka Bakar Bisa Berdampak Fatal, Begini Pertolongan Pertama pada Korban

Akibat luka bakar yang dialami, Ipda Erwin Yudha Wildani, anggota polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo. meninggal dunia.

JEDA.ID—Akibat luka bakar yang dialami, Ipda Erwin Yudha Wildani, anggota polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia. “Telah gugur putra terbaik Polri Polda Jabar dalam melaksanakan tugas, Ipda Erwin Yudha Wildani,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, seperti dilansir detik.com, Senin (26/8/2019).

Ipda Erwin Yudha Wildani gugur akibat luka bakar yang dialaminya (detik)

Ipda Erwin Yudha Wildani gugur akibat luka bakar yang dialaminya (detik)

Erwin meninggal dunia Senin dini hari pukul 01.38 WIB. Erwin meninggal saat tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.  Sebelumnya, Erwin terbakar hidup-hidup saat tengah mengamankan demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8/2019). Selain Erwin, ada tiga polisi lain yang ikut terbakar. Dari insiden ini, polisi telah mengamankan sejumlah mahasiswa. 5 orang ditetapkan menjadi tersangka.

Pada derajat tertentu tubuh yang terbakar memang bisa berakibat sangat fatal. Di balik kematian dalam kasus tubuh terbakar, ada beberapa mekanisme yang membuat kejadian bisa sangat mematikan, seperti dirangkum berikut ini.

1. Syok hipovolemik

Pertama, kehilangan cairan secara masif merupakan salah satu dampak sistemik saat tubuh terbakar yang bisa mematikan. Tak lain karena kulit merupakan lapisan pelindung utama untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar berdampak pada stok hipovolemik yang mematikan.

2. Gangguan pernapasan

Tubuh terbakar juga berdampak pada cedera inhalasi, seperti bengkak pada saluran napas. Kondisi ini biasanya dipantau dengan laringoskopi. Keluhan sesak napas dalam beberapa jam setelah terpapar api juga akan dipantau.

Cedera pernapasan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada peristiwa kebakaran. Hawa panas yang terhirup disebut bisa memicu cedera pada saluran napas bagian atas. Bila terhirup, partikel karbon juga bisa memicu jelaga yang memicu refleks bronkokontriksi atau penyempitan saluran napas.

3. Keracunan asap

Dalam peristiwa kebakaran, paparan gas-gas beracun hasil pembakaran juga termasuk penyebab kematian. Salah satunya karbonmonoksida (CO) yang mengikat hemoglobin dalam darah. Akibatnya, oksigen tidak punya cukup ruang di sistem pernapasan. CO bersama hemoglobin membentuk senyawa karboksihemoglobin (HbCO) yang mematikan.

Gas beracun lainnya yang bisa membunuh korban kebakaran adalah hidrogen sianida (HCN). Gas aldehida yang terbentuk dari material plastik dan karet juga bisa berdampak fatal bila terhirup.

Komplikasi

Tubuh terbakar bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat. Seperti dilansir alodokter, berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi:

-Hipotermia. Kondisi yang berbahaya ini terjadi ketika suhu tubuh menjadi sangat rendah akibat ada tubuh yang terbakar.

-Gangguan bergerak. Hal ini bisa terjadi ketika luka bakar membuat jaringan tubuh, seperti kulit atau otot menjadi lebih pendek dan kencang.

-Infeksi. Infeksi kulit akibat tubuh terbakar dapat berkembang menjadi infeksi dalam aliran darah, hingga sepsis.

-Gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi jika penderita menghirup udara atau asap saat kebakaran.

-Kehilangan banyak cairan tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan kurangnya cairan dalam pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Pertolongan Pertama

Cedera akibat tubuh terbakar dapat terjadi di mana saja, termasuk di rumah. Jika bukan Anda yang mengalaminya, bisa jadi Anda merupakan orang terdekat yang dapat membantu korban.  Agar dapat memberikan pertolongan pertama, penting mengenali jenis-jenis luka bakar. Selain itu, penanganan luka bakar perlu disesuaikan dengan tingkatan lukanya juga.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan luka bakar, seperti paparan sinar matahari berlebih, sengatan listrik, api atau kebakaran, dan luka bakar karena terpapar bahan kimiawi. Melihat dari tingkatannya, luka bakar yang dialami seseorang dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Kategori ringan

Pada kategor ini dampak tubuh terbakar bisa disebut ringan dengam derajat 1 bila memiliki ciri luas area luka tidak lebih dari 8 centimeter (cm). Selain itu, luka jenis ini hanya meliputi kulit bagian paling luar dan dianggap tidak serius. Gejala yang muncul, biasanya seperti rasa sakit, kemerahan, dan bengkak. Contoh luka akibat permukaan kulit yang terbakar sinar matahari secara langsung.

Cara Mengatasi

Luka pada kategori ini  pada umumnya dapat ditangani sendiri di rumah, namun harus dilakukan dengan cara yang benar. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan pertolongan pertama yakni:

-Perlu didinginkan untuk meredakan rasa perih. Anda bisa letakkan handuk yang sudah dibasahi air dingin pada luka.

-Hindari memecahkan luka yang melepuh karena berisiko menyebabkan infeksi.

-Cuci dengan air bersih mengalir jika ada luka lepuh yang pecah dengan sendirinya.

-Jika rasa sakit terasa tidak tertahankan, penderita dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol, atau obat antinyeri lainnya sesuai anjuran dokter.

2. Kategori Sedang

Luka bakar derajat 2 yang memiliki ciri kulit melepuh, sangat perih dan kemerahan. Luka pada jenis ini memerlukan perawatan medis darurat, terutama jika luka meluas di area penting, seperti wajah, tangan, bokong, selangkangan atau paha dan kaki. Sebagian luka pada derajat 2 ini membutuhkan waktu penyembuhan lebih dari tiga pekan.

Cara Penanganan

Hampir sama dengan ringan, penanganan luka bakar sedang bisa dilakukan di rumah. Hanya, pada kondisi tertentu, luka kategori sedang sebaiknya diperiksakan ke dokter. Berikut ini adalah penanganan:

-Dinginkan area luka dengan handuk selama kurang lebih 15 menit.

-Hindari memecahkan luka yang melepuh karena berisiko menyebabkan infeksi.

-Periksakan diri ke dokter jika terdapat luka lepuh yang cukup besar, jika luka bakar cukup luas, atau jika terjadi infeksi berupa bengkak, merah, dan rasa sakit yang bertambah parah. Dokter mungkin akan memberi pengobatan berupa antinyeri atau antibiotik.

-Segera periksa ke dokter, bila luka bakar memengaruhi area tertentu seperti wajah, tangan, bokong, selangkangan, atau kaki.

3. Kategori berat

Luka pada kategori berat atau luka bakar tingkat 3 termasuk  yang serius, karena merusak seluruh lapisan kulit dan lemak, bahkan bisa sampai ke otot dan tulang. Korban kebakaran yang mengalami luka bakar berat dapat mengalami keracunan karbon monoksida, sesak napas atau kulit yang terbakar hangus.

Langkah Pertolongan

Sebagai bentuk pertolongan pertama pada luka bakar berat, segera larikan korban ke unit gawat darurat (UGD) atau hubungi ambulans UGD rumah sakit terdekat. Selama menunggu, Anda bisa melakukan sesuatu untuk menolong korban, misalnya:

-Pastikan korban dapat bernapas dengan lancar. Bila perlu dan jika memungkinkan, berikan bantuan pernapasan.

-Untuk mencegah terjadinya hipotermia, jangan berikan air dingin pada luka bakar yang luas. Hal ini juga untuk mencegah turunnya tekanan darah dan aliran darah secara drastis.

-Tutup luka bakar dengan kain bersih atau plester yang dingin dan lembut. Hindari mengoleskan obat atau salep pada area yang terbakar di luar dari anjuran dokter. Selain itu, menempelkan es atau mengoleskan mentega justru dapat membahayakan jaringan kulit yang terbakar.

-Baringkan pasien dengan kaki terangkat setidaknya 40 cm. Gunakan selimut atau mantel pada tubuh pasien.

 

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.