5 Fakta Tragedi Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki

Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima diberi nama "Little Boy", sedangkan bom yang dijatuhkan di Nagasaki diberi nama "Fat Man".

JEDA ID–Tragedi bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang yang terjadi 74 tahun silam menunjukkan kengerian teknologi senjata yang mampu diciptakan manusia. Puluhan bahkan ratusan ribu orang meninggal dunia kurang dari satu menit.

Bom atom pertama kali dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Bom ini menewaskan sekitar 66.000 orang dan menyebabkan 69.000 terluka.

Bom atom kedua jatuh di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Kali ini korban jiwa mencapai sekitar 40.000 orang dan melukai 25.000 orang. Berikut kami sampaikan 5 fakta seputar kejadian tersebut.

Daya Ledak

Kedua bom yang jatuh di Hiroshima dan Nagasaki ternyata memiliki desain berbeda. Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima diberi nama “Little Boy”, sedangkan bom satunya diberi nama “Fat Man”.

Daya ledak bom di Hiroshima mencapai 15 kiloton, sedangkan Nagasaki mencapai 21 kiloton. Namun, korban jiwa dari dampak bom atom di Hiroshima dan Nagasaki berbeda jauh karena letak geografis.

Hiroshima berada di dataran yang rata sehingga ledakan bom bisa menyebar ke semua daerah dan menyebabkan 90% bangunan Hiroshima hancur seketika.

Sedangkan Nagasaki dikelilingi oleh dataran tinggi yang mampu menahan efek ledakan. Penduduk yang tinggal di balik dataran tinggi bisa terhindar dari dampak langsung ledakan bom atom.

bom atom Hiroshima Nagasaki

Kubah Bom Atom terlihat di depan tempat penyelenggaraan upacara untuk menandai peringatan 74 tahun pemboman atom di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima, Jepang (Reuters)

Peringatan Ledakan

Beberapa hari sebelum jatuhnya bom di Hiroshima dan Nagasaki, Amerika Serikat memberikan peringatan serangan udara berupa pamflet yang dijatuhkan dari pesawat yang menyarankan penduduk segera mengevakuasi diri.

Pamflet tersebut menjelaskan Amerika akan menghancurkan pabrik pembuat senjata dan alat-alat militer dengan bom. Pesan ini juga disampaikan melalui radio setiap 15 menit.

Setelah bom meledak di Hiroshima, pamflet kembali dijatuhkan yang menyebutkan ledakan sebelumnya hanya disebabkan satu bom saja dan serangan kedua akan segera diluncurkan.

Dirakit di Udara

Mengangkut bom berkekuatan tinggi tentu saja membuat para kru pesawat menjadi waspada. Kesalahan ketika lepas landas bisa memicu ledakan dan menghancurkan seluruh pangkalan udara dan daerah sekitarnya.

Kapten Parsons selaku pemimpin operasi, memutuskan untuk merakit “Little Boy” ketika sudah mengudara untuk menghindari kecelakaan di darat. Dia juga mengantisipasi jika pesawat pengangkut ditembak jatuh ketika menuju lokasi pengeboman

Kalaupun pesawat Enola Gay yang merupakan pengangkut bom tersebut ditembak jatuh, tidak akan terjadi ledakan mengerikan. Karena bom juga dilengkapi pemicu yang harus diaktifkan terlebih dahulu.

Inspirasi Film

Film Godzilla kali pertama dirilis pada 1954, kurang dari sepuluh tahun tragedi bom atom Hiroshima Nagasaki terjadi. Godzilla merupakan monster laut raksasa dengan kekuatan luar biasa.

Ternyata film ini menggambarkan kengerian bom atom yang diciptakan oleh manusia. Ledakannya mampu menghancurkan kota seperti yang digambarkan Godzilla dalam filmnya.

Godzilla juga menjadi bukti ketakutan mengenai dampak jangka panjang dari radiasi nuklir. Mereka menganggap radiasi mampu merusak dan berakibat fatal bagi tubuh.

Api Perdamaian

Sebuah simbol perdamaian untuk mengingat para korban bom atom Hiroshima Nagasaki dan kengerian yang disebabkan oleh teknologi nuklir dibuat pada 1 April 1954. Monumen ini dibuat di lapangan luas yang terbentuk karena ledakan bom.

Setiap 6 Agustus diselenggarakan upacara di area tersebut. Mereka mengheningkan cipta selama satu menit tepat pukul 08.15 di mana bom meledak di Hiroshima.

Selain itu dibuat juga monumen bernama Api Perdamaian. Monumen ini dibuat untuk mengingat ancaman senjata nuklir. Api di monumen ini akan terus menyala sampai ancaman senjata nuklir yang mengancam umat manusia telah dilenyapkan dari muka bumi.

Ditulis oleh : Akhdan Fahmi/Danang Nur Ihsan

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.