Pernah Berjaya, Ini 8 Kota Mati yang Tak Berpenghuni

Di dunia ada sejumlah kota mati  yang tak berpenghuni dengan bangunan-bangunan usang dan tak terawat. Padahal sebelumnya kota itu pernah makmur. 

JEDA.ID – Apa yang terbesit di benak Andajika mendengar kata kota mati? Pastinya kota sepi tak berpenghuni dengan bangunan-bangunan usang dan tak terawat bukan? Anda mungkin kerap kali melihat itu dari beberapa film Hollywood. Namun, sebenarnya kota mati ini ada hlo di dunia nyata.

Ada beberapa kota yang sengaja ditinggalkan penghuninya dan akhirnya menjadi kota mati. Inilah delapan kota mati seperti dirangkum dari sejumlah sumber, Senin (23/3/2020).

Kota Kolmanskop, Namibia, Afrika Selatan

Saat masih dihuni, pada 1908 berlian kali pertama ditemukan di kota ini. Selang beberapa waktu munculah tempat-tempat hiburan seperti kasino, bioskop, sekolah, hingga pabrik es. Namun pada 1950, setelah Perang Dunia I perekonomian di kota ini semakin menurun akibat pasokan berlian menipis.

Akhirnya, banyak penduduk Kota Kolmanskop memilih pergi meninggalkan kota ini. Jika Anda tertarik untuk datang ke kota ini, ada jasa tour yang akan mengantarkan Anda berkeliling kota ini. Namun tetap harus ada perizinannya dahulu.

Kota Pripyat, Ukraina

Kota yang pernah menjadi tempat meledaknya tenaga nuklir pada akhir April 1986 ini juga ditinggalkan penghuninya. Kabarnya, ledakan yang terjadi di tempat ini menjadi ledakan terburuk yang pernah ada di dunia. Penyebab ledakan itu adalah inti reaktor nomor 4 di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobly yang ada di kota itu.

Kandungan dari radiasi yang berbahaya inilah yang menjadi penyebab penduduk Kota Pripyat meninggalkan kota itu selang beberapa hari setelah terjadinya ledakan. Melansir dari Liputan6, Senin (23/3/2020) bencana itu menelan 50.000 korban jiwa. Walaupun ledakannya sudah berlangsung lama, kota ini masing dianggap berbahaya karena kandungan nuklirnya.

Usia Muda Juga Rawan, Ini Kisah Superspeader yang Tak Sadar Jadi Penyebar

Kota Bodie, California, Amerika Serikat

Kota Bodie merupakan salah satu kota padat penduduk di California. Penduduknya saja sekitar 8.500 orang dengan lebih dari 2.000 bangunan. Selain itu pada 1859 kota ini menjadi tempat penambangan karena emasnya yang melimpah.

Namun pada 1881, penduduk mulai meninggalkan kota ini karena jumlah emas yang kian menipis. Ditambah lagi dengan insiden kebakaran yang terjadi pada 1932, yang menghancurkan hampir keseluruhan bangunan di sana. Saking sepinya karena tak berpenghuni, Kota Bodie mendapat julukan Kota Hantu.

San Zhi, Taiwan

Dahulunya, San Zhi dibangun untuk menjadi sebuah tempat tinggal mewah bagi para lansia kaya. Namun, pembangunan proyek terhenti akibat banyaknya pekerja yang mengalami insiden kecelakaan fatal. Kecelakaan-kecelakaan yang terjadi pada para pekerja ini juga dianggap tak masuk akal.

Tak hanya itu, pemiliknya juga dinyatakan bangkrut serta tak ada pekerja yang mau membangun tempat ini karena mendengar rumor yang beredar di masyarakat. Alhasil, kawasan ini terbengkalai hingga saat ini.

Craco, Italia

Kota yang sudah ada sejak abad ke-8 ini menjadi salah satu kota dengan populasi cukup ramai di kawasan itu. Namun pada awal abad ke-20 kota ini mengalami serangkain gempa bumi hebat dan memaksa penduduknya untuk meninggalkan Kota Craco secara masal. Puncaknya, pada 1991 bencana tanah longsor terjadi di kota ini yang menyebabkan beberapa kerusakan serta meninggalkan bekas reruntuhan puing-puing bangunan.

Tradisi Tolak Bala Sejumlah Daerah di Tengah Pandemi Covid-19

Kayakoy, Turki

Pada awal berdirinya, kota ini menjadi tempat tinggal bagi umat Muslim Anatolia dan umat Kisten Ortodoks Yunani. Namun, karena situasi yang makin memanas akibat Perang Dunia I serta perang Yunani dan Turki pada 1919 hingga 1922. Akhirnya, sebagai bentuk perdamaian, dibuatlah kesepakatan agar penduduk meningglkan kota itu.

Setahun kemudian, pada 1923 penduduk Kota Kayakoy resmi meninggalkan rumah-rumah mereka. Sejak saat itu, Kayakoy menjadi kota tak berpenghuni yang dipenuhi puing-puing bangunan rusak akibat perang.

Angamuco, Meksiko

Kota yang terkenal karena pemindaian laser ini berada di kota kuno Angamuco, Meksiko barat. Kota yang dibangun sekitar 900 mesehi ini diperkirakan memiliki 100 ribu penduduk. Tak hanya itu, disana juga terdapat bangunan menyerupai piramida, kebun sayur, hingga lapangan bola.

Kota Angamuco merupakan pusat utama bagi suku Purepecha, atau musuh dari suku Aztek, penghuni kawasan tengah Meksiko. Pada abad ke-16 kedua suku tersebut musnah ketika orang-orang Eropa yang hendak menjajah datang membawa penyakit tipes. Karena penduduk setempat tidak memiliki pengetahuan serta obatnya, akhirnya satu persatu dari mereka mati.

Gedi, Kenya, Afrika Timur

Kota yang terletak di pantai Samudra Hindia, 65 mil sebelah utara Mombasa ini diperkirakan berdiri pada abad ke-12. Di antara hutan hijau, terdapat wilayah yang dihuni oleh penduduk setempat. Tak hanya itu, pada masanya Kota Gedi sudah memiliki fitur canggih seperti air mengalir dan toilet.

Arkeolog yang pernah meneliti tempat itu menemukana beberapa vas China Ming dan kaca Vanesia. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut pernah menjadi pusat perdagangan yang penting. Menurut kepercayaan yang beredar kota ini pernah hilang selama lima abad, cerita hilangnya kota ini masih menjadi misteri hingga sekarang. (Ria Sari Febrianti)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.