Hey Fans K-Pop, Kata Ustaz Baequni Korean Wave Itu Agenda Dajjal

Baequni meresahkan fanatisme fans K-Pop yang selalu hadir dalam setiap konser bintang kesayangannya apapun caranya.

JEDA.ID – Ustaz Rahmat Baequni secara terang-terangan menyebut Korean Wave sebagai fenomena akhir zaman. Pendakwah yang kerap membawa simbol dajjal dalam ceramahnya ini mengingatkan fans K-Pop agar tak terlalu fanatik.

Rahmat Baequni dalam sebuah video ceramah yang diunggah di Youtube 5 Oktober 2019 mengungkap analisis kemungkinan K-Pop adalah produk konspirasi Dajjal illuminati. Katanya, K-Pop adalah bagian dari rencana tentang tatanan dunia baru.

Dalam mewujudkan tatanan dunia baru, Yahudi menempuh dua cara; menghancurkan negara secara langsung atau menghancurkan pola pikirnya. Penghancuran secara langsung terlihat di Suriah dan Palestina sedangkan untuk Indonesia, butuh counter culture atau intervensi budaya.

“Kenapa, karena fanatisme agamanya kuat,” kata Baequni. Maka budaya Indonesia diperangi dengan budaya-budaya yang mendukung hegemoni Yahudi, salah satunya dengan Korean Wave.

Baequni lantas menyebut seks dan tantra adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Tantra, syair-syair yang berbau pemujaan.

Syair-syair Korea, katanya, berbau pemujaan terhadap simbol illuminati. “Jiwaku untukmu, aku menghambakan diri padamu, aku tunduk pada matamu karena matamu memberikan cahaya kepadaku dalam segala hidupku,” kata Baequni mencuplik salah satu lirik lagu Korea.

Baequni juga meyakini, banyak artis K-Pop yang membawa ular sebagai simbol dari iblis Dajjal. “Kenapa harus ular, karena ular adalah sosok ketika iblis diturunkan ke dunia. Ular selalu dihadirkan untuk menunjukkan iblis selalu hadir bersama kami,” ungkapnya lagi.

Katanya, K-Pop adalah salah satu warna terbaru menggantikan dominasi Christina Aguilera, Britney Spears, Rihanna, Madonna. “Itu [Madonna cs.] semua zaman senior, maka muncul kelompok artis illuminati baru; K-Pop.”

Ada pula teori konspirasi tentang film The Light in Your Eyes yang disebut Baequni sebagai The Eye of Fatima. “Mereka mulai berani menggabungkan sejarah Islam menghadirkan tokoh sekelas Siti Fatimah dan Rasulullah dalam misi Kpop dalam misi film.”

Pamungkas, Baequni meresahkan fanatisme fans K-Pop yang selalu hadir dalam setiap konser bintang kesayangannya apapun caranya. Baequni menyebut ini sebagai kesalahan besar lantaran para remaja justru lebih akrab dengan budaya Korea.

Illuminati dan Dajjal

Bagaimanapun juga, umat Islam telah diperingatkan tentang musuh yang akan dihadapi.

Nabi Muhammad bersabda: “Seorang pria akan muncul setelah umat muslim menaklukan kota romawi yang bernama konstantinopel”

Awalnya dia akan muncul sebagai raja yang kejam, kemudian dia akan mengaku sebagai Nabi dan akhirnya dia akan mengaku sebagai Tuhan. Dia adalah Dajjal, yang artinya: Penipu Ulung dan dia akan terlahir dengan mata satu, dan Tuhan-mu tidaklah bermata satu.

Muncul keyakinan sebelum kemunculan Dajjal, sekelompok orang akan menghamparkan jalan, meletakkan sistem, mempersiapkan dunia untuk kedatangannya. Dengan kata lain, mereka adalah para pendahulu dajjal, dan sistem mereka akan memuat semua karakteristik dajjal.

Mata satu adalah salah satu cara untuk mengenali Dajjal. Mata satu adalah simbol freemason. Simbol itu bagian dari keyakinan mereka. Simbol itu diambil dari mitologi mesir kuno. Dalam ideologi mereka, itu mewakili makhluk yan paling agung. Kadang disebut sebagai “arsitek alam semesta”.

Illuminati adalah sebuah organisasi misterius yang tidak pernah diketahui keberadaannya tapi banyak dirasakan. Illuminati diisukan sebagai sekelompok orang yang mengendalikan dunia ini dibalik layar sejak ratusan tahun lalu.

Illuminati kerap pula dikaitkan dengan etnis Yahudi. Penulis buku Di Bawah Kuasa Antisemitisme: Orang Yahudi di Hindia Belanda 1861-1942, Romi Zarman menyebut hubungan Illuminati dengan Yahudi hanya cocoklogi.

Menurutnya, cara orang Indonesia memahami teori konspirasi itu salah. “Illuminati bagi kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung dipahami dari teori konspirasi. Cocokloginya ke Yahudi sebagai dalang di balik semua itu sangat kebablasan dan tidak berdasar,” kata Romi, dilansir Detik, Kamis (13/6/2019).

“Jadi, bukan persoalan apakah Illuminati itu eksis di Indonesia atau tidak, melainkan cara berpikir dari kebanyakan masyarakat kita itu sendiri yang bermasalah,” katanya lagi.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.