Cara Mudah Dapatkan Keringanan Listrik, Bagaimana Nasib Nonsubsidi?

Layanan aplikasi pengirim pesan Whatsapp PT PLN (Persero) untuk pembebasan dan pengurangan tarif listrik dapat digunakan masyarakat mulai Senin ( 6/4/2020).

JEDA.ID— Layanan aplikasi pengirim pesan Whatsapp PT PLN (Persero) untuk pembebasan dan pengurangan tarif listrik dapat digunakan masyarakat mulai Senin ( 6/4/2020).

Untuk kemudahan pelanggan, PLN menyiapkan layanan Whatsapp melalui nomor 08122123123. Namun, sejak Jumat (3/4/2020), nomor Whatsapp ada sedikit kendala dan dalam perbaikan kapasitas server, sehingga dapat segera diakses kembali server-nya. Layanan WhatsApp tersebut dapat beroperasi normal pada Senin.

Sementara, untuk pelanggan rumah tangga 450 VA yang menggunakan kWh meter pascabayar, biaya rekening pada April akan langsung digratiskan. Kemudian pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang menggunakan kwh meter pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada setiap bulannya akan dikurangi 50 persen.

Hingga Senin (6/4) pukul 15.00 WIB, sebanyak 10,7 juta token pelanggan PLN yang mendapatkan diskon biaya listrik telah terinput.

Kemudahan

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan PLN terus berupaya memberikan kemudahan bagi 24 juta pelanggan rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) yang mendapatkan listrik gratis dan 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang mendapatkan diskon sebesar 50 persen untuk April, Mei dan Juni.

Khusus 11 juta pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, pelanggan akan mendapatkan token listrik berdasarkan penggunaan terbesar selama tiga bulan terakhir.

“Hingga Senin (6/4) pukul 15.00 WIB, sebanyak 10,7 juta token pelanggan telah terinput,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (6/4/2020) seperti dilansir Bisnis.com.

Tidak Semua Dapat Bantuan

Untuk diketahui, tidak semua pelanggan berhak mendapat bantuan. Pasalnya, hanya ada dua kelompok yang menerima insentif, yaitu pelanggan listrik berkapasitas 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA bersubsidi.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pelanggan listrik 900 VA yang memiliki kode ‘M’ pada nomor struk tagihan tidak mendapatkan bantuan pengurangan listrik sebesar 50 persen.
“Kalau pelanggan melihat struknya saat beli token, ada kode-nya R1M, M artinya mampu. Berarti walaupun 900 VA, mohon maaf mereka ini non-subsidi atau mampu sehingga tidak eligible atau berhak mendapatkan diskon sampai saat ini,” terangnya.

Presiden Joko Widodo lewat jumpa pers pada akhir bulan lalu memutuskan membebaskan tagihan pelanggan listrik berkapasitas 450 VA dan mengurangi tarif sebesar 50 persen pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.

Bantuan yang diberikan pada April, Mei, dan Juni 2020 itu bertujuan mengurangi beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan PLN, ada 24 juta pelanggan listrik 450 VA yang akan menerima pembebasan tagihan listrik, sementara 7 juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi akan mendapatkan diskon 50 persen selama tiga bulan.

Langka di Pasaran, Ini Manfaat Bawang Bombai bagi Kesehatan

Sebagai informasi, jika melalui layanan Whatsapp, token listrik bisa didapatkan dengan cara:

1. Buka Aplikasi WhatsApp.

2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan.

3. Token gratis akan muncul

4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Token listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi dapat didapatkan dengan cara:

1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19.

2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.

3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Keringanan Listrik Perlu Diperluas

Perluasan pemberian keringanan listrik bagi seluruh pelanggan rumah tangga nonsubsidi diperlukan untuk menaikkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Virus Corona.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan merebaknya Covid-19 di Indonesia telah menggerakkan kegotongroyongan berbagai kalangan negeri ini untuk menghadapi Convid-19 secara bersama.

Pemerintah untuk menggratiskan dan mendiskon biaya listrik patut diapresiasi. Pasalnya, langkah yang ditempuh itu sudah ditunggu warga yang terkena dampak Covid 19.

Kebijakan pemerintah yang kemudian dilaksanakan PLN merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama PLN untuk dapat mengurangi beban biaya yang ditanggung masyarakat, utamanya masyarakat miskin pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 450 VA dan rentan miskin pelanggan rumah tangga 900 VA yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Jika Covid-19 ini masih merebak hingga akhir tahun 2020, dia menilai kebijakan keringanan listrik ini tidak hanya perlu diperpajang masa berlakunya tetapi juga perlu diperluas bagi seluruh golongan pelanggan rumah tangga dan pelanggan industri.

“Pemberian keringanan listrik bagi seluruh pelanggan rumah tangga akan menaikkan daya beli masyarakat,” ujarnya, Minggu (5/4/2020).

Untuk pemberian insentif bagi industri dalam bentuk keringanan biaya listrik akan mendorong industri tetap menjalankan usahanya pada kapasitas normal.

Sunyinya Bumi dan Pulihnya Lapisan Ozon di Tengah Pandemi

Biaya Capai Rp3,5 Triliun

Kenaikkan daya beli dan beroperasinya industri dalam kapasitas normal dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dipredikasikan melemah akibat wabah Covid-19

Fahmy tidak memungkiri untuk menggratiskan dan mendiskon tarif listrik itu memang membutuhkan biaya yang cukup besar.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengratisan untuk 24 juta pelanggan dan pendiskonan 50% tarif listrik untuk 7 juta pelanggan selama 3 bulan dibutuhkan dana sekitar Rp3,5 triliun, sedangkan untuk perpanjangan dan perluasan kebijakan itu tentunya dibutuhkan biaya yang lebih besar lagi.

“Kalau beban biaya itu harus dibebankan sepenuhnya kepada PLN tentunya akan sangat memberatkan keuangan PLN. Tidak menutup kemungkinan PLN akan menanggung kerugian pada tahun berjalan, bahkan bisa bangkrut menjadi Perusahaan Lilin Negara,” katanya.

Oleh karena itu, beban biaya tersebut mestinya harus ditanggung oleh negara dengan memberikan kompensasi kepada PLN, yang dialokasikan pada APBN 2021.

Desa Tanpa Listrik

Selain menggratiskan dan mendiskon tarif listrik, lanjutnya, PLN juga menjalankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan target 100% elektrifikasi pada 2020 yang sekarang sudah mencapai 99,5%.

Saat ini masih terdapat 433 desa di Indonesia yang belum dapat menikmati listrik dan hidup dalam kegelapan. Masalahnya, kondisi geografis desa-desa itu sangat berat, yang tersebar di empat provinsi, yakni: Provinsi Papua 325 desa, Papua Barat 102 desa, Nusa Tenggara Timur 5 desa, dan provinsi Maluku 1 desa.

Selain kondisi geografis sangat berat, pelistrikan di 433 desa itu tergolong tidak ekonomis. Namun PLN harus menjalankan mandat untuk menyelesaikan target 100% elektrifikasi pada tahun ini juga.

Di tengah working from home (WFH) akibat pendemi Covid-19, penyelesaian pekerjaan untuk mencapai target itu merupakan tantangan tersediri bagi PLN.

“Kalau PLN mampu untuk mencapai target 100% elektrifikasi pada tahun ini, maka PLN membuktikan sebagai BUMN yang tidak meraih keuntungan semata. Melainkan juga melaksanakan penugasan pemerintah dalam menerangi 433 desa yang masih gelap,” tutur Fahmy.

Dengan memberikan penggratisan dan pendiskonan tarif listrik, PLN telah ikut berperan secara signifikan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.