Anak Main Gadget, Ini Batasan Waktu Idealnya

98% Orang tua di Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina memperbolehkan anak mereka menggunakan gadget.

JEDA.ID–Anak main gadget (gawai) sering menjadi hal yang lumrah saat ini. Bahkan, ada anak yang sampai kecanduan gadget. Dari sisi orang tua, tidak jarang orang tua meminjamkan gawai mereka kepada anak agar tidak rewel. Lalu, seperti apa batasan waktu yang ideal anak boleh bermain gadget.

Praktisi okupasi terapi Anggita Jayasari Hadiyanti dalam kajian tentang Pengaruh Digital Screen Media terhadap Perkembangan Motorik Anak menyebutkan dulu anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan membantu pekerjaan orang tua di rumah dan bermain bersama teman di luar rumah.

”Baik bersepeda, permainan tradisional yang sederhana dan lekat dengan alam, permainan imajiner, serta aktivitas bermain lain yang sarat dengan stimuli dan gerakan anggota tubuh. Saat ini teknologi berkembang pesat dan tidak dapat terpisahkan, sebagai contohnya digital screen media,” kata dia sebagimana jeda.id kutip dari laman rsjlawang.com, Senin (24/9/2019).

Dia mengatakan gadget secara positif digunakan sebagai media hiburan, edukasi, dan komunikasi. Namun, tanpa disadari penggunaannya semakin meningkat dan berlebihan sehingga memberikan dampak negatif bagi pengguna, khususnya pada perkembangan motorik anak.

Masa bayi dan masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan dan perubahan yang dinamis serta masa emas untuk semua aspek perkembangan termasuk motorik. Perkembangan motorik sangat penting karena berbagai aktivitas motorik memungkinkan anak bermain atau bergaul dengan teman sebayanya hingga perkembangan self-concept atau kepribadian anak.

Sejak Awal Kehidupan

anak main gadget

Ilustrasi anak main gadget (Freepik)

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi digital screen media semakin meningkat dan pada dosis tinggi dimulai sejak awal kehidupan. The Asian Parent Insight pada 2014 melakukan survei terhadap 2.500 orang tua di Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Hasilnya menunjukkan 98% anak mereka menggunakan mobile devices. Dari jumlah itu, 67% menggunakan milik orang tua, 18% menggunakan shared family devices, dan 14% menggunakan milik mereka sendiri. Waktu yang dibutuhkan anak-anak saat memainkan gadget sekali duduk yaitu 41% selama 1 jam dan 37% selama 30 menit hingga 1 jam. Kemudian 21% selama 1-30 menit, dan kurang dari 2% tidak sama sekali.

Penggunaan gadget pada anak bisa berdampak kurangnya keterampilan dasar untuk menulis dan membaca, gangguan self regulation dan atensi yang diperlukan untuk belajar. Akhirnya anak bermasalah pada manajemen perilaku, sampai pembentukan identitas diri kurang, dan  menjadi pemalu dan kesepian.

Dia menyebut ada batasan waktu ideal anak menunggunakan gadget. Anak usia 0-2 tahun tidak disarankan terpapar screen media. Kemudian anak 2-6 tahun maksimal 1 jam/hari, dan anak 6-8 tahun maksimal 2 jam/hari.

Selain itu, dia menyarankan menghindari penempatan televisi di kamar tidur.  Orang tua juga harus memberi waktu bermain sesuai tonggak perkembangan dan perlu adanya waktu khusus bagi anak untuk aktivitas fisik.

”Semoga orang tua lebih waspada dan bijak dalam penggunaan gadget. Sayangi buah hati anda dan dukung tumbuh kembang maksimal agar menjadi generasi sehat dan cerdas masa depan,” ujar dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.