5 Langkah Cegah Anak Kecanduan Gadget

Aktivitas sosial anak biasanya juga bermasalah ketika kelewat asyik bermain gadget.

Era digital membuat gampang sebagian pekerjaan kita. Tapi di sisi lain juga membuat orang tua kerepotan, khususnya saat anak mulai kecanduan gadget. Orang tua harus segera mengambil langkah untuk cegah anak kecanduan gadget.

Orang tua tentu tidak nyaman ketika buah hati terlalu lama bermain gadget karena berpotensi mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan mereka. Selain itu, aktivitas sosial anak biasanya juga bermasalah ketika kelewat asyik bermain gadget.

Pakar kesehatan digital, Kristy Goodwin, mengemukakan ada dua hal yang wajib diperhatikan orang tua terkait kebijakan digital di rumah. Pertama, lama interaksi anak-anak dengan teknologi. Kedua, persoalan keamanan anak-anak dan remaja saat mereka online di rumah.

Ancaman Predator Online

Tanpa kontrol ketat dari orang tua, anak-anak punya risiko mengakses konten tidak pantas seperti kekerasan, teror, dan konten dewasa. Ada juga ancaman predator online di dunia maya. Padahal orang tua sedang bekerja di kantor.

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan orang tua bagi buah hati agar tidak kecanduan gadget, seperti disarikan dari Sbs.com.au dan Realsimple.com.

1. Jangan Asal Melarang

Bermain gadget di mobil

Bermain gadget di mobil (freepik)

Rancang kebijakan mengakses teknologi. Buat aturan yang jelas soal apa, kapan, di mana, dengan siapa saja, dan berapa lama anak boleh berinteraksi dengan gadget. Kebijakan tersebut sebaiknya disusun bersama anak-anak dan gampang dijalankan.

2. Kualitas Bukan Kuantitas

Orang tua wajib mengarahkan konten dan platform yang tepat bagi buah hati. Bukan semata batasan waktu berapa lama bermain gadget bagi si kecil. Apakah yang diakses hanya sebatas hiburan atau ada nilai edukasinya? Apakah kontennya pasif atau interaktif? Apakah sudah pas dengan usia anak? Mendampingi anak di era digital juga menuntut pemutakhiran pengetahuan para orang tua.

3. Nyalakan Peranti Lunak untuk Filter

Konten dewasa (freepik)

Konten dewasa (freepik)

Sekarang sudah banyak bertebaran peranti lunak berupa filter untuk memastikan buah hati tidak bisa mengakses atau mengunduh konten tidak pantas lewat gadget yang biasa digunakan untuk bermain. Selain bisa mengontrol jenis konten, orang tua juga bisa memanfaatkan fitur yang memaksa gawai tidak bisa digunakan setelah batas waktu penggunaan berakhir.

4. Buat Batasan Jelas

Mengakses konten Youtube (freepik)

Mengakses konten Youtube (freepik)

Selain batasan waktu, orang tua juga perlu memberikan batasan lebih konkret kepada anak. Misalkan si kecil wajib berhenti bermain telepon pintar setelah merampungkan dua level dalam sehari. Bisa juga anak wajib berhenti menyetel Youtube setelah dua tayangan favoritnya berakhir.

Tantrum Teknologi

Langkah ini bisa mengantisipasi anak memasuki tahap belum puas bermain atau menonton Youtube ketika mereka terus-menerus diberi kebebasan akses online. Sebelum batasan berakhir, sampaikan kepada anak waktu mereka berinteraksi dengan layar digital segera berakhir.

Pengingat ini sekaligus mempersiapkan anak berpisah dari sesuatu yang mereka tekuni dan juga mengantisipasi anak dari tantrum teknologi.

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak yang bersikap keras kepala terhadap suatu hal. Buah hati yang kecanduan gadget biasanya sulit dipisahkan dengan barang itu.  Anak akan menangis tersedu-sedu bahkan sampai tantrum ketika gadgetnya diambil.

5. Berikan Contoh

Anak bermain gadget

Orang tua menjadi contoh bagi anak (freepik)

Anak adalah peniru ulung. Saat orang tua membatasi akses gawai anak, artinya orang dewasa juga perlu memberikan contoh serupa. Aturan batasan yang sudah disepakati bersama idealnya juga berlaku untuk orang tua. Dengan disiplin digital sejenis, anak niscaya juga lebih terkendali.

Ditulis oleh : Mahardini Nur Afifah/Ivan Indra Kesuma

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.